• PDF

Posisi

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 16:39
  • Ditulis oleh Tema Adiputra
  • Sudah dibaca: 340 kali
Pernahkah Anda bermimpi? Pasti pernah! Pernahkah Anda tidak memimpikan sesuatu namun sekarang yang tidak pernah Anda mimpikan itu ada pada Anda? Mungkin pernah ya? Nah…kalau mau jujur, maka setiap insan di dunia ini merindukan (kata lain dari "memimpikan") dirinya untuk dapat menaiki jenjang-jenjang tertentu sehingga dia akhirnya menempati posisi yang lebih dari yang lain. Misalnya posisi jabatan maupun posisi kelas di mata rekan sekerja dan di mata masyarakat.

Saya tidak pernah menyangka bahwa orang-orang tertentu begitu baik nasibnya. Dan tentu saya senang melihat kenyataan itu karena mereka adalah orang-orang yang saya kenal dan juga bertahun-tahun menjadi rekan sekerja. Misalnya, di stasion radio (stara) itu sudah menjadi "tradisi" untuk memanfaatkan sumber daya manusianya semaksimal mungkin. Mulanya karena keterjepitan masalah dan keterbatasan keuangan. Namun akhirnya motivasinya bertumpu pada mengangkat harkat hidup seorang manusia, makhluk ciptaan-Nya.

Si bapak muda ini (sekarang usianya sekitar 40-an) telah memiliki rumah sendiri sekalipun itu kecil dan rumah petak. Waktu itu dia memiliki kesempatan untuk membeli rumah tersebut karena desakan tanggungjawab terhadap anak dan istrinya. Juga dia telah memiliki sepeda motor sendiri yang pada jam-jam tertentu usai kerja di kantor dipakainya untuk "ngojek" di stasion kereta api dekat rumahnya. Mau tahu tugasnya di kantor? Dia staf manajer keuangan yang setiap hari mendatangi klien untuk menagih pembayaran. Dia memiliki senyum simpatik namun juga banyak akal dan tegas! Sebelumnya untuk sekian tahun dia bertugas sebagai operator siaran live dan recording. Waktu itu, karena kebutuhan tenaga operator yang sangat mendesak maka dia pun di-training secara instant. Dan…akhirnya dia menguasai keterampilan itu. Apa tugasnya sebelum jadi operator? Tugasnya adalah membersihkan kantor setiap hari, menolong karyawan untuk membeli makanan, menyediakan minuman, dan mencuci piring-gelas. Luar biasa!! Jangan heran, ada 3 (tiga) generasi di bawahnya yang mendapat "nasib baik" serupa, yakni menaiki posisi dengan cara seperti yang dialaminya. Mereka sekarang bertugas sebagai operator siaran!! Puji Tuhan.

Lain lagi nasib yunior yang satu ini. Dia waktu itu hanya berstatus Crew biasa saja. Namun dia memiliki nilai plus kemahiran berdiplomasi. Saat masuk manajemen baru, dia mendapat simpati khusus dari pimpinan baru yang belum tahu apa-apa tentang stara tersebut. Maka jadilah mereka "menyatu" untuk mendobrak sana-sini. Hebat kali sang yunior ini, bah! (kata orang Medan!). Senior-seniornya yang penah membimbingnya, yang pernah memberi kesempatan baginya untuk berkembang, diletakkannya pada posisi outsider semua. Tangan kanan dan tangan kirinya semua adalah Crew baru yang direkrutnya. Wah…dunia terbaliklah pada waktu itu! Namun…entah apa sebabnya, kemitraannya dengan sang boss tersebut hanya bertahan beberapa bulan saja. Tiba-tiba saja dia terlihat sudah dalam posisi dimusuhi boss. Nah…dapat dibayangkan, betapa terjepit sang yunior ini. Mau kembali ke seniornya? Sulit! Karena dia telah mendepak mereka saat sang yunior ini dalam posisi berkuasa. Maka tidak heranlah, di waktu-waktu tertentu dia terlihat menatap keluar jendela kantor, menerawang. Dan hasilnya? Dia pun mengundurkan diri. Tapi…sekian tahun kemudian dia telah menjadi konglomerat muda, yang berhasil dalam usaha bisnis! Ini juga luar biasa, bukan?!

Ada posisi tertentu yang bergengsi tinggi dalam struktur organisasi sebuah stara. Ini terlihat bila mau mengikuti standar-standar universal. Dan lazimnya standar tersebut diikuti oleh sebagian besar stara yang ada. Namun untuk sebuah stara yang bernuansa dan berwarna rohani (kristiani) hal seperti ini mulai tidak dianggap sesuatu yang mutlak. Sudah mulai ada pergesaran sudut pandang. Istilah/nama-nama posisi jabatan yang keren-keren dan hebat-hebat itu acapkali menjebak si penyandangnya menjadi bukan yang melayani. Tapi selalu minta dilayani. Selalu maunya memerintah saja. Serta juga menggiring yang bersangkutan untuk puji-diri. Oleh sebab itu menjadi tugas khusus para pimpinan stara rohani itu untuk membuka cakrawala baru bagi Crew-nya agar tetap rendah hati dengan posisi jabatan yang dimiliknya. Dan tidak sedikit yang melakukan restrukturisasi sekaligus rename terhadap posisi-posisi kekuasaan itu. Sebab yang terpenting adalah misi tugas itu sendiri tetap tercapai. Ini adalah hak mereka.

Ah…kejadian di atas yang saya ceritakan itu tidak akan ada makna tambahannya bila tidak diikuti yang berikut ini. Firman Tuhan di dalam Yohanes 13 : 4,5,12,13,14,15…"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."

Siapakah Yesus yang adalah Tuhan kita itu? Bagaimana posisi / jabatan / status-Nya?
Dan siapakah kita? Yang juga berkesempatan memperoleh "posisi" tertentu dalam menjalani kehidupan di dalam dunia fana ini?

Mari sama-sama kita renungkan!

Jakarta, 15 Agustus 2003

Tema Adiputra
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."