Tuhan Jadi Bos?

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Beberapa hari ini mood menulisku menguap. Rasanya buntu. Tidak ada yang mengalir dari otak ke jari-jariku untuk diketikkan di komputer. Kenapa ya? Sepertinya memang pikiranku tidak tertuju ke tulisan. Ide-ide yang muncul memang ada. Tapi sepertinya energiku lebih terpusat kepada hal lain, jadi ya tidak ada tulisan yang muncul. Mampet. 

Kurasa ini ada kaitannya dengan prioritas. Dan aku terlalu menuruti keinginan diriku sendiri. Kalau maunya ngobrol, ya ngobrol. Kalau maunya maen, ya maen. Kalau maunya tidur, ya tidur. Enggak disiplin ya? :D

Dari hal ini aku jadi berpikir bahwa prioritas itu penting. Dan kalau kita tidak mau dikendalikan oleh orang lain, maka mau tidak mau, kita mesti membuat prioritas. Kalau tidak, kitalah yang akan dimanfaatkan orang lain untuk menjalankan prioritas yang dibuatnya. 

Beberapa waktu lalu, waktu di gereja, pastor berkhotbah bahwa kita tidak bisa menaati dua tuan: mamon dan Tuhan. Harus memilih salah satu. Masalahnya, menaati Tuhan itu kadang tidak enak. Lebih tepatnya, sulit. Dan untuk dapat menaati Tuhan, tentunya kita perlu memprioritaskan Tuhan. 

Tetapi ya memang susah-susah gampang untuk menjadikan-Nya sebagai prioritas--lebih banyak susahnya daripada gampangnya. Ada banyak hal di dunia ini yang tampaknya jadi lebih nikmat dan mudah jika kita tidak perlu menjadikan Dia sebagai prioritas. Misalnya nih, untuk urusan makanan yang akan kita ambil saja tentu akan berbeda jika kita menjadikan Tuhan sebagai bos. Kalau kita memilih Tuhan, kita akan memilih makanan yang benar-benar membuat kita sehat. Dengan badan yang sehat, berarti kita sudah bersyukur karena menjaga tubuh yang sudah diberikan kepada Tuhan. Masalahnya, banyak makanan yang kita masukkan ke dalam mulut kita tanpa berpikir panjang. 

Aku sendiri kadang berpikir bahwa memilih untuk mengikuti Yesus itu sulit. Ada hal-hal yang menjadi tidak bisa dikompromikan lagi. Padahal, kan tidak semuanya mudah. Seolah-olah kita tampak rugi jika kita memang serius mengikuti Dia. Aku pikir, kenapa orang-orang di negara kita dapat melakukan korupsi, salah satunya adalah karena banyak orang melakukannya, dan itu dianggap wajar. Ini ibarat kalau hampir semua orang mempercepat laju kendaraan ketika lampu kuning, maka akan aneh kalau kita melakukan yang sebaliknya. Iya, kan?

Memilih Tuhan berarti memangkas hal-hal yang tidak perlu demi kehidupan kekal kita kelak. Ini tidak mudah. Tapi dengan pertolongan Yesus, kita mampu. 

Btw, prioritasku apa ya? Apakah Tuhan sudah menjadi bosku yang sebenarnya? Kayaknya memang perlu berbenah lagi deh :p
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."