• PDF

Pemulung yang Mengingatkanku

Penilaian Pengunjung: / 18
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 18 Januari 2011 12:04
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 6463 kali
Tadi pagi, sepulang dari pasar, aku berpapasan dengan seorang pemulung. Kulihat dia dari kejauhan, sedang mengaduk-aduk tempat sampah di sebuah rumah. Pakaiannya kumal berwarna krem dan terdapat bekas-bekas kotoran yang menempel. Kuperhatikan tak banyak yang diambilnya. Hanya tutup galon Aqua. Tapi harus kuakui, usahanya untuk mengaduk-aduk tempat sampah itu perlu diacungi jempol. Bisa membayangkan kan, bagaimana kondisi bak sampah yang terguyur air hujan? Mungkin ada genangan di dalamnya. Dan entah seperti apa isi bak sampah itu jika sampah organik dan non-organik bercampur. Yang jelas, baunya pasti aduhai ....

Mesti kuakui, sekelebat ada perasaan jijik saat melihat pekerjaan yang dilakukannya. Dan melihat penampilannya yang kacau itu, aku jadi membandingkan dengan penampilanku. Ya, walaupun cuma ke pasar dekat rumah, aku tak pernah memakai baju tidur yang sudah lecek. Kekumalannya membuatku--dalam beberapa detik--merasa jumawa, menganggap diriku lebih baik darinya.

Lord, have mercy. Tuhan ampunilah aku.

Kalimat itu berkelebat saat aku tersadar. Melihat pemulung tersebut, aku teringat pengalamanku saat ikut suatu pelatihan, di mana aku wajib "turun" ke jalan dengan ikut seorang pemulung. Aku ingat betul bagaimana perasaan yang timbul saat itu. Mendadak aku merasa tak berharga. Entah bagaimana perasaan seperti itu muncul. Mungkin karena selama ini aku menganggap orang-orang jalanan itu lebih rendah. Mungkin aku terlalu membandingkan penampilannya dengan penampilanku.

Sebelum turun menjadi pemulung, aku tanpa sadar mungkin menganggap diriku lebih baik, lebih bersih, lebih berharga. Saat itu aku juga memperingatkan diriku bahwa tak mungkin aku dilirik oleh para mahasiswa yang sedang bersliweran dengan sepeda motornya. "Ah, mereka tak mungkin memandangku yang memakai baju kumal seperti ini." Dari pemikiran seperti itu saja sebenarnya aku tanpa sadar selama ini sudah menganggap para pemulung--orang-orang berpenampilan lusuh dan kumal--lebih rendah daripada aku.

Pertemuanku dengan pemulung tadi pagi, mengingatkanku agar aku tak terlalu sombong. Semua orang punya kekurangan dan kelemahan. Lagi pula, apa sih arti penampilan di mata Tuhan? Mataku buta karena hanya melulu melihat penampilan--hanya memerhatikan apa yang tampak. Aku sama sekali tidak mengenal bapak pemulung itu. Siapapun pasti punya sisi baik, walaupun terlihat samar. Lagi pula, pekerjaan pemulung itu ada gunanya juga buat kita. Walaupun mungkin dia selama ini bekerja untuk mencari nafkah, tanpa disadari dia membantu mengumpulkan sampah non-organik yang bisa didaur ulang.

Bagaimanapun, aku merasa diingatkan oleh bapak pemulung tadi pagi--bahwa tak seharusnya aku hanya melihat penampilan. Tak perlu pula memandang rendah orang lain yang tampak lebih kumal...
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
agustina  - ucapan syukur   |124.195.20.xxx |20-01-2011 14:11:35
terima kasih buat renungan hari ini yg mengingatkan aku siapa sebenarnya
diriku.di dunia ini yg membedakan dgn manusia yg lain adalah kasta.tgkat
ekonomi.org menganggap bahwa kekayaan lebih dari segalanya..jadi diri sendiri
itu lebih baik dari pada mencoba untuk menutupi keadaannya sendri dengan yang
sebenarnya..
Amos  - Benar   |125.167.197.xxx |26-01-2011 19:42:54
Benar. Kita sebagai Orang terutama Orang yg percaya pada Tuhan, tidak seharusnya
memandang rendah orang lain, karena kita tidak "BERHAK"

Ingatlah kita
dulu juga adalah "Sampah" sehingga datang "Si Pemulung" yg
mengangkat kita dari dosa. Dia rela turun meninggalkan segala kemewahannya hanya
untuk mengangkat kita dari "kubangan Lumpur dOSA"

terima kasih TUHAN,
karena kasih Mu hingga mau Memungut kami. AMIN
adhi   |111.95.57.xxx |30-01-2011 23:56:19
tks buat renungannya.. saya juga pernah mengalami hal spt itu...ketika saya
sedang berkeluh kesah kepada istri saya, saya melihat pemulung.... langsung saya
menyadari bahwa ternyata kita lebih beruntung dari mereka..dan kadang kita lupa
bersyukur..malah bersungut-sungut...

