• PDF

Ngaku Pacar

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 16:13
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 2198 kali
Gawat! Ada orang yang mengaku pernah jadi pacarku. Weladalah! ...

Ceritanya, petang itu aku ditelepon kakakku. Dari cerita yang dia ceritakan itu, ujung-ujungnya ia bertanya, "Kamu kenal nggak kira-kira sama orang itu? Dia ngakunya, pernah jadi pacarmu."

He? Pacar?

Aku mencoba mengaduk-aduk ingatanku semasa SD sampai SMA dulu. Rasanya aku tak pernah punya pacar dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan kakakku tadi. Dari beberapa cowok yang pernah jadi temanku, entah teman dekat atau teman jauh, aku merasa tak pernah mengenal laki-laki yang-entah-bagaimana-berani-mengaku-pernah-jadi-pacarku-itu.

Waktu aku cerita kepada suamiku, dia malah tertawa. Dia bilang, "Pacarmu dulu banyak sih, sampai lupa!" Yeee ... malah diledekin. (Seingatku sih dulu lebih banyak cinta yang tak sampai daripada pacaran, hahaha!)

Jujur saja, aku kadang pelupa. Tapi kalau soal siapa saja yang pernah dekat denganku, aku nggak mungkin lupa. (Ini nggak ada hubungannya dengan apakah aku masih dekat dengan dia apa enggak lo. Kadang jarak, waktu, suasana, bisa menjadi sesuatu yang menjauhkan.) Ingatanku memang tidak terlalu bagus, tetapi aku masih ingat dengan jelas teman-teman semasa SD. Lha wong teman-teman semasa TK saja masih aku ingat, kok.

Eh, tapi aku juga pernah dilupain sama orang lo. Kemarin waktu ada pameran di senayan, aku ketemu dengan teman yang pernah ikut pelatihan di Jogja tahun lalu. Nah, waktu aku melihat dia di standnya, aku sudah mulai senyam-senyum. Tapi kok, dianya diam saja ya? Trus, iseng-iseng aku mendekati dia.

"Mbak! Dulu pernah ikut pelatihan PLKI di Jogja, kan?" kataku dengan memasang senyum paling manis. Aku yakin banget dia bakal menyapaku dengan heboh. Paling enggak, dia akan tersenyum lebih lebar dari aku. Tapi ...
"Iya, pernah. Tapi saya lupa sama mbak."
Gubraaak! Huuu... dongkolnya nggak usah dibilang. Malunya nggak usah diperinci. Jadi nyesel deh, kenapa tadi pakai acara obral senyum segala. Kenapa juga tadi iseng mau mendekati si mbak itu.

Tapi yaaa, sudahlah. Wong namanya lupa, mau diapain lagi? Nggak usah dipaksain. Lha kalau ternyata dia memang memorinya pendek, mau diapain lagi? Hehehe. (Tetep aja nyindir, nih... hahaha!)

Aku jadi berpikir, bagaimana ya kalau besok di akhir hidupku, aku digituin sama Tuhan. Padahal kan semasa hidup aku sudah berbusa-busa mengobral omongan soal Tuhan di Glorianet ini. Dan aku yakin hampir sebagian besar penduduk Indonesia ini kalau ditanya, "Apakah Anda mengenal Tuhan?" pasti jawabnya "iya". (Lha daripada dituduh yang enggak-enggak, mending bilang iya, kan? Hehehe.)

Tapi bagaimana kalau Yesus mengatakan, "... Aku akan berterus-terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!" (Matius 7:23). 

Wah! Ini pasti lebih telak daripada dibilang tidak dikenal oleh si Mbak tadi. Kalau kata Yesus di dalam kitab Matius sih, dikatakan bahwa bukan orang yang mengatakan "Tuhan, Tuhan! yang akan masuk kerajaan surga." Tapi justru orang yang mau melakukan kehendak Bapa, yang akan masuk kerajaan surga. Bukan orang yang hanya ngomong, tapi orang yang bertindak.

Jadi, rasanya aku enggak perlu ngomong panjang lebar deh. Yuk, kita perbaiki tindakan kita ...
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."