• PDF

Apakah HP Keluaran Terbaru Akan Membuat Hati Kita Menjadi Baru?

Penilaian Pengunjung: / 9
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 14 November 2009 12:52
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 4780 kali

Aku ini termasuk lemot untuk urusan HP. Lemot itu karena aku malas sekali untuk gonta-ganti HP. Biarpun sekarang zamannya HP lebar dan besar, aku tidak (eh ... belum kali ya) tertarik untuk mengganti HP tipisku ini dengan model yang terbaru itu. Prinsipku asal baterainya belum soak, ya tidak kuganti. Lagi pula, yang penting ada pulsanya. Kalau punya HP keren tapi nggak ada pulsa? Mau ngapain coba? Manyun aja deh.

Kalau aku sedang berada di tempat umum, katakanlah di dalam bus patas, aku akan dengan mudah melihat orang-orang yang sedang memencet-mencet HP mereka. Tentunya HP yang besar-besar dan lebar itu. Begitu juga kalau di mal-mal, banyak sekali orang asyik dengan HP semacam itu.

Dan yah, harus diakui HP lebar itu sekarang sedang tren. Ini mengingatkanku pada masa SD dulu, ketika hampir semua temanku memiliki tas koper untuk dibawa ke sekolah. "Wah sepertinya keren ya kalau ke sekolah pakai tas koper." Mendadak sepertinya ada kebutuhan untuk menjadi sama dengan teman-teman yang lain. Aku lupa apakah aku merengek-rengek pada orang tuaku untuk dibelikan tas koper atau tidak, tapi mungkin juga aku merengek dan membuat bising di rumah. Hehehe. Yang jelas, aku akhirnya punya tas koper. Wah, senangnyaaaa .... Kutenteng tas itu dengan penuh kebanggaan. Lalu ketika membukanya, aku lalu membanding-bandingkan bagian dalamnya dengan tas koper milik temanku. Akhirnya aku sama seperti teman-temanku yang lain. Nah, tren ala tas koper itu kupikir tak jauh berbeda dengan tren telepon genggam yang lebar dan besar itu.

Bagi sebagian orang, tidak mengikuti tren mungkin membuat tidak nyaman. Jika tidak mengikuti tren barangkali kita seperti orang yang memakai baju polos, sementara hampir semua orang memakai batik. Kita mendadak merasa tidak nyaman, padahal tidak ada yang mengharuskan kita memakai batik. Kita mendadak merasa tidak nyaman, padahal toh kita masih memakai baju yang rapi, yang warnanya pun masih bagus, yang semua jahitannya masih terkelim dengan baik. Namun, karena kita berbeda dengan hampir semua orang, kita menjadi kagok. Berbeda memang kadang tidak menyenangkan, ya?

Perkembangan HP yang cepat itu tanpa sadar mempengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku. Model-model HP yang baru menggelitik kita. Sepertinya kok mendadak ada yang kurang ya kalau kita tidak memiliki HP macam itu. Apalagi, teman-teman kita mulai memiliki dan menggunakannya. Bukan sekadar kenalan loh, tetapi kini teman-teman dekat kita sudah memilikinya. Lalu, kita merasa punya kebutuhan untuk menjadi seperti mereka. Dan biasanya orang-orang yang memiliki kesamaan akan memiliki aktivitas yang sama pula. Misalnya, suatu kali aku ditanya oleh seorang teman (lewat FB), "Pinmu berapa?" Dengan bodohnya aku berpikir, gile nih orang, nanya-nanya pin. Masak aku mau memberikan pin ATM-ku? Lalu suamiku mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pin itu adalah pin Blackberry (BB). Oalah ... aku menertawakan kebodohanku. (Nah, semakin jelas kan ke-lemot-anku dalam soal HP itu?) Coba pikir, kalau semua teman dekatku punya BB, dan mereka bisa chatting dengan leluasa, sementara aku sendiri yang tidak punya, bagaimana coba? Sepertinya dorongan untuk memiliki HP serupa akan begitu kuat. Dan aku yakin, dalam waktu singkat, pertahananku untuk tidak mengganti HP akan jebol juga. Bukan tidak mungkin aku yang semua keukeuh untuk tidak mau mengganti HP sebelum HPku rusak, akan berubah. Aku toh manusia biasa yang kadang masih tidak tahan terhadap godaan loh. Hehehe

