• PDF

Ketika Tuhan Memanjakanku

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 27 Agustus 2009 14:53
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 3671 kali

Aku ingat betul hari itu. Hari ketika aku merasakan Tuhan memanjakan diriku. Mungkin cerita ini terdengar terlalu biasa-biasa saja. Atau bahkan dianggap terlalu melebih-lebihkan hal yang sebenarnya biasa saja.

Tetapi itu tidak bagiku, terutama pada hari itu.

Hari itu Kamis, 13 Agustus yang lalu. Beberapa hari sebelumnya aku masih terbatuk-batuk dan tak ingin keluar rumah. Jakarta tak pernah terlalu bisa menarik hatiku. Kota ini terasa panas sekaligus dingin. Panas karena polusi yang pekat dan hawanya yang memang panas. Dingin karena begitu banyak orang yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan mereka. Hiburan yang ditawarkan kota ini kebanyakan hanya berupa mal. Aku tak suka mal. Dan aku hanya ke mal jika memang hendak bertemu teman atau jika hendak membeli sesuatu. Ya, aku masih batuk dua hari menjelang hari Kamis itu. Dan tiba-tiba seorang teman, Mbak Imelda, mengajakku untuk bertemu; untuk jalan-jalan bersama. Kami hendak ke Cibinong, bertemu seorang teman, Achoey.

Apa yang harus aku lakukan untuk segera mengusir batukku? Ya, aku sudah minum obat. Tetapi entah mengapa ajakan kawan itu membuatku merasa lebih sembuh. Dan aku yakin aku sembuh pada hari Kamis itu. Sim salabim! Aku pun merasa sudah cukup sembuh.

Kamis pagi itu aku datang ke rumah Mbak Imelda, dan sesampainya di sana aku sudah bertemu dengan seorang teman yang baru kujumpai pertama kalinya, Eka Situmorang. Aku, Mbak Imelda, dan Eka sebenarnya bisa dibilang teman baru. Kami biasanya hanya bertemu di dunia maya dan hubungan kami hanya sebatas saling mengomentari tulisan di blog masing-masing. Dan kali ini kami bertemu bertiga untuk pertama kalinya. Dan Achoey? Kami juga baru akan bertemu untuk pertama kalinya.

Singkat cerita, kami berempat bertemu. Dan suasana pertemuan itu terasa akrab. Aku sama sekali tidak ingat bahwa aku batuk beberapa hari sebelumnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Taman Safari. Achoey tidak ikut. Jadi, cuma Mbak Imelda plus anaknya Riku dan Kai, Eka, dan aku. Seperti yang sudah diketahui, di Taman Safari Cisarua ini kita bisa menyaksikan bermacam-macam binatang. Awalnya aku biasa-biasa saja menyaksikan binatang-binatang itu. Ada harimau putih, monyet, kijang, kuda nil, merak dan masih banyak lagi. Tapi kok lama-lama aku jadi pengen nangis ya menyaksikan semua itu? *Hey, ini waktunya bersenang-senang! Bukan waktu untuk menangis.* Tapi sungguh mataku memanas saat menyaksikan jerapah yang memamerkan leher panjangnya, yang dihiasi bulu warna cokelat berbentuk kotak-kotak. "Coba perhatikan, bulu matanya bagus deh!" begitu kata Mbak Imelda. Duh, kalau aku tidak tahu malu, aku pasti sudah benar-benar menangis. Apa pasalnya? Saat itulah aku merasa Tuhan seperti memanjakanku. Mengelilingiku dengan binatang cantik berleher panjang itu, dan teman-teman yang baru kujumpai. Kami tertawa, saling bercerita, dan takjub melihat keindahan binatang-binatang itu. Rasanya aku seperti dipeluk dengan hangatnya ... oleh Tangan yang tak terlihat; yang seakan dengan empuknya memberikan aku sebuah sandaran.

Ya, sejak aku ke Jakarta, mau tak mau aku harus mengakui bahwa ada yang hilang. Ada beberapa teman yang biasanya dekat dan mudah kujangkau kini tak bisa seperti dulu lagi. Awalnya aku tak menyadarinya--dan mungkin tak mengakuinya. Tetapi toh akhirnya kesadaranku mengatakan bahwa memang ada yang harus "dilepaskan" dan tak bisa lagi kupegang erat-erat. Ada banyak keindahan lain yang lebih bisa kunikmati jika aku tak hanya memandang pada satu arah saja--pada masa lalu.

Dan di hari Kamis sore itu aku merasakan keindahan itu: sebuah pertemanan dan kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan Tuhan. Hari itu aku betul-betul merasa dimanjakan-Nya.  Sampai saat ini aku masih bisa merasakan getaran kasih-Nya yang diberikan kepadaku pada saat itu. Aku tak akan pernah melupakannya.

 

*Tulisan ini turut dipersembahkan untuk Imelda Emma Veronica Coutrier dan Eka Situmorang ;)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Eka Situmorang - Sir  - Kartu Kredit??? Perlu Gak Sich?!     |202.154.177.xxx |27-08-2009 22:29:05
Suatu pengalaman yang indah juga buatku mbak Kris..
Aku inget pas mbak Kris
ngomong soal jerapah itu, iya mereka cantik sekali.

Dinginnya Jakarta memang
kadang kejam mbak, tapi justru melalui itu mbak Kris mengalami hangatnya kasih
Allah.

Jiiiah... mau nangis juga nih...
Thank u untuk kebersamaannya mbak,
untuk membantu saya melihat pertemuan itu dari perspektif berbeda....

salam,
EKA
Imelda Coutrier  - Sakit kelapa eh kepala     |203.212.48.xxx |28-08-2009 00:03:20
Iya ya Kris, kita baru sadar kasih Tuhan kalau kita mau membuka mata dgn
kehadiran orang atau binatang/alam di sekitar kita.

Baru kali itu loh, saya
mengamati binatang selama itu, sampai bisa memotret satu per satu, tanpa ada
rasa harus buru-buru.

Wah aku juga jadi terharu. Sayang sekali rasanya waktu
itu cepat berlalu ya, tapi mungkin karena singkat begitu baru kita bisa
hargai.

Terima kasih atas tulisan yang berharga ini.
fitri   |114.123.212.xxx |18-03-2010 22:40:29
hai q respect banget dgn tulisan nya mbak kris... thanks a lot... nguatkan
banget... buat kita sadar bahwa TUHAN tu selalu punya cara untuk nyatakan DIA
bersama kita... tq
Habel  - Jangan katakan Sim Sala Bim!     |222.124.156.xxx |12-01-2011 03:14:07
Sayang sekali, Anda mau disembuhkan Tuhan Yesus saat itu, tidak ucapkan Dalam
Nama Tuhan Yesus, malah ucapkan Sim Sala Bim. Tuhan Yesus ingin kita tidak
ucapkan Sim Sala Bim karena Sim Sala Bim adalah kata sia-sia, yang membuat
ibadah kita menjadi sia-sia. Sim Sala Bim adalah "kata Magic" yang
dipopulerkan oleh Dante, bahkan, acaranya bernama Sim Sala Bim. Actually, it was
a magical phrase taken from a popular Danish fairy tale (Dante was from
Denmark). Sebenarnya, hal ini merupakan ungkapan magis yang diambil dari sebuah
dongeng populer Denmark (Dante berasal dari Denmark).
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."