Krismariana, lahir di Madiun, pada tanggal 21 Juni. Masa kecil sampai SMA dia lalui di Madiun, lalu dia melanjutkan kuliah mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Setelah itu, tujuh tahun berikutnya dia menjadi seorang editor di sebuah penerbit kristiani, di kota yang sama. Setelah menikah dia menemani sang suami di Jakarta.

Kini dia beraktivitas di rumah dengan menjadi penerjemah dan editor freelance. Berharap bisa menulis sampai tua dan menghasilkan buku-buku yang bisa memberi inspirasi bagi orang lain adalah keinginan yang selalu dia sirami setiap hari.

Selain menulis di glorianet, tulisannya bisa dijumpai di blog pribadinya

  • PDF
  • Cetak

Mencintai yang "Sesat"

  • Senin, 27 April 2009 15:53
  • Ditulis oleh Krismariana
"Hi... Jijik! Jijik, Dik. Ayo dipakai sandalnya," kata kakak sepupuku pada anaknya, Zidan, yang masih berumur dua tahun. Zidan memang lagi senang-senangnya jalan-jalan di tanah berpasir. Kakinya yang gemuk dan putih lembut itu jadi kotor. Cokelat kemerahan kena tanah. Dia masih terus menyaruk-nyarukkan kakinya ke pasir.

"Eh, dibilang pakai sandalnya enggak nurut. Ayo dipakai!" kata ibunya. Sekarang nadanya agak tinggi.

Selanjutnya: Mencintai yang "Sesat"

  • PDF
  • Cetak

Afghanistan: Sebuah Prasangka

  • Senin, 27 April 2009 15:52
  • Ditulis oleh Krismariana
Sepertinya ada beberapa kata yang membuatku senyam-senyum, meringis, geli, atau lapar mendadak. Misalnya, kata "cicak" akan membuatku geli karena aku jijik dengan cicak, kata "salad", "gado-gado", atau "asinan" akan membuatku lapar mendadak hehehe. Dan yang membuatku senyam-senyum adalah termasuk kata "e-mail", "sms", "royalti", atau "honor" hahaha! 

Belum lama ini aku membaca dua buah buku: Kite Runner dan Saudagar Buku dari Kabul. Dari dua buku itu sepertinya daftar kata yang membuatku meringis ngeri bertambah lagi: Afghanistan.

Selanjutnya: Afghanistan: Sebuah Prasangka

  • PDF
  • Cetak

Bisakah Orang Sakit Memuliakan Tuhan?

  • Senin, 27 April 2009 15:52
  • Ditulis oleh Krismariana
Beberapa hari yang lalu aku pergi ke toko kain untuk membeli kain seprei. Ibu yang menyuruhku. Aku pun pergi ke sebuah toko kain di daerah Demangan. Toko itu sepi, dan sepertinya saat itu cuma aku pembelinya.

Ketika aku masih melihat-lihat kain, tidak sengaja aku melihat tangan seorang bapak, pegawai toko tersebut. Salah satu tangan bapak itu jempolnya ada dua, dan nyambung! Ups. Aku jatuh iba melihatnya. Lalu aku melihat jempolku sendiri. Betapa jarangnya aku bersyukur atas jempol normal yang aku miliki ini.

Selanjutnya: Bisakah Orang Sakit Memuliakan Tuhan?

  • PDF
  • Cetak

"Tuhan" di Dalam Tas Ranselku

  • Senin, 27 April 2009 15:51
  • Ditulis oleh Krismariana
"Hey, dompetku mana nih? Aduh!" 
Aku mendadak berkeringat dingin ketika tidak kulihat benda berbentuk nyaris kotak berwarna cokelat tua itu. Siang itu aku baru balik dari bank. Tadi aku memang sempat mengeluarkan dompet untuk mengambil KTP. Aduh, gawat deh kalau sampai hilang. 

Kuubek-ubek lagi tas ranselku. Kubuka mataku lebar-lebar untuk meneliti bagian dalam dari tas ranselku. Mungkin tasku kebanyakan barang. Terlalu campur-campur isinya. Aku yakin tadi aku sudah memasukkan kembali dompetku ke dalam tas ranselku. 

Selanjutnya: "Tuhan" di Dalam Tas Ranselku

  • PDF
  • Cetak

Mencuci Bersama Tuhan :)

  • Jumat, 24 April 2009 17:00
  • Ditulis oleh Krismariana
Tanggal 2 Juni kemarin kantorku memutuskan untuk meliburkan karyawannya. Horeee! Lumayan kan libur tiga hari. 

Tapi mau ngapain ya selama libur? 

Ternyata banyak yang bisa dikerjakan selama libur: nyapu, ngepel, nyuci baju, beres-beres kamar. Hmmm! 

Dan mulailah aku mencuci baju. Alamaaak, baju kotorku ternyata banyak banget! Apalagi aku baru pulang tugas dari Surabaya. Jadi bertambah deh tumpukan baju kotorku.

Selanjutnya: Mencuci Bersama Tuhan :)

Selanjutnya...

Halaman 6 dari 38