Krismariana, lahir di Madiun, pada tanggal 21 Juni. Masa kecil sampai SMA dia lalui di Madiun, lalu dia melanjutkan kuliah mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Setelah itu, tujuh tahun berikutnya dia menjadi seorang editor di sebuah penerbit kristiani, di kota yang sama. Setelah menikah dia menemani sang suami di Jakarta.

Kini dia beraktivitas di rumah dengan menjadi penerjemah dan editor freelance. Berharap bisa menulis sampai tua dan menghasilkan buku-buku yang bisa memberi inspirasi bagi orang lain adalah keinginan yang selalu dia sirami setiap hari.

Selain menulis di glorianet, tulisannya bisa dijumpai di blog pribadinya

  • PDF
  • Cetak

Ajakan untuk Lebih Bersemangat

  • Senin, 27 April 2009 16:08
  • Ditulis oleh Krismariana
Beberapa hari yang lalu, di sepanjang perjalananku ke kantor, tanpa aku sadari, setidaknya aku melihat 2 orang yang secara fisik kurang sempurna. Yang pertama, seorang laki-laki yang tidak punya kaki. Dia sedang memacu kursi rodanya di sepanjang jalan Kaliurang. Ketika melihatnya aku tidak berpikiran macam-macam. Aku menganggapnya seperti orang-orang lain yang berseliweran di jalan. 

Lalu, beberapa meter kemudian, aku melihat seorang perempuan buta sedang berjalan sendirian. Dia memegang tongkat yang digunakan sebagai alat bantunya.

Selanjutnya: Ajakan untuk Lebih Bersemangat

  • PDF
  • Cetak

Mengapa Tidak Bahagia?

  • Senin, 27 April 2009 16:08
  • Ditulis oleh Krismariana
Beberapa bulan yang lalu, aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di Jogja. Barang-barang yang dipajang bagus-bagus. Lebih tepatnya: mahal. Soal bagus dan tidak, itu subjektif. Ada pernak-pernik yang lucu-lucu. Ada tas-tas bermerek yang modelnya membuat ngiler perempuan kantoran. Ada juga baju-baju dengan warna dan modelnya yang keren abis dan bakal membuat pemakainya "manglingi".

Dan barang-barang mahal itu memang enak dilihat kok.

Selanjutnya: Mengapa Tidak Bahagia?

  • PDF
  • Cetak

Fokus pada yang Kekal

  • Senin, 27 April 2009 16:07
  • Ditulis oleh Krismariana
Kemarin sore aku menyusuri Jalan Solo. Karena sepatu sandalku jebol, dan aku tidak punya persediaan sepatu sandal lain untuk ke kantor keesokan harinya, maka mau tidak mau, aku menyempatkan diri masuk keluar toko sepatu. Wah, ternyata harga sepatu-sepatu sandal itu cukup mahal untuk ukuran kantongku. Kalau mau yang bagus dan ringan, aku harus siap-siap ambil duit lagi di bank. Yang harganya agak miring, biasanya modelnya kuno dan tampaknya tidak terlalu awet.

Di sepanjang jalan itu aku melihat jajaran toko-toko.

Selanjutnya: Fokus pada yang Kekal

  • PDF
  • Cetak

Kasih: Memutuskan Gerak Refleks Dunia

  • Senin, 27 April 2009 16:06
  • Ditulis oleh Krismariana
Suatu kali tema renungan kami adalah kasih. Tema yang kadaluarsa, ya? ;) (Sudah berkali-kali dibahas, maksudnya ....)

Tema renungan itu membuatku bertanya-tanya, sebenarnya kasih itu apa sih? Bagaimana sebenarnya aplikasinya dalam hidup kita?

Belajar tentang kasih membuatku teringat akan gerak refleks.

Selanjutnya: Kasih: Memutuskan Gerak Refleks Dunia

  • PDF
  • Cetak

Pergumulan yang Sama

  • Senin, 27 April 2009 16:06
  • Ditulis oleh Krismariana
Hari-hari ini aku menikmati pekerjaanku mengedit naskah terjemahan buku berjudul JESUS, karya Leith Anderson. Awalnya kupikir buku ini biasa saja, toh pengarangnya hanya mengurutkan secara kronologis perjalanan hidup Yesus. Semua sudah ada di dalam keempat Injil. Tetapi ternyata buku itu tidak sebiasa yang aku kira.

Dari buku ini aku jadi mengetahui gambaran keadaan masyarakat di zaman Yesus.

Selanjutnya: Pergumulan yang Sama

Selanjutnya...

Halaman 4 dari 38