Sekarang ini rasanya perkembangan HP semakin cepat saja. Sepertinya dalam hitungan bulan, akan muncul model HP yang baru. Dan entah bagaimana kurasakan manusia seakan semakin "rakus". Seolah-olah kita tidak pernah puas. Kenapa bisa begitu ya? Karena tanpa sadar kita "dididik" untuk rakus. Tanpa sadar, iklan-iklan yang mejeng di jalanan, di majalah, dan di berbagai di media massa itu seolah-olah mengatakan bahwa barang yang kita miliki ini sudah ketinggalan zaman; sudah saatnya diganti karena sudah ada barang yang lebih bagus. Padahal, barang yang kita miliki (misalnya, HP itu tadi) masih bagus. Masih bisa dipakai. Tidak rusak. Paling-paling hanya warnanya saja yang sudah pudar sehingga tampak kusam saat disandingkan dengan HP keluaran terbaru.

Dulu ketika masih kuliah, saat ada teman yang pulang KKN, biasanya akan ada cerita-cerita yang lucu. Salah satunya adalah di desa yang nun jauh di sana, yang jauh dari kota dan masih belum kebagian listrik, penduduknya cukup kaya karena hasil pertanian mereka bagus. Dan tahu apa yang mereka beli? Yak, betul ... mereka membeli lemari es. Loh, padahal pasokan listrik saja belum ada kok mau pasang lemari es? Iya, lemari es itu cuma buat lemari baju. Lemari baju yang keren kan? Ini hal yang aneh, lucu, atau menyedihkan? Entahlah. Tetapi kupikir kalau kita hanya mengikuti tren, mungkin sebenarnya kita pun mirip-mirip dengan mereka. Mungkin lo, ya ... pikir saja sendiri bagaimana sebenarnya diri kalian.

Jika kita mau berdiam diri sejenak, mungkin kita tak akan mudah begitu saja mengikuti arus tren. Barangkali kita bisa merenung sejenak sebelum memutuskan untuk berbelanja. Dan sebaiknya sih kita menjadi konsumen yang kritis. Mengapa kita membeli X dan bukan Y? Sebenarnya barang yang kita akan kita beli itu apa sih? Apakah memang perlu? Apakah kita benar-benar butuh? Yaelah ... banyak banget pertanyaannya. Jangan-jangan malah nggak jadi beli nantinya. Tetapi bukankah sepertinya memang ada kekuatan yang entah dari mana datangnya, yang seolah-olah menuntut kita untuk membeli ini dan itu, yang mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bahagia jika tidak memiliki ini dan itu? Dan jika dikaitkan dengan HP, apakah HP keluaran terbaru akan membuat hati kita menjadi baru?

Uh, tulisan ini lagi-lagi sepertinya tak ada ujungnya dan aku makin tak jelas mau ngomong apa ...  

(Ini hanya sebuah catatan refleksi ala orang yang otaknya pas-pasan setelah mengikuti Seminar Teknologi Inovasi dan Dampaknya Bagi Kebijakan Publik, Selasa 10 Oktober 2009, oleh Yanuar Nugroho,  Ph.D., di STF Driyarkara, Jakarta. Tulisan ini juga dimuat di http://blognyakrismariana.wordpress.com)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
ida   |125.163.251.xxx |16-11-2009 19:42:26
at3nn3ta  - menggati Hp lama dg yg baru   |220.255.7.xxx |17-11-2009 13:11:40
Tidak salah menggantikan Hp lama dg yg baru. Yg salah adalah, kalo qt sndiri
tdk tau mngapa Hp lama hrs diganti dg Hp baru...pdhal: Kondisi Hp scara utuh
smua ok, batrei,radio,camra,suara,utk sms, smua okay.
Anonymous   |110.137.196.xxx |21-11-2009 16:32:40
Gak apa ganti HP klo memang bisa mendukung performance (gak cuman gaya2an n
buang2 duit aja).
Anonymous   |110.137.196.xxx |21-11-2009 16:33:30
Piss
Simon anderson  - HP baru???   |220.109.230.xxx |22-11-2009 20:06:07
sy hnya pnya 2 jenis HP dlm 8 thn ini..
1 yaitu HP bekas Bapa sy skrt 8 thn yg
lalu krn sy lulus SMA
n yg k2 yaitu HP yg skrng,HP hasil kerja sndiri..dan itu
pun sy beli krn sy bekerja di negeri org lain..dipakai tuk komunikasi sesama
tmn..
sbnrnya sy mampu tuk beli HP yg lg tren..entah BB ato iphone ato yg
harganya 10 juta lebih..
tp yg jd persoalan??apa sy butuh itu??sy rasa sy tdk
butuh itu..
bahkan uang yg jutaan itu bisa dipakai tuk hal yg lbh berguna..uang
kuliah..ato bahkan untuk keluarga..

