• PDF

Positif! Positif!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 16:03
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 1612 kali
Satu hal yang membuatku malas berkendaraan adalah MACET! Kemacetan di jalan raya memang bisa membuatku jadi setengah gila. Emosi jiwa, kalau memakai istilah Susan--salah satu teman editorku. Waktu di pagi hari sepertinya selalu memburu. Mengejarku sehingga memaksaku naik motor lebih cepat. Ngeeeeng!!!

Tapi hhh, aku sepertinya masih kurang lincah jika harus berhadapan dengan mobil-mobil berbadan besar yang jalannya seperti siput. Entah itu orang yang sedang mencari alamat, orang yang baru latihan nyetir, orang yang menganggap jalanan adalah warisan neneknya, orang yang tidak dikejar waktu dan santai-santai di jalanan, atau bus-bus gendut yang lenggak-lenggok mencari penumpang. Rasanya pengin banget membunyikan klakson keras-keras agar telinga orang-orang yang berjalan lambat itu menyingkir. Fuiih! Padahal detik di mesin absen kantorku terus berjalan. Gawat, bisa telat nih!

Dan aku kini mulai belajar menyalip. Kadang-kadang masih agak keteteran sih.

Eh, tadi aku mau ngomong apa sih? Sampai lupa. Hehehe.

Begini, aku kadang suka berpikir mengapa kita punya kecenderungan menyalahkan orang lain ya? Seperti kalau di jalan raya, aku suka juengkeeel dengan kendaraan-kendaraan yang jalannya pelan. Hhh .... Rasanya pengen meneriakkan kepada mereka, "Cepetan dong!!! Sudah mau jam 8 nih! Absenku bisa merah, tauk!?"

Tapi dari sekian banyak pengguna jalan itu, siapa yang peduli bahwa aku akan telat? Siapa pula yang bisa memahami jika aku butuh berjalan lebih cepat dari biasanya karena tadi aku bangun kesiangan? Rasanya tidak ada.

Semuanya itu tanggung jawabku. Hanya aku yang bisa mengatur agar aku tidak terjebak oleh emosiku sendiri yang muncul karena jengkel terhadap pengendara yang lain. Aku sendirilah yang bisa memilih untuk tidak jengkel. Untuk itu, yang perlu aku lakukan adalah berangkat lebih pagi, tidak tidur terlalu malam sehingga susah bangun ketika pagi masih gelap, dan seterusnya ... dan seterusnya.

Intinya begini, kadang-kadang (atau sering, ya?) kita merasa orang lainlah yang membuat kita mengalami kesialan. Ada sederet "gara-gara" yang langsung muncul di kepala kita ketika kita mengalami hal yang tidak enak. Gara-gara orang lain aku menjadi terlambat ke kantor. Gara-gara bus kota gendut yang menyemburkan gas hitam itulah aku jadi terbatuk-batuk. Dan seterusnya ... dan seterusnya. Tetapi sebenarnya kita sendiri punya kehendak bebas dan kita dapat memanfaatkannya. Misalnya, jika aku tidak mau terlambat, aku dapat memilih untuk bangun lebih pagi, untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu, untuk tidak malas-malasan. Jadi, apa yang bisa kita lakukan, itulah yang kita lakukan. Tidak perlu lagi menggerutu dan menyalahkan orang lain. Soalnya, bakalan capek kalau kita terus-menerus menganggap orang lain yang menjadi sumber permasalahan kita. Dan lagi pula, perilaku seperti itu tidak akan membawa kita ke mana-mana.

So, kita lakukan saja apa yang kita bisa dan tetaplah berpikir positif! :) Positif! Positif terussss...!

"Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Matius 7:2)."
Jogja, setelah 17-an 2007
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."