Apresiasi
Salah satu arti kata "apresiasi" di dalam KBBI adalah "penghargaan terhadap sesuatu". Nah, makna tersebut dapat diperluas maupun dipersempit sesuai dengan konteks dan keperluannya. Di dalam sebuah perusahaan maupun di tengah-tengah keluarga tentu saja kata tersebut dapat masuk dan merasuk sesuai kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. Dan bagaimana dengan dunia broadcasting? Yah…tidak beda-beda jauhlah! Sami mawon! Same aje! Para Crew stasion radio (stara) maupun para pendengar stara tersebut, sama-sama butuh apresiasi!
Waktu itu siang hari, beberapa Crew stara tersebut sedang berkumpul di ruangan administrasi. Sebagian lagi sibuk bekerja di bagiannya masing-masing termasuk yang tengah On Air tentu. Tiba-tiba datanglah seorang bapak setengah umur berkacamata hitam dengan wajah yang sedikit kaku penuh keformalan ke ruang yang sedang banyak Crew berkumpul itu. Sebagian agak terkejut sebagian lagi menyapa dan mempersilakannya duduk. Maka mulailah percakapan basa-basi santun. Si tamu itu pun mengatakan bahwa dia adalah pendengar fanatik pada stara tersebut. Dia menyebut beberapa nama penyiar (favoritnya) dan minta ditunjukkan padanya yang mana mereka. Yang memang ada di ruangan itu langsung saja memperkenalkan diri. Namun-anehnya-si tamu ini bersikap layaknya seorang yang hendak menginvestigasi (belakangan kami tahu itu hanya akting!) sehingga ada sedikit suasana ketegangan dan ketidak-sukaan! Kalau macam-macam ulah si tamu ini, tinggal panggil satpam sajalah!
Setelah dia mengetahui penyiar yang dicarinya (favoritnya) maka dengan wajah berwibawa yang dibuat-buat dan dengan suara formal dia mengatakan akan memberikan sesuatu kepada mereka. Maka dikeluarkannya beberapa amplop sembari mengatakan bahwa isinya sejumlah uang yang hendak diberikannya pada penyiar (favoritnya) tersebut. Dia mengatakan itu adalah "berkat" yang hendak dibagikannya khusus untuk mereka. Ya! Sembari tersenyum amplop itu diserahkannya, dan yang menerima tentu saja lebih tersenyum lagi…..dan ironisnya….di hadapan teman-teman yang tidak mendapat jatah! Ya! Apresiasi telah diluncurkan di depan orang-orang yang tidak mendapat apresiasi. Padahal, semua materi yang disiarkan yang dinikmati si tamu itu melalui pesawat radionya setiap hari adalah bukan hasil kerja individual, tapi merupakan kerja tim.
Pada waktu uang seratusan ribu rupiah (kertas merah) baru beberapa hari dikeluarkan Bank Indonesia datanglah seorang ibu ke sebuah stara. Dia adalah pendengar setia. Dan sedikit banyak sudah mengenal beberapa Crew termasuk pimpinan stara tersebut. Waktu itu menjelang akhir tahun. Dan dia terlihat tengah berbicara berduaan dengan pimpinan stara tersebut. Tampak mereka serius. Apa hasil pembicaraan tersebut? Keesokan hari semua Crew stara tersebut mendapat amplop berisi selembar uang kertas merah bernilai seratus ribu rupiah, semuanya kebagian! Rupanya si ibu itu menemui pimpinan stara untuk mengungkapkan maksudnya hendak memberikan tanda "ucapan syukur" dalam bentuk pembagian amplop tersebut. Wow…betapa senang hati para Crew itu! Bahkan ada yang tidak langsung membelanjakan uang baru tersebut, masih ingin dilihat-lihat dulu beberapa waktu.
