Mencintai Itu ... Kok Sulit, Ya?

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Tadi pagi aku kumat isengnya. Aku melontarkan pertanyaan yang enggak penting-penting amat ke Mita dan Tesa, teman seruanganku. "Eh, Mit, menurutmu kalau mendengar kata gula, kamu spontan mikir apa?"
"Manis," jawabnya pendek. 
"Kalau kamu, Sa?" tanyaku ke Tesa.
"Manis, juga."
Ternyata bukan cuma aku yang langsung mengasosiasikan kata gula dengan hal yang manis. Dan itu memang betul kok. Kalo gula enggak manis, bukan gula namanya. Iya nggak? :p

Menurutku, kata "cinta" itu seperti kata "gula". Bagiku, ketika mendengar kata gula, spontan yang terbayang di pikiranku adalah makanan yang manis atau teh hangat manis. Nyam ... nyam! Aku membayangkan donat yang atasnya ditaburi gula halus, brownies, kue sus dengan fla yang manis, jajanan pasar yang manis-manis. Plus teh hangat manis yang uapnya masih kemebul. Aduh, enaknyaaa ....

Tapi apakah gula melulu berkaitan dengan sesuatu yang manis? 

Rasanya enggak deh. Kurasa ada juga sebagian orang yang langsung mengaitkan kata gula dengan diabetes. Dan tahu sendiri kan, diabetes ini bukan termasuk nama jenis makanan enak. Justru yang satu ini nama penyakit yang merepotkan. Para penderita diabetes justru enggak bisa makan kue yang manis-manis. Jadi, kalau bertamu ke rumah orang lain, mesti bilang "Kalau bikin minum untuk saya, jangan dikasih gula ya!" atau "Gulanya dikiiiit aja!" Ya, gitu deh. Agak merepotkan memang. 

Trus, kalau tadi kubilang bahwa kata "cinta" itu seperti kata "gula", yang kumaksud adalah banyak orang yang begitu mendengar kata cinta langsung mengaitkannya dengan hal-hal yang menyenangkan: tentang pernikahan yang adem ayem dan bahagia, tentang kasih orangtua yang melindungi, tentang sahabat yang bisa jadi tempat curhat kapan saja, dan seterusnya. 

Tapi bagi orang yang sedang patah hati, kata cinta itu pasti bikin sakit! Lagi pula, siapa sih yang suka patah hati? Enggak ada! Semua orang pasti maunya memiliki hubungan yang baik-baik saja, yang membahagiakan, yang membuat nyaman. Namun, kalau akhirnya mendapati bahwa ternyata lebih baik putus daripada meneruskan hubungan tetapi makan hati, gimana enggak sakit tuh? Hhh! Semua jadi terasa hambar! Dan ketika mendengar kata cinta, mungkin ucapan yang keluar dari mulut adalah: "Makan tuh cinta!" Cinta mendadak menjadi sesuatu yang paiiiit! 

Sebenarnya cinta itu pada dasarnya manis. Pemanis hidup. Dan cinta menjadi semakin manis kalau dihadapkan pada orang-orang tercinta. Auw! Pasti asyik dong ngobrol dengan orang yang kita cintai. 

Beberapa waktu lalu aku sebal dengan seseorang. Apa yang dia omongkan di depan banyak orang dengan yang omongannya kepada orang lain secara pribadi lain banget. Hhh, menyebalkan! Dan kayaknya itu memang sudah bawaan orok deh. Jadi, susah banget mengubahnya. Ketika orang lain menunjukkan kesalahannya, dia menghindar terus. (Yee!) Nyebelin kan? 

Kadang aku enggak habis pikir dengannya. Pengennya sih, kalau ada dia, mending kabur deh! Dan di saat-saat seperti aku merasa bahwa mencintai itu ... kok sulit ya? Betapa enaknya jika kita hanya perlu mencintai orang-orang yang dapat sesuai dengan diri kita. Betapa enaknya jika kita tidak perlu mencintai orang yang besar kepala dan suka ngeyel. Betapa enaknya jika kita tidak perlu berbuat kasih kepada orang yang terus-menerus menyakiti kita. 

Tapiiii ... kalau kita melihat makna cinta di dalam Alkitab, dalam ucapan-ucapan Yesus, dalam kehendak Tuhan sendiri, cinta itu ternyata perlu kita berikan kepada semua orang, bahkan kepada MUSUH kita. Jadi, dengan kata lain, kita diperintahkan untuk berbuat kasih kepada orang yang membuat kita sebal, orang yang buruk kelakuannya, orang yang merongrong kita, dan seterusnya. Ingat, kan Yesus sendiri mengatakan bahwa hukum yang terutama adalah hukum kasih. Dan kasih itu diberikan tanpa perkecualian. 

Hmmm ... ya, mencintai itu memang kadang tidak mudah. Tetapi kita adalah orang-orang yang sudah dikasihi Allah, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengasihi orang lain--siapa pun itu. Mencintai memang kadang-kadang tidak bisa otomatis. Tapi marilah menjadi pejuang cinta sejati dengan mencintai orang yang bahkan tidak mengasihi kita ;). Lagi pula, kurasa Tuhan masih mencintai orang-orang yang menyebalkan itu kok. Nggak percaya? Tanya deh sama Tuhan ... Hehehe :)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."