Krismariana, lahir di Madiun, pada tanggal 21 Juni. Masa kecil sampai SMA dia lalui di Madiun, lalu dia melanjutkan kuliah mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Setelah itu, tujuh tahun berikutnya dia menjadi seorang editor di sebuah penerbit kristiani, di kota yang sama. Setelah menikah dia menemani sang suami di Jakarta.

Kini dia beraktivitas di rumah dengan menjadi penerjemah dan editor freelance. Berharap bisa menulis sampai tua dan menghasilkan buku-buku yang bisa memberi inspirasi bagi orang lain adalah keinginan yang selalu dia sirami setiap hari.

Selain menulis di glorianet, tulisannya bisa dijumpai di blog pribadinya

  • PDF
  • Cetak

Pengin Pernikahan yang Memuaskan?

  • Jumat, 24 April 2009 16:50
  • Ditulis oleh Krismariana
Kalau aku boleh menentukan kisah apa yang paling berpengaruh dari zaman jebot sampai sekarang, maka aku akan menyebutkan kisah Cinderela. Terserah deh apa kata orang. Tapi dari fenomena yang ada, aku melihat bahwa banyak perempuan yang ingin jadi Cinderela. Ingin seberuntung dia. Ingin berkenalan dengan cowok keren yang kaya trus jadi istrinya. Nyam ... nyam ... nyam! Rasanya hidup yang seperti itu bakal puas. Jadi, gampangannya, kalau kita bisa seperti Cinderela itu, hidup kita bakal enak ... nak ... nak! Tapi apa benar begitu?

???

Selanjutnya: Pengin Pernikahan yang Memuaskan?

  • PDF
  • Cetak

Cinta

  • Jumat, 24 April 2009 16:49
  • Ditulis oleh Krismariana
"Aku mencintaimu."
Glek!
"Kamu sendiri bagaimana?"
Glek! ... Glek! 
Aduh! Mesti menjawab apa nih? 

Terus terang, aku agak sulit menjawab pertanyaan seperti ini. Bukan apa-apa sih, soalnya yang tanya itu TUHAN. Iya, Dia yang tanya.

Selanjutnya: Cinta

  • PDF
  • Cetak

Cinta = Tidak Pakai Itung-itungan

  • Jumat, 24 April 2009 16:49
  • Ditulis oleh Krismariana
"Aku keterlaluan nggak sih sama dia?" tanya seorang temanku yang belakangan ini suka curhat sama aku. Ceritanya dia masih sebel sama mantan pacarnya. Dan dia enggak mau lagi membantu sang mantan. "Aku sudah berkali-kali membantunya, tapi ujung-ujungnya selalu dikecewakan." 

Jujur saja aku bingung mau menjawab apa. Sebenarnya hati kecilku mengatakan, itu agak keterlaluan sih. Sebenarnya dia bisa saja membantu, toh itu masalah kecil menurutku, tetapi karena sudah saking sakit hatinya, dia jadi ogah membantu gadis itu. 

Selanjutnya: Cinta = Tidak Pakai Itung-itungan

  • PDF
  • Cetak

Pernikahan: Tidak Selamanya Indah ...

  • Jumat, 24 April 2009 16:48
  • Ditulis oleh Krismariana
Selama libur Idul Fitri kemarin, pertanyaan yang paling sering dilontarkan ke aku adalah:
1. Kerja di mana?
2. Kapan menikah? 
Yeee! Bosen deh! Tapi aku sudah kebal dengan dua pertanyaan itu. Sekarang aku enggak merasakan apa-apa saat pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan kepadaku. Biasa aja. Kujawab dengan senyuman, cukup kok! Aku enggak perlu menjawab dengan jawaban lengkap walaupun yang bertanya adalah orang yang lebih tua. Hehehe, nakal ya.

Selanjutnya: Pernikahan: Tidak Selamanya Indah ...

  • PDF
  • Cetak

Mencintai Itu ... Kok Sulit, Ya?

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 24 April 2009 16:45
  • Ditulis oleh Krismariana
Tadi pagi aku kumat isengnya. Aku melontarkan pertanyaan yang enggak penting-penting amat ke Mita dan Tesa, teman seruanganku. "Eh, Mit, menurutmu kalau mendengar kata gula, kamu spontan mikir apa?"
"Manis," jawabnya pendek. 
"Kalau kamu, Sa?" tanyaku ke Tesa.
"Manis, juga."
Ternyata bukan cuma aku yang langsung mengasosiasikan kata gula dengan hal yang manis. Dan itu memang betul kok. Kalo gula enggak manis, bukan gula namanya. Iya nggak? :p

Selanjutnya: Mencintai Itu ... Kok Sulit, Ya?

Selanjutnya...

Halaman 10 dari 38