Dr. Sen Sendjaya

adalah dosen dan peneliti kepemimpinan di Department of Management, Monash University, Australia. Beberapa hasil penelitian ilmiahnya telah dipublikasikan di beberapa jurnal akademis internasional seperti Journal of Academic Ethics, Journal of Leadership and Organizational Studies, dan Journal of International Business and Entrepreneurship Development.

Kerinduannya untuk mempopulerkan konsep Servant Leadership ia tuangkan dalam bukunya Konsep, Karakter, dan Kompetensi Kepemimpinan Kristen yang diterbitkan oleh Kairos (2004), tulisan-tulisan semi-akademis (Jurnal Teologi Stulos STTB, Majalah GetLIFE!, buletin Disciples Perkantas) serta ceramah-ceramahnya di beberapa konferensi ilmiah, universitas, dan gereja.

Ia meraih gelar PhD di bidang Servant Leadership dari Monash University, MBA dari Monash Mt. Eliza Business School, dan BBusAdm dari Seattle University, WA. Di Monash, Sen mengajar beberapa mata kuliah kepemimpinan dan manajemen di level S1 (bachelors) dan S2 (masters), antara lain Leadership Theory & Practice, International HRM, Strategic Management, dan Organizational Behavior. 

Penggemar mocha latte, es kelapa muda dan sate ayam ini aktif dalam berbagai pelayanan mahasiswa baik di gereja maupun para-gereja di Amerika, Indonesia, dan Australia sejak tahun 1991, khususnya dalam bidang pengajaran firman Tuhan. Sejak tahun 1999, ia memfokuskan diri dalam pelayanan mempersiapkan pemimpin, melalui tiga pelayanan yang ia rintis di Melbourne.

Pertama, Society for Leadership Learning, Inc. (SoLL) untuk membangun komunitas pemimpin-pelayan yang mampu memberi pengaruh dalam generazi zaman. Kedua, Indonesian Bible Study Fellowship (IBSF) yang membahas firman Tuhan dengan metode eksposisi. Ketiga, ia memulai pelayanan gereja Indonesian Christian Church (ICC) di bulan April 2005 lalu dengan corak Presbyterian-Reformed. 

Ia menikah dengan Dr LyFie Sugianto, dan dianugerahi Tuhan dua orang anak, Tiffany Althea Sendjaya dan Calvin Timothy Sendjaya. Ia dapat dihubungi melalui email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya .

  • PDF
  • Cetak

Kerendahan Hati ala Lao Tzu, Collins, dan Yesus

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 16:12
  • Ditulis oleh Sendjaya
Masih adakah pemimpin yang rendah hati? Mungkinkah seorang pemimpin Kristen rendah hati? Bagaimana dengan pemimpin non-Kristen?

Dalam salah satu bukunya, Dr John Stott menulis: “At no point does the Christian mind come into more violent collision with the secular mind than in its insistence on humility, with all the weakness it entails.”   Tabrakan terdashyat antara perspektif biblikal dan sekuler menurut Stott terjadi pada isu kerendahan hati.

Selanjutnya: Kerendahan Hati ala Lao Tzu, Collins, dan Yesus

  • PDF
  • Cetak

Discontent and Content: Barometer Kepemimpinan Kristen

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 16:11
  • Ditulis oleh Sendjaya

"Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku [terus] mengejarnya. . .Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan" (Filipi 3:12; 4:12)

Bagaimana membedakan pemimpin yang excellent dan mediocre? Apakah ukuran kepuasan diri pemimpin? 

Selanjutnya: Discontent and Content: Barometer Kepemimpinan Kristen

  • PDF
  • Cetak

Pemimpin dan Arogansi

  • Kamis, 30 April 2009 16:10
  • Ditulis oleh Sendjaya
"Setelah raja Uzia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati
sehingga ia melakukan hal yang merusak"
(2 Tawarikh 26:16)

Kesombongan bagaikan penyakit yang aneh. Yang menderita bukanlah orang yang mengidap penyakit tersebut, namun orang lain disekilingnya. Orang yang menderita penyakit ini pada umumnya tidak merasakan gejala apa-apa, namun orang lain yang berinteraksi dengannya merasa mual dan muak. 

Selanjutnya: Pemimpin dan Arogansi

  • PDF
  • Cetak

C.S. Lewis: Memimpin lewat Tulisan

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 16:09
  • Ditulis oleh Sendjaya
Namanya ada peringkat pertama dalam rangking "Books of the Century" versi majalah Christianity Today, sebagai pengarang buku Mere Christianity. Dan juga di peringkat kedua dalam daftar "The Ten Most Influential Christians of the Twentieth Century" versi majalah Christian History.

Barangkali memang benar, bahwa definisi terpendek dari kepemimpinan adalah pengaruh. Memimpin pada dasarnya adalah mempengaruhi. Ada orang yang mempengaruhi tapi tidak memimpin. Tapi semua orang yang memimpin pasti mempengaruhi.

Selanjutnya: C.S. Lewis: Memimpin lewat Tulisan

  • PDF
  • Cetak

Memimpin Tanpa Mengontrol

  • Kamis, 30 April 2009 16:08
  • Ditulis oleh Sendjaya
Mungkinkah memimpin dengan efektif tanpa mengontrol orang lain? Ataukah memimpin selalu berarti memegang kontrol? To lead is to be in control. Or is it?

Di Surabaya ada sebuah warung sederhana di sebuah trotoar jalan yang selalu dipadati oleh para pelanggannya setiap malam. Menunya hanya ada dua macam: Sayur asin baikut dan sate, disajikan dibalik tenda putih. Warung yang selalu tampak sibuk itu di-manage oleh seorang ibu tua dengan dibantu lima orang karyawannya.

Selanjutnya: Memimpin Tanpa Mengontrol

Selanjutnya...

Halaman 3 dari 7

 
viagra woman kaufen viagra original oder generika cialis genericos
viagra hinta apteekki cialis tadalafil kaufen cialis presentacion y precio
  • commande dostinex pas cher lasix http://www.lameta.univ-montp1.fr/?itemid...
    1. http://www.jvbrown.edu/?&sn=get&cat=1381... exelon sin receta vardenafil generic
    acheter ventolin en ligne baclofen vente antabuse vente comprare viagra in india comprar viagra barato comprar-viagra-spain