• PDF

Pernikahan: Tidak Selamanya Indah ...

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 24 April 2009 16:48
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 1891 kali
Selama libur Idul Fitri kemarin, pertanyaan yang paling sering dilontarkan ke aku adalah:
1. Kerja di mana?
2. Kapan menikah? 
Yeee! Bosen deh! Tapi aku sudah kebal dengan dua pertanyaan itu. Sekarang aku enggak merasakan apa-apa saat pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan kepadaku. Biasa aja. Kujawab dengan senyuman, cukup kok! Aku enggak perlu menjawab dengan jawaban lengkap walaupun yang bertanya adalah orang yang lebih tua. Hehehe, nakal ya.

Memang, pertanyaan seperti itulah yang pas dilontarkan kepada orang yang masih single seperti aku ini. Jadi, kalau boleh diartikan lebih lanjut, orang yang sudah lulus kuliah, sudah kerja, maka langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah menikah. Marriage is something great! Hmm, ya. Mungkin begitu. Jadi, menikahlah ... menikahlah. Menikahlah supaya kamu dapat menikmati keagungannya.

Oke, di satu sisi aku sih setuju-setuju saja dengan hal itu. 

Tapiiii ... pas liburan lebaran kemarin aku juga mendengar cerita bahwa pernikahan itu tidak selamanya indah, tidak selamanya keagungannya dapat dirasakan. Kemarin aku mendengar kalau Bapak A sudah ditinggalkan istrinya yang berselingkuh. Lalu si B, kini berpisah dengan suaminya karena merasa sudah tidak cocok lagi. Padahal, usia pernikahan mereka belum sampai lima tahun. 

Sebenarnya apa sih yang mereka cari? Begitu pertanyaan salah seorang saudaraku. Ya, apa sih yang mereka cari? Aku tidak tahu. Kalau berharap mereka akan langsung dapat menikmati indahnya cinta di dalam pernikahan, sepertinya itu sama saja mimpi di siang bolong. Kubilang "sepertinya" karena aku sendiri belum menikah. Hehehe. 

Tapi aku sendiri pernah merasakan suasana "tidak nyambung" dalam sebuah hubungan. Tidak semua hubungan yang kulalui aman-aman saja. Aku pernah juga berusaha mengajak ngobrol dengan seseorang yang kusayangi, tapi selalu saja terjadi silang pendapat. Enggak pernah nyambung gitu, deh. Menyedihkan! Hiks... hiks! :(

Aku enggak kebayang kalau suasana tidak nyambung seperti itu terjadi dalam pernikahan. Kalau cuma sesekali sih, enggak apa-apa. Tapi kalau terjadi terus-terusan? Waduh! Payah deh. Makan hati beneran dong. 

Orang yang masih naksir-naksiran barangkali yang dilihat adalah hal yang enak-enak saja. Kaya pas zaman SMA dulu, ketika ada teman-teman yang jadian, sepertinya jalan mereka kok "tinggal sedikit" ya. Sepertinya tinggal nunggu lulus SMA, kuliah, kerja, trus nikah deh! Pendek kan jalannya? Padahal? Itu bukan jalan yang singkat deh menurutku. Itu adalah perjalanan yang cukup panjang. 

Bisa saja kan, pas kuliah ketemu dengan orang yang lebih pintar atau lebih cakep? Atau pas kita sudah bekerja, kita bertemu dengan orang yang lebih dewasa, lebih mapan, lebih pengertian. Siapa tahu? 

Kalau kita masih pacaran sih, rasanya sah-sah saja kalau kita putus dengan alasan yang rasional. Soanya ini berkaitan dengan hidup kita selanjutnya. Kita menikah kan bukan untuk bercerai. Pasangan hidup yang pas tidak ditemukan dalam semalam. Dan jika pasangan hidup kita tidak bisa menjadi sahabat untuk diajak curhat segala masalah, jika kita masih merasakan ada perbedaan prinsip yang tidak bisa dijembatani dengan pacar kita, hmmm ... rasanya mesti dipikir ulang deh untuk menikah dengan dia. Karena, kata orang-orang yang sudah menikah, pernikahan tidak selamanya indah. Kadang ada hal-hal tidak enak yang mesti dilewati. 

Jadi, memang mesti pintar-pintar untuk memilih pasangan hidup, deh. Tapi, kurasa kehendak Tuhanlah yang mesti kita utamakan. Ini termasuk dalam memilih pasangan hidup tentunya :D 
(Ini semua sebenarnya teori. Soalnya, aku sendiri kan belum menikah, hehehe. Tapi dari pembicaraan dengan orang-orang yang lebih dewasa dari aku, pelajaran itulah yang kudapatkan.)

Jogja, 26 Oktober 2006
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."