Wiji Suprayogi

Lahir di Purwokerto 29 Agustus 1974. Antropolog amatir karena sempat meluluskan diri dari sekolahan Antropologi Universitas Gajah Mada. Peneliti amatir karena sempat bekerja sebagai Peneliti Freelance dan sering diajak penelitian oleh beberapa lembaga maupun pribadi. Karena pekerjaannya itu dia sempat berkeliling ke berbagai tempat, mulai dari daerah terpencil sampai daerah paling metropolis di tanah Jawa ini.

Pengelola Komunitas amatiran karena bersama teman-teman dekatnya mencoba membangun komunitas bagi pemuda yang berusaha mengkritisi berbagai fenomena di dalam ranah youth culture dan popular culture dengan menerbitkan dan mengedarkan buletin secara gratis.

Pelayan karena aktif diberbagai pelayanan semenjak sekolah dan sekarang melayani secara penuh di Seksi Tegak dan Beasiswa Yayasan Gloria. Tugasnya; mencoba memberdayakan siswa-siswa SD-SMU beasiswa di Yayasan Gloria, mencoba memperkaya Guru-Guru Agama yang bermitra dengan Yayasan Gloria, mengelola data base, dan ikut mengelola sebuah sekolah yang bekerja sama secara khusus dengan Yayasan Gloria.

Tapi tetap saja dia itu seorang amatiran yang suka membaca, menggambar, dan menulis. Yang terus berusaha belajar dari berbagai hal dalam kehidupan ini dan berusaha menjadi buku yang terbuka bagi siapa saja untuk diisi dan dipelajari. Karena menurutnya “kamu adalah terang dunia…” begitu dia mengutip Yesus. Kalimat itu yang terus menyemangati dia untuk belajar sehingga terang itu tidak redup tetapi menular kepada orang lain. Tapi sungguh dia itu hanya amatiran yang ingin berbagi didalam kekurangan-kekurangannya. Sungguh dia itu biasa saja. Hanya ingin berbagi dan mudah-mudahan ditanggapi sehingga bisa memperoleh masukan untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Sendiri Bersama-sama

Penilaian Pengunjung: / 44
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 09 Februari 2012 14:19
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi

Sebuah catatan dalam kesendirian yang ramai yang mungkin hanya berlaku buat saya sendiri ....

Teman saya, seorang penulis, pernah berujar, “... yang aku senangi dari facebook adalah kenyataan bahwa aku tidak sendiri tapi dikelilingi banyak orang ketika bekerja di rumah”. Inilah salah satu alasan mengapa orang begitu senang ber-facebook-ria.

Selanjutnya: Sendiri Bersama-sama

  • PDF
  • Cetak

Terjajah Dalam Kemerdekaan

Penilaian Pengunjung: / 12
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 06 Agustus 2010 15:53
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi

Menyebalkan, saya merasa tidak memiliki ikatan apapun dengan kata kemerdekaan. Saya merasa hampa ketika tiba-tiba di bulan Agustus ini kata merdeka itu kembali sering diperdengarkan. Apakah saya benar-benar bisa merdeka? Itu yang tiba-tiba saya pikirkan ketika kembali mendengar kata: merdeka. Pengkotbah di Gereja meneriakkan kata merdeka berulang kali.

Selanjutnya: Terjajah Dalam Kemerdekaan

  • PDF
  • Cetak

Pornografi Di Sekitar Kita

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 23 Juli 2010 13:39
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi

Video porno, ada apa ya dengan barang yang satu ini? Mengapa ketika video mirip Ariel dan Luna beredar orang begitu gempar? Seolah kita adalah masyarakat yang sangat suci dan baru kali ini ada peristiwa seperti ini. Semua orang menghujat yang lain seolah paling benar sendiri. Ada yang bilang karena imbasnya sampai ke luar negeri, jadi hebohlah masyarakat kita. Tetapi bagi saya bukan soal imbas sampai ke luar negeri itu yang merisaukan.

Selanjutnya: Pornografi Di Sekitar Kita

  • PDF
  • Cetak

Berjualan Software Komputer = Revolusi Sistem Pendidikan?

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 30 Oktober 2009 10:48
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi

Saya mendapat undangan presentasi dari seorang pengusaha yang bergerak di bidang teknologi informasi—maksud saya di sini pengusaha di bidang komputer dan sebagainya gitulah. Janjinya begini, “Mas saya menawarkan bantuan menarik buat sekolah-sekolah di Indonesia. Nampaknya ini akan menjadi suatu revolusi bagi sistem pendidikan kita. Sekolah-sekolah yang Mas dampingi pasti butuh ini.”

Selanjutnya: Berjualan Software Komputer = Revolusi Sistem Pendidikan?

  • PDF
  • Cetak

Televisi: Penghiburan, Pengetahuan, Musuh, atau...?

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 16 Oktober 2009 00:00
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi

Saya bertemu seorang produser yang dulu pernah memproduksi sebuah sinetron yang cukup fenomenal di Indonesia. Saat ini dia mengaku bertobat dan ingin memberikan suatu pandangan lain kepada masyarakat mengenai televisi. Menurut dia, berdasarkan pengalamannya, semua setasiun televisi hanya memiliki satu ideologi: bagaimana menghasilkan uang.

Selanjutnya: Televisi: Penghiburan, Pengetahuan, Musuh, atau...?

Halaman 1 dari 20