• PDF

Buku Kuno yang Asyik!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 16:05
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 1942 kali
Hari-hari ini aku sedang menyunting buku berjudul Yesus. Ini adalah kisah hidup Yesus yang ditulis dengan gaya bahasa biografi. Memang, bahan yang ditulis ada semua di dalam Alkitab. Tetapi, sang penulis menuliskannya dengan bentuk narasi, ditambah lagi catatan-catatan kecil berupa latar belakang sejarah yang biasanya tidak begitu jelas atau bahkan tidak ada di dalam Kitab Suci. 

Aku sangat menikmati karya ini, sampai-sampai imajinasiku melayang ke zaman Yesus dulu. "Wah, Yesus tuh benar-benar keren ya!" begitu kataku kepada Mita, teman sebelahku. Kami bekerja sama menyunting buku tersebut. 

"Coba kalau Alkitab yang biasa kita baca ini ditulis dalam bentuk novel. Pasti asyik! Dengan begitu, kita tidak akan malas membacanya. Soalnya, kadang-kadang aku tidak mengerti apa yang tertulis di Alkitab, padahal sudah membacanya berulang-ulang," ujarnya. 

Well, terlepas dari seperti apa gaya bahasa di dalam Alkitab, pesan yang terkandung di situ sangatlah dalam. Yang membuatku heran, kok bisa ya tulisan di zaman itu masih relevan sampai sekarang. Padahal, kalau aku membaca buku yang seumur dengan usia kakekku, terkadang aku menemukan gagasan-gagasan yang tidak up-to-date. Sudah kuno. Uzur. Dan sebaiknya memang tidak perlu dipakai lagi. 

Hal itu berbeda dengan pesan-pesan di dalam Alkitab. Tulisan-tulisan Paulus, misalnya. Sampai saat ini, aku sering terkagum-kagum dengan Paulus. Ide-ide yang ia tuliskan begitu lurus, jernih, dan kerap kali kena betul di hati. Kok bisa ya? (Garuk-garuk :p) Berarti Paulus tuh pintar banget dan memiliki relasi personal yang sangat dekat dengan Tuhan. 

Alkitab barangkali memang dianggap buku kuno di kalangan orang-orang zaman sekarang. Tapi syukurlah ada orang-orang yang menyediakan waktunya untuk membuat Alkitab menjadi lebih hidup dan lebih "menyentuh" kita-kita ini, sehingga kita dapat semakin bertumbuh dalam iman. Kalau tidak ada orang-orang seperti itu, mungkin tidak ada Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari, tidak ada Firman Allah yang Hidup, tidak ada Alkitab berbahasa Jawa, tidak ada The Message, dan sebagainya. Mungkin mereka harus melawan "arus", karena orang-orang di sekitar mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu tidak ada untungnya. Di antara orang-orang yang mengejar karier setinggi langit dan orang-orang yang mencoba mengeruk keuntungan segunung, mereka memilih jalan yang barangkali terdengar kuno. Ini mungkin pilihan yang tidak mudah. Membutuhkan banyak pengorbanan, menguras kantong dan air mata--barangkali. Kurasa, yang mendorong mereka melakukan itu adala kerinduan yang dalam agar semakin banyak orang mengenal Allah dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. (Duh, mulia bener ya misi hidupnya!)

Akhirnya, aku mendapat bahwa Alkitab--dengan bermacam-macam versinya itu--merupakan buku yang "asyik!". Itu adalah buku yang membantuku untuk mengerti bagaimana bersikap, membantuku membuat pilihan yang benar dari antara ratusan serta ribuan pilihan yang ditawarkan dunia, dan masih banyak lagi. Ini melebihi novel mana pun atau komik apa pun. Dan rasanya setiap kali membacanya, ada banyak pemahaman baru yang bermunculan. Asyik kan? 

Jogja, 20 September 2007
Buat Boe: Makasih atas kiriman The Message-nya ya! :D It helps me so much! 
Dan buat orang-orang yang telah mempersembahkan waktunya untuk mengotak-atik Alkitab agar lebih membumi, aku berutang budi kepada kalian. Terima kasih. Terima kasih semuanya :)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."