Lord....forgive us....
chris  - Thanks.   |182.6.61.xxx |07-02-2011 14:08:40
you bless me with those words...
lestari   |202.3.208.xxx |31-01-2011 16:34:45
TUHAN tidak pernah memperhatikan penampilan luar kita, namun Tuhan mau hati kita
yang baik, tulus dan ada kasih.

Mari kita meminta kepada Tuhan agar kita
diajari untuk memperbaharui hati kita.

Terima kasih untuk artikel ini. Gbus
Yeyentimalla Edison   |182.6.121.xxx |03-02-2011 00:04:30
Betul. Saya pun diam-diam kerap merasa lebih baik dari orang lain, dan masih
bisa merasa lebih baik karena tidak ungkapkan pada orang lain. Lupa... klo Tuhan
Yesus melihat. Jadi malu.
neny  - Pemulung   |118.99.77.xxx |05-02-2011 19:56:53
Rasanya saya pernah membaca renungan Mba yg diharuskan memakai baju pemulung dan
beraktifitas sbg pemulung beberapa tahun lalu di web ini.. terima kasih
renungan2nya, sangat meberkati sekali...
Tuhan memberkati !
tities sandya  - bertanya   |182.0.55.xxx |12-02-2011 00:53:03
Tuhan menyayangi kita apa adanya..
apakah kita juga harus merendahkan diri sama
seperti mereka lewat penampilan ??
lalu apa yang anda lakukan setelah mangalami
kejadian seperti itu ??
apa anda masih mengikuti "style" anda sampai
hari ini ??
trimakasih sebelumnya
Tuhan Memberkati
cathy  - pemulung   |182.4.92.xxx |18-02-2011 04:56:48
Tuhan tidak pernah memandang kita beda dengan orang yang ada dsekitar
kita....tetaplah rendah hati dihadapan Tuhan dan sesama...terima kasih buat
renungannya sangat memberkati kita semua...
widdiy  - Pemulung Agung   |Registered |22-02-2011 18:24:36
Tuhan Yesus adalah Pemulung Agung.
Dia memulung kita dari timbunan sampah dosa,
mengangkat kita, mencuci kita dengan darahnya, dan menjadikan kita berharga di
mata-Nya.
Rai  - Pemulung   |116.193.191.xxx |04-05-2011 15:42:10
Pemulung juga adalah anak - anak Tuhan kita harus bersyukur di berikan berkat
selalu dalam hidup kita memang seharusnya kita tidak hanya melihat ke atas tapi
baiklah kita juga melihat ke bawah karena masih banyak teman teman kita yang
kekurangan renungan yang sangat baik Tuhan Yesus memberkati
Toko Buku Kristen  - Toko Buku Kristen     |125.164.119.xxx |12-05-2011 22:05:54
Tahukah Anda bahwa Tuhan kita juga adalah Pemulung Agung yang memungut kita
sampah-sampah dan penuh dosa?
Revaival  - Mantan pemulung     |125.167.210.xxx |13-05-2011 17:06:58
saya juga mantan pemulung, puji Tuhan dengan kesetiaan saya sekarang bisa hidup
berkecukupan. sedih rasanya masih ada Anak Tuhan yang membenci
pemulung....manusia di mata Tuhan tidak ada yang berbeda
Widhi Mangesti  - Salut   |118.97.238.xxx |13-05-2011 18:47:08
Saya sungguh salut jika anak Tuhan apa yang dilihat membawa nilai positif
dan bernilai rohani baik bagi diri sendiri juga berkat bagi org
lain. karena saya juga pernah Tuhan ijinkan memperhatikan
pemulung". Hikmat yang saya peroleh "dia rajin bangun pagi2 bahkan
sebisa mungkin bangun lebih pagi dari yang lain spy tdk keduluan org
mendapatkan yang dia akan dptkan dr tempat sampah.Kedua dengan giat bahkan
dengan berlari2 dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Ketiga dng
giat dan kerajinannya dia tahu berkat yang bakal dia peroleh, yang mana
 sebelumnya dia telah bersepakat harga yang telah disetujui dg pihak
menampung
Nah itulah yang menyadarkan kpd kita semua yang telah
menerima Kasih Karunia Allah tentu kita tidak ogah2an bangun pagi2
bersaat teduh untuk menikmati Manna Surgawi dan menjalani hari2 aktivitas kita dengan
giat dan...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."