Jangan heran pula bila seorang penyiar (maupun karyawan stara) berulang tahun dan hari itu disiarkan, maka dapat saja jatah makan siang bukan ditanggung pribadi, tapi justru dapat makan siang gratis untuk semua Crew karena mendapat kiriman makanan lengkap dengan lauk-pauk, kue tart, dan buah-buahan! Dan bahkan secara khusus pun terkadang ada yang memberi kado yang dibungkus rapih dan cantik.
Nah, berbicara untuk jangan heran, maka saya menegaskan jangan heran pula bila beberapa penyiar maupun pendengar terkadang memberikan apresiasi dan menerima apresiasi dilakukan secara diam-diam di luar studio. Crew yang lain tidak diberitahu. Pertemuan dilakukan di rumah maupun di rumah makan. Yang penting senang sama senanglah. Ya! Ini memang tergantung kedekatan hati ke dua belah pihak. Dan jangan heran pula bila ada pendengar yang menghampiri stara membawa penganan dengan maksud agar dibagikan merata ke semua Crew…eh…eh..eh…ternyata yang kebagian kelompok tertentu saja. Misi si pemberi penganan itu tidak dijalankan sepenuhnya. Dan akhirnya…jangan heran pula bila ada beberapa penyiar yang tidak dapat menahan "nafsunya" lalu saat dia bersiaran berusaha melobi pendengar tertentu untuk mengundang penyiar itu makan, mendapatkan suvenir, tiket pertunjukan, dan sebagainya. Lobi di udara itu dikemas dengan kata-kata canda namun terarah! Dan tentu, biasanya si penyiar terlebih dulu telah memenuhi permintaan lagu maupun membacakan atensi si pendengar itu! Ya…saling mengapresiasilah!
Apresiasi yang mutlak paling ditunggu-tunggu adalah (untuk radio rohani) gaji/honor bulan ke-13 alias THR. Biasanya sudah dibagikan awal bulan Desember. Dan pembagiannya umumnya sama besar dengan gaji/honor per bulan. Namun tentu saja ini sangat bergantung juga dengan "kekuatan" keuangan stara tersebut. Di luar ini jangan pula dilupakan insentif yang sewaktu-waktu dapat dibagikan karena adanya keuntungan perusahaan. Besarnya berapa? Terserah saja! Tergantung kebijakan manajemen. Bisa dibagikan dengan sistem pemerataan bisa juga dengan sistem klasifikasi sesuai prestasi dan loyalitas. Pokoknya "serangan mendadak" insentif ini sangat menyenangkan hati Crew. Namun bisa juga membuat pusing kepala manajemen! Mengapa? Salah-salah menentukan kriteria, dapat saja muncul protes.
Pernah ada pemandu wawancara-setiap hari selama sebulan--dengan koresponden dari luar negeri yang meliput pertandingan sepakbola Piala Dunia hari itu terlambat datang ke stara-nya sehingga demi kesinambungan program acara yang disponsori itu, seorang penyiar senior lain "nekad" masuk studio dan menggantikan tugas pemandu itu. Akibatnya para pendengar pun senang karena mereka tetap mendapat informasi aktual pertandingan itu melalui stara yang ada di Indonesia tersebut. Sang penyiar penolong itu tidak berpikir macam-macam dia hanya ingin menyelamatkan program tersebut. Nah, ketika pemandu utama itu datang, dia minta maaf dan sangat berterima kasih telah diselamatkan. Eh…tidak sampai di situ saja, sebulan kemudian saat sponsor telah menyetorkan dananya ke stara itu, sang penyiar penyelamat dipanggil pihak manajemen, dan ternyata…dia disodorkan amplop berisi sejumlah uang sebagai tanda apresiasi atas jasanya menyelamatkan acara tersebut. Sungguh dia tidak pernah membayangkannya!
