Semuanya Berubah

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Ketika aku mudik, aku suka mengamat-amati kondisi lingkungan yang kulewati. Beberapa rumah di seputar rumahku sudah tampak begitu tua. Padahal seingatku, dulu rumah-rumah itu termasuk rumah yang paling bagus. Lalu ada pula sebuah hotel yang kini penampilannya bagaikan seorang nenek yang masih suka bersolek. Walaupun berusaha tampil cantik, tetap saja tampak tua. Keramik yang dipasang di dinding tak lagi tampak mengilat. Warnanya sudah abu-abu.

Lalu ketika aku ke gereja, kulihat para pasangan muda datang sambil membawa anak-anak mereka. Beberapa dari mereka adalah temanku. Lalu, hey! Itu kan dulu anak kecil yang sering menangis di gereja? Sekarang dia sudah menjadi remaja yang berbadan tinggi besar. Wah ...

Kalau kita melihat sekeliling, pasti kita akan melihat banyak perubahan. Orang yang dulu kurus, jadi gemuk (kaya aku hehehe). Yang dulu tampak cantik dan muda, sekarang mungkin masih tampak cantik tetapi kerut-kerut sudah mulai tampak. Ini kelihatan sekali ketika aku membuka album foto keluargaku. Aku dulu rupanya sempat gendut, kurus, dan sekarang mulai gendut lagi. Hehehe. Dua orang budeku yang dulu tampak segar bugar, sekarang sudah meninggal. Tanteku yang dulu tampak muda, terakhir aku bertemu dengannya mulai jadi kelihatan agak tua.

Ya, semua berubah!

Perubahan-perubahan yang kulihat itu mengingatkanku bahwa semua yang ada di dunia ini fana. Waktu seolah menjadi rakus karena memakan semua yang muda dan membuatnya menjadi tampak tua. Dan, ternyata aku pun tidak kebal dengan waktu! Hmmm ... Kadang aku lupa bahwa suatu saat nanti aku tidak akan lagi hidup di dunia ini.

Kalau mengingat hal ini, aku jadi semakin menyadari bahwa selagi hidup dunia ini kita mesti bijak. Bijak mempergunakan waktu. Bijak membuat keputusan-keputusan yang nanti tak akan kita sesali. Bijak dalam memilih aktivitas.

Hidup di dunia ini memang sementara. Jadi benarlah jika ayat-ayat di dalam Alkitab berulang kali mengingatkan kita bahwa kita mesti bijaksana, mesti sadar bahwa kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, mesti mengarahkan diri pada kehidupan kekal ....
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."