Kasih-Nya Dahsyat
(Sebuah Refleksi)
Detik demi detik Dia menanti,
penderitaan yang segera dialami-Nya.
Ada perasaan cemas, gentar, dan gelisah. Sebab itu benar-benar penderitaan yang dalam sekali.
Oleh karena itu IA menghampiri Bapa-Nya.
Malam itu,

Saumiman Saud
lahir di Medan, 05 Agustus 1963. Tamat SMA tahun 1982 kemudian melanjutkan kuliah di Univ. Darma Agung Medan di Fakultas Ekonomi sampai tingkat Sarjana Muda. Tahun 1998 kuliah di Institut Teologia Alkitabiah, Sumatera-Utara dan kemudian pada tahun 1990 melanjutkan kuliah di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang.
Saumiman Saud menyelesaikan kuliah di Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang tahun 1995. Setelah selesai kuliah, beliau melayani di Gereja Methodist Indonesia MARKONI Medan (1994-1995) dan setelah itu sejak tahun 1995 melayani di Gereja Kristen Abdiel Trinitas, Surabaya sampai Januari 2003
Pdt. Saumiman Saud, selain menulis di majalah Trinitas juga aktif menulis di Majalah Sinode Gereja Kristen Abdiel dan Majalah Bamag Tiang Api. Semenjak tahun 1997 aktif bergabung di dalam milis Fica, dan waktu itu hampir setiap Minggu beliau memposting Kotbahnya di milis ini. Kumpulan kotbahnya telah diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Mengenal Dia Lebih Dalam (Knowing Him Deeper), dan saat ini beliau sedang menyelesaikan karyanya yang lain yang akan diberi judul Mengasihi Dia Lebih Dalam (Loving Him Deeper).
Menikah 15 Januari 1995 dengan Ev. Chu Sei Hiong juga alumni Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, dan dikaruniai dua orang anak yakni Jessica Gracia Rahel (19-10-95) dan Philemon Gracia Putra(26-01-02).
Saumiman Saud diitahbiskan sebagai pendeta pada tgl 19 Agustus 2000 di Gereja Kristen Abdiel, Trinitas Surabaya.
Pengalaman pelayanan: Sebelum kuliah Teologi beliau megajar sebagai guru di Perguruan Kristen Methodist Indonesia dan Perg. Nasional Yos Sudarso Medan, setelah selesai kuliah melayani di Gereja Methodist Indonesia dan menjadi Guru Agama di Perguruan Kristen Hosana, Medan dan setelah itu melanjutkan pelayanan di Gereja Kristen Abdiel Trinitas, menangani Kebaktian Umum juga di Departemen Literatur.
Mulai Februari 2003 beliau akan meninggalkan GKA Trinitas dan melayani di Gereja Injili Indonesia San Jose, California, USA
Saumiman Saud dapat dihibungi di e-mail
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
(Sebuah Refleksi)
Detik demi detik Dia menanti,
penderitaan yang segera dialami-Nya.
Ada perasaan cemas, gentar, dan gelisah. Sebab itu benar-benar penderitaan yang dalam sekali.
Oleh karena itu IA menghampiri Bapa-Nya.
Malam itu,
(Amsal 30:11, Roma 16:13)
Di dalam Alkitab kita dapat membaca ayat yang berbunyi “Ada keturunan yang mengutuk ayahnya dan tidak memberkati ibunya” (Amsal 30:11). Jika hal ini terjadi dalam kehidupan kita, maka ini bukan harapan umat manusia. Namun kita tidak dapat menutup kemungkinan mengalami kondisi seperti ini.
Tatkala kita diundang menghadiri pesta ulang tahun, tentu fokus sosok manusia yang mendapat perhatian khusus adalah yang berulang tahun itu. Beliau akan disalami, diberi hadiah, dipeluk, dicium, diajak ngobrol, difoto, dikerjai, pokoknya seratus persen pusat perhatiannya ditujukan kepadanya.
Saat akhir tahun tiba, setiap umat manusia selalu bergembira menyambut tahun yang baru, padahal tanpa disadari umur kita semakin tua. Pusat belanja tidak pernah sepi apalagi para pelaku bisnis berusaha merebut keuntungan sebanyak mungkin.
Children of God are often confused when it comes to miracles. Some think that nothing spectacular happened in their lives, so they have nothing to testify about the Lord. Only a few people have experienced 'miracles' and are thus able to testify that they have been helped by the Lord. This is not right, because the Bible never teaches that.
Halaman 1 dari 37