Terkadang kerjasama barter antara stara dan pihak luar menghasilkan beberapa produk yang berjumlah lebih. Pihak stara mempromosikan produk tersebut melalui acara-acara kuiz misalnya, pihak produsen memberikan produknya ke stara tersebut. Dan di sinilah biasanya ada jumlah lebih atau memang tersisa. Nah…barang-barang tersebut mau diapakan? Barang-barang tersebut "rawan" dipakai untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan jabatan atas jasa-jasanya. Wah…solusinya gampang saja, hadiah-hadiah tersisa dan lebih itu akhirnya biasanya diundi dengan adil untuk dibagikan kepada Crew atau terkadang dijadikan sebagai hadiah akhir tahun untuk para Crew yang terpilih sebagai Crew teladan untuk tahun itu. Nah…senang sama senanglah…tidak ada peluang bahwa bagian marketing lebih berjasa dibanding bagian lain di stara itu!
Kita memang sangat perlu untuk saling mengapresiasi. Pihak stara, pihak mitra kerja/klien, dan pihak pendengar setia. Segitiga ini adalah segitiga yang saling mendukung dan tentu juga rindu saling menguntungkan. Persoalannya adalah bagaimana menjaga apresiasi itu tetap santun dan profesional. Tidak ada unsur eksploitasi, terjauh dari kepentingan pribadi atas nama jabatan dan jasa-jasa, dan terlebih penting apresiasi itu memang wajar dan layak didapat serta pada akhirnya menjadi salah satu pendorong untuk berprestasi lebih dan lebih dan lebih baik lagi!
Bagaimana rasanya mendapat penghargaan? Bagaimana enaknya dihargai? Wah…sejuta rasanya! Hati berbunga-bunga! Dari rasa "tercampak" dan dari rasa "tak diperhitungkan" kita menjadi orang yang disejajarkan dengan yang lain yang membawa ke pada situasi setiap manusia itu ternyata patut mendapat penghargaan dan wajib memberi penghargaan.Ya! Intinya saling mengapresialah!
Bisakah Anda merasakan kebahagiaan figur di bawah ini ketika dia mendapat apresiasi? Padahal dia adalah orang yang sangat dibenci masyarakat pada waktu itu. Namun Tuhan Yesus menghargainya!
(Lukas 19:1-10) Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Jakarta, 9 September 2003
Tema Adiputra
Waktu itu siang hari, beberapa Crew stara tersebut sedang berkumpul di ruangan administrasi. Sebagian lagi sibuk bekerja di bagiannya masing-masing termasuk yang tengah On Air tentu. Tiba-tiba datanglah seorang bapak setengah umur berkacamata hitam dengan wajah yang sedikit kaku penuh keformalan ke ruang yang sedang banyak Crew berkumpul itu. Sebagian agak terkejut sebagian lagi menyapa dan mempersilakannya duduk. Maka mulailah percakapan basa-basi santun. Si tamu itu pun mengatakan bahwa dia adalah pendengar fanatik pada stara tersebut. Dia menyebut beberapa nama penyiar (favoritnya) dan minta ditunjukkan padanya yang mana mereka. Yang memang ada di ruangan itu langsung saja memperkenalkan diri. Namun-anehnya-si tamu ini bersikap layaknya seorang yang hendak menginvestigasi (belakangan kami tahu itu hanya akting!) sehingga ada sedikit suasana ketegangan dan ketidak-sukaan! Kalau macam-macam ulah si tamu ini, tinggal panggil satpam sajalah!
Setelah dia mengetahui penyiar yang dicarinya (favoritnya) maka dengan wajah berwibawa yang dibuat-buat dan dengan suara formal dia mengatakan akan memberikan sesuatu kepada mereka. Maka dikeluarkannya beberapa amplop sembari mengatakan bahwa isinya sejumlah uang yang hendak diberikannya pada penyiar (favoritnya) tersebut. Dia mengatakan itu adalah "berkat" yang hendak dibagikannya khusus untuk mereka. Ya! Sembari tersenyum amplop itu diserahkannya, dan yang menerima tentu saja lebih tersenyum lagi…..dan ironisnya….di hadapan teman-teman yang tidak mendapat jatah! Ya! Apresiasi telah diluncurkan di depan orang-orang yang tidak mendapat apresiasi. Padahal, semua materi yang disiarkan yang dinikmati si tamu itu melalui pesawat radionya setiap hari adalah bukan hasil kerja individual, tapi merupakan kerja tim.
