• PDF

Cinta = Tidak Pakai Itung-itungan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 24 April 2009 16:49
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 1668 kali
"Aku keterlaluan nggak sih sama dia?" tanya seorang temanku yang belakangan ini suka curhat sama aku. Ceritanya dia masih sebel sama mantan pacarnya. Dan dia enggak mau lagi membantu sang mantan. "Aku sudah berkali-kali membantunya, tapi ujung-ujungnya selalu dikecewakan." 

Jujur saja aku bingung mau menjawab apa. Sebenarnya hati kecilku mengatakan, itu agak keterlaluan sih. Sebenarnya dia bisa saja membantu, toh itu masalah kecil menurutku, tetapi karena sudah saking sakit hatinya, dia jadi ogah membantu gadis itu. 

"Gimana, yaaa?" jawabku bingung.
"Keterlaluan apa enggak sih?" 
Aku mau jujur enggak enak, kalau enggak jujur berarti aku bo'ong dong. 
"Gimana Kris?"
Aduh! Mesti menjawab apa nih? 
"Aku bingung mesti bilang apa sama kamu. Tapi lakukan apa saja seikhlasmu deh! Jangan didasari sakit hati. Nanti kamu sendiri yang kecewa."
Hehehe, kedengarannya bijaksana ya? Ngomong memang gampang sih. Kalau mempraktikkannya itu yang susah. 

Lagi-lagi, ini masalah cinta dan kerelaan hati. Pusing deh! 

Aku bukan pakar masalah cinta sebenarnya. Dan aku juga bukan orang yang kebal dalam urusan patah hati, sakit hati. Tapi pas sakit hati dan patah hati itulah aku jadi tahu bahwa inti agar urusan cinta-mencintai-dicintai itu lancar dan tuntas, mesti pakai bumbu kerelaan hati. Tanpa itu, cinta bakal jadi barang dagangan. 

Tapi menumbuhkan kerelaan hati memang enggak gampang sih. Soalnya kita dibesarkan di dunia di mana semuanya tidak ada yang gratis. Semua harus d-i-p-e-r-h-i-t-u-n-g-k-a-n! Itu yang jadi pegangan kita. Maka tidak heran jika aku pernah mendengar ada orang yang mengatakan, "Wah, enggak mungkin dong kalau aku mesti bermanis-manis di depan dia. Dia kan sudah nyakiti aku kayak gini. Jadi, ya maap aja deh kalau mesti berbaik hati sama dia!" 

Tapi kalau dipikir-pikir, apa sih untungnya itung-itungan? Memang sih kita harus bersikap tegas, tetapi ya itu tadi, mesti pakai kerelaan hati. Ketegasan itu dilakukan bukan demi membalas sakit hati kita, tetapi kita melakukannya demi kebaikan orang tersebut. 

Sekali lagi aku memang bukan pakar soal kerelaan hati. Aku pun kadang masih itung-itungan. Tapi aku sebenarnya ingin berubah. Dan enggak mau seperti itu lagi. Soalnya jika aku tidak pakai acara itung-itungan, aku lebih bebaaaas! Enggak percaya? Cobain aja deh!

Dan lagi, ini memang mudah kalau hanya diomongkan, dituliskan. Yang sulit adalah mempraktikkannya! Tapi ayolah kita berjuang. Aku percaya, kerelaan hati dan cinta akan membuat dunia menjadi lebih baik.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."