n..menjadi sama sprti org lain..ato ikut2an
org lain..ibarat kita tdk pnya pndirian..n kt tdk mengenal diri kita sndiri..apa
yg kt butuhkan n apa yg CUKUP untuk kita..

n mnjadi sprti org
lain..mnggambarkan diri kita yg mudah menjadi serupa seperti DUNIA...sprti yg
tertulis di ROMA 12 :2 ; terpengaruh n tdk mengenal diri sndiri..

hanya sebuah
pendapat dr sy yg ingin lebih lagi mengenal Bapa...^^
Emba Tampang Allo  - re: HP baru???   |125.163.248.xxx |23-02-2010 00:45:44
Simon anderson wrote:
sy hnya pnya 2 jenis HP dlm 8 thn ini...

...saya sependapat dengan opini Bpk. Simon....di masa modern ini
(tepatnya konsumerisme), kadang kita tidak bisa memisahkan keinginan
dengan kebutuhan

Salam,
sandra  - apakah hp keluaran terbaru akan membuat hati menja   |Registered |05-03-2010 19:03:15
di zaman modren ini banyak pilihan dan tawaran yg datang kepada kita. semuanya
menawarkan yg baik2, keren2 supaya menarik hati. oleh karena itu, kita lah yang
harus jeli, apakah sesuatu tersebut sesuai untuk kita dan memberikan kebaikan
bagi kita. tentunya, dibutuhkan hati yang bijak dan hikmat Tuhan untuk
menentukan hal tsb. di zaman sekarang, bila kita tdk berjalan dengan Tuhan, akan
mudah diombang-ambingkan permainan zaman ini.
andika adza  - cinta dalam hati     |110.137.31.xxx |06-05-2010 21:17:31
ku mencintaimu sepenuh hati walaupun kita takkan pernah zumpa
fitria  - santai aja   |182.1.157.xxx |28-07-2010 21:09:57
kalo aq santai aja, ngapain ngikutin tren terus kalo ternyata tidak penting buat
aq... sebab gitu itu tren selalu berubah tiap minggu bhkn hari mungkin... soo
sesuau kebutuhan aja, n jgn lupa berpadanan dgn yg ada... cceee illee
fitria  - santai aja   |182.1.157.xxx |28-07-2010 21:13:25
perubahan akan selalu terjadi... yg penting apa yg kita butuhkan ya udah...
kalo gk butuh untuk apa... soo santai aza... gak ngikuti gonta ganti, tp spy gk
gaptek sesekali pinjem pny tmn biar tau cr gunakannya..
Anonymous   |202.152.243.xxx |22-08-2010 11:01:42
Mbak Kris, sptnya dilema ini trjadi hampir pd semua orang... Melihat lebih pd
"keinginan" dan kurang melihat "kebutuhan". Eksistensi jd hal
yang penting... Dan keinginan u trus dibilang update jd godaan yg hrs disikapi
lbh bijak tips dr saya,... Mari lihat kebutuhan kita lbh dalam, jk sdh ckp
tepnhi dgn yg ada gpp.. Tp jk kebthan baru qta bth support lebih... Tdk ada
salahnya mencari yg baru dan yg tidak berlebihan... Cari yg agak bergaya classic
(tp tetap stylish) spy everlasting... Jgn bunuh lalat dgn bazooka, bgtu jg kl
kebutuhan qta sdrhana jgn spend budget u gadget/hp yang complicated krn alasan
skdr gaya n trend. Brgkali ada alokasi lain yg lebh bermanfaat... Krn keinginan
akan selalu ada dan tiada habisnya..., Smg bermanfaat, Tuhan memberkati
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."