Pada waktu uang seratusan ribu rupiah (kertas merah) baru beberapa hari dikeluarkan Bank Indonesia datanglah seorang ibu ke sebuah stara. Dia adalah pendengar setia. Dan sedikit banyak sudah mengenal beberapa Crew termasuk pimpinan stara tersebut. Waktu itu menjelang akhir tahun. Dan dia terlihat tengah berbicara berduaan dengan pimpinan stara tersebut. Tampak mereka serius. Apa hasil pembicaraan tersebut? Keesokan hari semua Crew stara tersebut mendapat amplop berisi selembar uang kertas merah bernilai seratus ribu rupiah, semuanya kebagian! Rupanya si ibu itu menemui pimpinan stara untuk mengungkapkan maksudnya hendak memberikan tanda "ucapan syukur" dalam bentuk pembagian amplop tersebut. Wow…betapa senang hati para Crew itu! Bahkan ada yang tidak langsung membelanjakan uang baru tersebut, masih ingin dilihat-lihat dulu beberapa waktu.
Jangan heran pula bila seorang penyiar (maupun karyawan stara) berulang tahun dan hari itu disiarkan, maka dapat saja jatah makan siang bukan ditanggung pribadi, tapi justru dapat makan siang gratis untuk semua Crew karena mendapat kiriman makanan lengkap dengan lauk-pauk, kue tart, dan buah-buahan! Dan bahkan secara khusus pun terkadang ada yang memberi kado yang dibungkus rapih dan cantik.
Nah, berbicara untuk jangan heran, maka saya menegaskan jangan heran pula bila beberapa penyiar maupun pendengar terkadang memberikan apresiasi dan menerima apresiasi dilakukan secara diam-diam di luar studio. Crew yang lain tidak diberitahu. Pertemuan dilakukan di rumah maupun di rumah makan. Yang penting senang sama senanglah. Ya! Ini memang tergantung kedekatan hati ke dua belah pihak. Dan jangan heran pula bila ada pendengar yang menghampiri stara membawa penganan dengan maksud agar dibagikan merata ke semua Crew…eh…eh..eh…ternyata yang kebagian kelompok tertentu saja. Misi si pemberi penganan itu tidak dijalankan sepenuhnya. Dan akhirnya…jangan heran pula bila ada beberapa penyiar yang tidak dapat menahan "nafsunya" lalu saat dia bersiaran berusaha melobi pendengar tertentu untuk mengundang penyiar itu makan, mendapatkan suvenir, tiket pertunjukan, dan sebagainya. Lobi di udara itu dikemas dengan kata-kata canda namun terarah! Dan tentu, biasanya si penyiar terlebih dulu telah memenuhi permintaan lagu maupun membacakan atensi si pendengar itu! Ya…saling mengapresiasilah!
Apresiasi yang mutlak paling ditunggu-tunggu adalah (untuk radio rohani) gaji/honor bulan ke-13 alias THR. Biasanya sudah dibagikan awal bulan Desember. Dan pembagiannya umumnya sama besar dengan gaji/honor per bulan. Namun tentu saja ini sangat bergantung juga dengan "kekuatan" keuangan stara tersebut. Di luar ini jangan pula dilupakan insentif yang sewaktu-waktu dapat dibagikan karena adanya keuntungan perusahaan. Besarnya berapa? Terserah saja! Tergantung kebijakan manajemen. Bisa dibagikan dengan sistem pemerataan bisa juga dengan sistem klasifikasi sesuai prestasi dan loyalitas. Pokoknya "serangan mendadak" insentif ini sangat menyenangkan hati Crew. Namun bisa juga membuat pusing kepala manajemen! Mengapa? Salah-salah menentukan kriteria, dapat saja muncul protes.
