Pancha W. Yahya

Dilahirkan di Semarang, pada tanggal 8 Febuari 1976 dari pasangan Alm. Hanoto Jahja dan Tanti Widjaja. Dan pada tahun 2001, menikah dengan Sumanti Jonatan, S.Th.

Pendidikan:
1. SD Kristen 1 Semarang lulus tahun 1988
2. SMP PL Domenico Savio Semarang lulus tahun 1991
3. SMA Negeri 3 Semarang lulus tahun 1994
4. Sarjana Theologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang lulus tahun 2000

Pekerjaan:
Pernah menjadi pengerja di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
Jl. Jatinegara Barat III/2A dari th. 2000 - 2005, sekarang sedang menjalani
studi lanjut di SAAT Malang

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Sukacita Natal

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 16:58
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
“Apa yang ada di belakang dan di depan kita adalah persoalan kecil, dibanding dengan yang ada di dalam hati kita.” Demikian untaian kata yang dirangkai oleh Oliver Wendell Holmes (1809-1894), sang penyair sekaligus dokter dari negeri Paman Sam. Pernyataan tersebut mengingatkan betapa seringnya kita mengalami hal-hal negatif justru karena faktor di dalam bukan di luar diri kita. Contohnya banyak orang mengalami ketakutan yang berlebihan. Tapi setelah dicermati ternyata itu hanya perasaan takut yang tidak berdasar. Atau ada sebagian orang lagi yang tidak pernah merasakan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak memiliki hal-hal yang cukup membuat mereka bahagia. Sebaliknya meski mereka mempunyai banyak alasan untuk berbahagia mereka selalu merasa diri mereka orang yang paling malang. Memang sikap hati dan cara pandang lebih menentukan ketimbang apa yang kita alami.

Selanjutnya: Sukacita Natal

  • PDF
  • Cetak

Stress Natal

  • Rabu, 29 April 2009 16:57
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Tak terasa kita kembali akan merayakan natal. Membayangkan natal, maka hati ini jadi berbunga. Penuh sukacita. Sebab tak lama lagi kita akan menikmati suasana natal yang khas. Namun, natal tak hanya menyimpan kegembiraan, tetapi ia juga menyisakan kesibukan tersendiri.

Dr. Thomas H. Holmes and Dr. Richard H. Rahe pernah membuat skala stress berdasarkan penyebab stress atau stressor.

Selanjutnya: Stress Natal

  • PDF
  • Cetak

Bubur Ayam Spesial

  • Rabu, 29 April 2009 16:57
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Kata orang penyesalan itu selalu datang terlambat. Dan biasanya penyesalan hadir mengikuti kesalahan yang kita buat. Misalnya kesalahan karena kita telah mengambil keputusan dengan gegabah sehingga rencana kita berantakan. Atau kita baru berucap atau bertindak salah sehingga mencederai relasi dengan orang lain. Juga kita kurang sungguh-sungguh dalam menggapai sebuah tujuan, sehingga kegagalan yang kita raup. Atau kesalahan itu adalah sebuah dosa. Dalam penyesalan kerap kali saya, dan mungkin juga Anda, berkata kepada diri sendiri, “Ah... seandainya waktu ini dapat diputar kembali... pasti aku tidak akan mengulangi kesalahan yang konyol itu.” Kalau sudah begini kita seringkali mengutip peribahasa, Apa lagi mau diperbuat?

Selanjutnya: Bubur Ayam Spesial

  • PDF
  • Cetak

Buruan Tolong Gue!

  • Rabu, 29 April 2009 16:56
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Sore itu Charles (bukan nama sebenarnya), mengalami peristiwa kurang enak. Di dalam perjalanannya pulang dari kantor, sepeda motor yang dikendarainya ditabrak oleh sepeda motor lain. Tak ayal lagi Charles pun terpental dan tubuhnya terhempas di atas aspal. Kepalanya terbentur jalanan. Untung helm yang ia pakai lumayan bagus, sehingga otaknya terhindar dari cidera. Namun benturan itu cukup membuat Charles pingsan beberapa saat. Selama puluhan menit Charles tergeletak di bahu jalan. Tak ada seorang pun yang menolong. Tak ada yang membawa Charles ke rumah sakit, atau setidaknya klinik terdekat.

Selanjutnya: Buruan Tolong Gue!

  • PDF
  • Cetak

Dicari: Seorang Manusia

  • Rabu, 29 April 2009 16:56
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Di Athena, sekitar 2400 tahun yang lalu, hiduplah seorang filsuf yang eksentrik. Konon, filsuf tersebut tak punya rumah. Ia hidup di dalam sebuah tong. Ia pun tak memiliki apa-apa selain sebuah mantel, sebatang tongkat, dan satu kantung roti. Siapakah nama filsuf itu? Ia adalah Diogenes. Gurunya adalah Antisthenes, seorang filsuf yang pernah menjadi murid Socrates, sang begawan Filsafat Yunani.

Selanjutnya: Dicari: Seorang Manusia

Selanjutnya...

Halaman 9 dari 27