|
Tuhan Yesus Selalu Hadir
Oleh: Putra Hulu
Ketika
hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid
itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka:
"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab
mereka: "Tidak ada."
Yohanes 21:4-5
Sepanjang malam murid-murid sudah menebarkan jala untuk menangkap
ikan. Bergantian mereka sudah menebarkannya tapi hasilnya tidak ada.
Segala macam trik sudah dicoba untuk menangkap ikan tapi tetap saja
hasilnya nihil. Malam itu sepertinya mereka sedang sial. Tak seekor
ikan pun terjaring, keadaan benar-benar melelahkan dan membosankan.
Bila mereka tak berhasil menangkap ikan, apa yang akan mereka makan
hari ini? Murid-murid tak memiliki uang untuk membeli makanan.
Selama ini murid-murid sudah mengikuti Yesus dalam perjalanan-NYA
dan semua kebutuhan mereka tercukupi: ada banyak donatur yang
membiayai perjalanan Yesus (Lukas 8:3), beberapakali Yesus memberi
makan ribuan orang, bahkan ketika satu kali dibutuhkan uang untuk
membayar pajak Yesus menyuruh Petrus mengail ikan dan mengambil uang
koin di mulut ikan itu (Matius 17:27)! Bersama Yesus keadaan mereka
sungguh baik: perut kenyang, makanan pasti ada, tak perlu takut
kelaparan bahkan tak perlu membeli makanan. Semuanya ada ketika
Yesus ada bersama-sama mereka.
Tapi itu dulu..! Sekarang Yesus sudah mati..! Mereka dalam masalah
besar sekarang. Mereka berjuang sendiri. Siapa yang mau membiayai
makan mereka? Murid-murid harus cari makan sendiri. Dan di malam
yang sial ini tak seekorpun ikan tertangkap. Murid-murid benar-benar
kelaparan!
Teman, masalah yang dihadapi murid-murid malam itu sama seperti
masalah yang dihadapi kebanyakan orang saat ini:
- merasa ditinggalkan Tuhan,
- masalah kebutuhan: apa yang akan dimakan diminum dipakai,
- masalah berkat.
Seringkali keinginan untuk mengikut Tuhan Yesus terhalang oleh
masalah ini.
Menimbulkan banyak pertanyaan:
- apakah Tuhan menyertai aku?
- bagaimana bisa melayani bila perut lapar?
- bagaimana bisa melayani bila tidak ada uang?
- bagaimana mau jadi berkat bila tak ada pekerjaan?
- dll
Tiba-tiba seorang yang tak mereka kenali berkata kepada mereka:
"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?"
Tuhan kita adalah Tuhan Maha Hadir yang mengetahui segala sesuatu.
DIA adalah Tuhan yang punya karakter "to the point",
langsung menuju pada pokok permasalahan yang ada. Tuhan tidak
berputar-putar. Tuhan tidak bertanya adakah ikan yang murid-murid
tangkap. Tuhan Yesus bahkan tidak menyuruh murid-murid untuk
bertobat! Tetapi Tuhan langsung bertanya mengenai makanan mereka:
"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Tuhan
Yesus tahu murid-murid sangat membutuhkan makanan, sangat
membutuhkan berkat.
Jawab mereka: "Tidak ada."
Jawaban yang jujur. Tidak berputar-putar. Tidak berdalih-dalih
mencari alasan. Seberapa banyak dari kita yang masih bisa jujur
ketika masalah datang? Kesombongan sering menghalangi kita untuk
bersikap jujur. Gengsi dan harga diri sering menghalangi kita untuk
meminta bantuan. Kadang kita tergoda untuk menampilkan citra diri
"penuh berkat dan menang", padahal kenyataan yang
sesungguhnya tidak demikian. Dalam permasalahan hidup, dibutuhkan
kejujuran untuk mengakui masalah. Bersikap seolah-olah tidak ada
masalah adalah bentuk kemunafikan yang ditentang Tuhan. Beriman
kepada Firman Tuhan, beriman kepada pertolongan Tuhan harus disertai
kejujuran untuk mengakui kebutuhan akan Tuhan dan pertolongan-NYA.
Dibutuhkan kejujuran meminta pertolongan. Bersikap seolah-olah tak
membutuhkan pertolongan hanya akan menutup jalan bagi Tuhan untuk
memberi pertolongan. Tuhan Yesus selalu mau memberi pertolongan dan
DIA akan memakai setiap hal / orang lain sebagai saluran.
Jawaban jujur dari murid-murid membuka jalan pertolongan. Mujizat
terjadi! Singkat cerita mereka memperoleh ikan yang cukup banyak,
dibutuhkan dua perahu untuk membawa ikan hasil tangkapan itu ke
darat.
Tapi coba lihat, apa yang terjadi ketika mereka tiba di darat?
Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya
ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa
ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu
lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima
puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu
tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan
sarapanlah."
Yohanes 21:9-12a
Di darat ternyata makanan sudah tersedia. Sudah ada ikan dan roti
yang siap disantap. Tuhan Yesus tidak hanya sekedar tahu bahwa
murid-murid butuh makanan. Tetapi Tuhan Yesus sendiri sudah
menyiapkan semua makanan yang mereka butuhkan. Tuhan Yesus sudah
menyiapkan ikan hasil tangkapan yang siap untuk diolah, tapi Tuhan
juga menyiapkan ikan dan roti yang dapat langsung dinikmati
murid-murid. Tuhan Yesus melayani murid-murid-NYA: murid-murid duduk
sementara Tuhan memberi mereka sarapan pagi.
Ada dua jenis berkat dari Tuhan bagi kita:
- berkat Tuhan yang diberikan-NYA melalui usaha / tindakan kita
(ikan hasil tangkapan),
- berkat langsung dari Tuhan kita tinggal menikmati (ikan dan roti
di atas api arang).
Teman, dalam menghadapi hidup ini, ingatlah:
- kita tak sendiri, Tuhan Yesus selalu hadir
- Tuhan Yesus mengerti kebutuhan kita akan berkat
- dibutuhkan sikap jujur untuk memperoleh berkat Tuhan
- Tuhan Yesus tidak hanya mengerti kebutuhan kita tapi DIA juga
memberikan apa yang kita butuhkan.
Tuhan Yesus memberkati
Putra Hulu
offc: arop50678[at]svsi.sanyo.co.id
hm: marafule[at]yahoo.co.id
|