Pernah ada pemandu wawancara-setiap hari selama sebulan--dengan koresponden dari luar negeri yang meliput pertandingan sepakbola Piala Dunia hari itu terlambat datang ke stara-nya sehingga demi kesinambungan program acara yang disponsori itu, seorang penyiar senior lain "nekad" masuk studio dan menggantikan tugas pemandu itu. Akibatnya para pendengar pun senang karena mereka tetap mendapat informasi aktual pertandingan itu melalui stara yang ada di Indonesia tersebut. Sang penyiar penolong itu tidak berpikir macam-macam dia hanya ingin menyelamatkan program tersebut. Nah, ketika pemandu utama itu datang, dia minta maaf dan sangat berterima kasih telah diselamatkan. Eh…tidak sampai di situ saja, sebulan kemudian saat sponsor telah menyetorkan dananya ke stara itu, sang penyiar penyelamat dipanggil pihak manajemen, dan ternyata…dia disodorkan amplop berisi sejumlah uang sebagai tanda apresiasi atas jasanya menyelamatkan acara tersebut. Sungguh dia tidak pernah membayangkannya!
Terkadang kerjasama barter antara stara dan pihak luar menghasilkan beberapa produk yang berjumlah lebih. Pihak stara mempromosikan produk tersebut melalui acara-acara kuiz misalnya, pihak produsen memberikan produknya ke stara tersebut. Dan di sinilah biasanya ada jumlah lebih atau memang tersisa. Nah…barang-barang tersebut mau diapakan? Barang-barang tersebut "rawan" dipakai untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan jabatan atas jasa-jasanya. Wah…solusinya gampang saja, hadiah-hadiah tersisa dan lebih itu akhirnya biasanya diundi dengan adil untuk dibagikan kepada Crew atau terkadang dijadikan sebagai hadiah akhir tahun untuk para Crew yang terpilih sebagai Crew teladan untuk tahun itu. Nah…senang sama senanglah…tidak ada peluang bahwa bagian marketing lebih berjasa dibanding bagian lain di stara itu!
Kita memang sangat perlu untuk saling mengapresiasi. Pihak stara, pihak mitra kerja/klien, dan pihak pendengar setia. Segitiga ini adalah segitiga yang saling mendukung dan tentu juga rindu saling menguntungkan. Persoalannya adalah bagaimana menjaga apresiasi itu tetap santun dan profesional. Tidak ada unsur eksploitasi, terjauh dari kepentingan pribadi atas nama jabatan dan jasa-jasa, dan terlebih penting apresiasi itu memang wajar dan layak didapat serta pada akhirnya menjadi salah satu pendorong untuk berprestasi lebih dan lebih dan lebih baik lagi!
Bagaimana rasanya mendapat penghargaan? Bagaimana enaknya dihargai? Wah…sejuta rasanya! Hati berbunga-bunga! Dari rasa "tercampak" dan dari rasa "tak diperhitungkan" kita menjadi orang yang disejajarkan dengan yang lain yang membawa ke pada situasi setiap manusia itu ternyata patut mendapat penghargaan dan wajib memberi penghargaan.Ya! Intinya saling mengapresialah!
Bisakah Anda merasakan kebahagiaan figur di bawah ini ketika dia mendapat apresiasi? Padahal dia adalah orang yang sangat dibenci masyarakat pada waktu itu. Namun Tuhan Yesus menghargainya!
(Lukas 19:1-10) Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Jakarta, 9 September 2003
Tema Adiputra
| Komentar-komentar |
|

Setiap materi dalam situs ini boleh dipakai untuk pelayanan non-komersial, dengan mencantumkan: 


