Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm@glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Tuhan Yesus Selalu Hadir
Oleh: Putra Hulu


Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
Yohanes 21:4-5

Sepanjang malam murid-murid sudah menebarkan jala untuk menangkap ikan. Bergantian mereka sudah menebarkannya tapi hasilnya tidak ada. Segala macam trik sudah dicoba untuk menangkap ikan tapi tetap saja hasilnya nihil. Malam itu sepertinya mereka sedang sial. Tak seekor ikan pun terjaring, keadaan benar-benar melelahkan dan membosankan. Bila mereka tak berhasil menangkap ikan, apa yang akan mereka makan hari ini? Murid-murid tak memiliki uang untuk membeli makanan.

Selama ini murid-murid sudah mengikuti Yesus dalam perjalanan-NYA dan semua kebutuhan mereka tercukupi: ada banyak donatur yang membiayai perjalanan Yesus (Lukas 8:3), beberapakali Yesus memberi makan ribuan orang, bahkan ketika satu kali dibutuhkan uang untuk membayar pajak Yesus menyuruh Petrus mengail ikan dan mengambil uang koin di mulut ikan itu (Matius 17:27)! Bersama Yesus keadaan mereka sungguh baik: perut kenyang, makanan pasti ada, tak perlu takut kelaparan bahkan tak perlu membeli makanan. Semuanya ada ketika Yesus ada bersama-sama mereka.
Tapi itu dulu..! Sekarang Yesus sudah mati..! Mereka dalam masalah besar sekarang. Mereka berjuang sendiri. Siapa yang mau membiayai makan mereka? Murid-murid harus cari makan sendiri. Dan di malam yang sial ini tak seekorpun ikan tertangkap. Murid-murid benar-benar kelaparan!

Teman, masalah yang dihadapi murid-murid malam itu sama seperti masalah yang dihadapi kebanyakan orang saat ini:
- merasa ditinggalkan Tuhan,
- masalah kebutuhan: apa yang akan dimakan diminum dipakai,
- masalah berkat.
Seringkali keinginan untuk mengikut Tuhan Yesus terhalang oleh masalah ini.
Menimbulkan banyak pertanyaan:
- apakah Tuhan menyertai aku?
- bagaimana bisa melayani bila perut lapar?
- bagaimana bisa melayani bila tidak ada uang?
- bagaimana mau jadi berkat bila tak ada pekerjaan?
- dll

Tiba-tiba seorang yang tak mereka kenali berkata kepada mereka:
"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?"

Tuhan kita adalah Tuhan Maha Hadir yang mengetahui segala sesuatu. DIA adalah Tuhan yang punya karakter "to the point", langsung menuju pada pokok permasalahan yang ada. Tuhan tidak berputar-putar. Tuhan tidak bertanya adakah ikan yang murid-murid tangkap. Tuhan Yesus bahkan tidak menyuruh murid-murid untuk bertobat! Tetapi Tuhan langsung bertanya mengenai makanan mereka:
"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Tuhan Yesus tahu murid-murid sangat membutuhkan makanan, sangat membutuhkan berkat.

Jawab mereka: "Tidak ada."

Jawaban yang jujur. Tidak berputar-putar. Tidak berdalih-dalih mencari alasan. Seberapa banyak dari kita yang masih bisa jujur ketika masalah datang? Kesombongan sering menghalangi kita untuk bersikap jujur. Gengsi dan harga diri sering menghalangi kita untuk meminta bantuan. Kadang kita tergoda untuk menampilkan citra diri "penuh berkat dan menang", padahal kenyataan yang sesungguhnya tidak demikian. Dalam permasalahan hidup, dibutuhkan kejujuran untuk mengakui masalah. Bersikap seolah-olah tidak ada masalah adalah bentuk kemunafikan yang ditentang Tuhan. Beriman kepada Firman Tuhan, beriman kepada pertolongan Tuhan harus disertai kejujuran untuk mengakui kebutuhan akan Tuhan dan pertolongan-NYA. Dibutuhkan kejujuran meminta pertolongan. Bersikap seolah-olah tak membutuhkan pertolongan hanya akan menutup jalan bagi Tuhan untuk memberi pertolongan. Tuhan Yesus selalu mau memberi pertolongan dan DIA akan memakai setiap hal / orang lain sebagai saluran.

Jawaban jujur dari murid-murid membuka jalan pertolongan. Mujizat terjadi! Singkat cerita mereka memperoleh ikan yang cukup banyak, dibutuhkan dua perahu untuk membawa ikan hasil tangkapan itu ke darat.

Tapi coba lihat, apa yang terjadi ketika mereka tiba di darat?

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah."
Yohanes 21:9-12a

Di darat ternyata makanan sudah tersedia. Sudah ada ikan dan roti yang siap disantap. Tuhan Yesus tidak hanya sekedar tahu bahwa murid-murid butuh makanan. Tetapi Tuhan Yesus sendiri sudah menyiapkan semua makanan yang mereka butuhkan. Tuhan Yesus sudah menyiapkan ikan hasil tangkapan yang siap untuk diolah, tapi Tuhan juga menyiapkan ikan dan roti yang dapat langsung dinikmati murid-murid. Tuhan Yesus melayani murid-murid-NYA: murid-murid duduk sementara Tuhan memberi mereka sarapan pagi.
Ada dua jenis berkat dari Tuhan bagi kita:
- berkat Tuhan yang diberikan-NYA melalui usaha / tindakan kita (ikan hasil tangkapan),
- berkat langsung dari Tuhan kita tinggal menikmati (ikan dan roti di atas api arang).

Teman, dalam menghadapi hidup ini, ingatlah:
- kita tak sendiri, Tuhan Yesus selalu hadir
- Tuhan Yesus mengerti kebutuhan kita akan berkat
- dibutuhkan sikap jujur untuk memperoleh berkat Tuhan
- Tuhan Yesus tidak hanya mengerti kebutuhan kita tapi DIA juga memberikan apa yang kita butuhkan.

Tuhan Yesus memberkati

Putra Hulu
offc: arop50678[at]svsi.sanyo.co.id
hm: marafule[at]yahoo.co.id