Krismariana, lahir di Madiun, pada tanggal 21 Juni. Masa kecil sampai SMA dia lalui di Madiun, lalu dia melanjutkan kuliah mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Setelah itu, tujuh tahun berikutnya dia menjadi seorang editor di sebuah penerbit kristiani, di kota yang sama. Setelah menikah dia menemani sang suami di Jakarta.

Kini dia beraktivitas di rumah dengan menjadi penerjemah dan editor freelance. Berharap bisa menulis sampai tua dan menghasilkan buku-buku yang bisa memberi inspirasi bagi orang lain adalah keinginan yang selalu dia sirami setiap hari.

Selain menulis di glorianet, tulisannya bisa dijumpai di blog pribadinya

  • PDF
  • Cetak

Mereka Juga Manusia

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 03 September 2009 15:14
  • Ditulis oleh Krismariana

Siang di Jakarta hampir selalu menyengat. Aku biasanya malas sekali keluar rumah. Tapi hari itu aku ada janji dengan suamiku untuk nonton bareng. Yah, beginilah hiburan orang kota. Maklum, tak ada pemandangan alam yang cukup indah dinikmati. Jadi, harus puas dengan hiburan di layar lebar saja.

Dan siang itu aku naik metromini untuk menuju halte TransJakarta terdekat.

Selanjutnya: Mereka Juga Manusia

  • PDF
  • Cetak

Ketika Tuhan Memanjakanku

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 27 Agustus 2009 14:53
  • Ditulis oleh Krismariana

Aku ingat betul hari itu. Hari ketika aku merasakan Tuhan memanjakan diriku. Mungkin cerita ini terdengar terlalu biasa-biasa saja. Atau bahkan dianggap terlalu melebih-lebihkan hal yang sebenarnya biasa saja.

Tetapi itu tidak bagiku, terutama pada hari itu.

Selanjutnya: Ketika Tuhan Memanjakanku

  • PDF
  • Cetak

Mau Memberi Kelegaan atau Justru Memberi Beban?

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 20 Agustus 2009 15:03
  • Ditulis oleh Krismariana

"Dia ngomong nggak pakai perasaan," keluh temanku suatu sore ketika kami bertemu di sebuah restoran favoritku.

Aku hanya menatapnya dalam-dalam saat ia melontarkan keluhannya. Ya, aku tahu apa dia rasakan. Sebenarnya ini adalah cerita biasa--cerita klise yang mungkin dialami banyak perempuan.

Selanjutnya: Mau Memberi Kelegaan atau Justru Memberi Beban?

  • PDF
  • Cetak

Bukan Ibu yang Baik

Penilaian Pengunjung: / 17
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 12 Agustus 2009 10:12
  • Ditulis oleh Krismariana

Pertanyaan baru yang sering dilontarkan kepadaku akhir-akhir ini adalah: Sudah punya momongan belum? Atau, sudah ada yunior? Atau, anakmu berapa?

Kami baru setahun menikah, pertanyaan seperti itu sering banget dilontarkan kepadaku. Kebanyakan sih yang tanya adalah teman-teman lama yang kujumpai di muka buku alias facebook.

Selanjutnya: Bukan Ibu yang Baik

  • PDF
  • Cetak

Sebuah Hutang

  • Senin, 27 April 2009 16:13
  • Ditulis oleh Krismariana
Tempat tinggalku di Jakarta ini cukup strategis. Dekat pasar dan terminal. Jalur transportasi juga mudah. Apotek, dokter umum, juga ada. Kedai makanan ada beberapa di depan gang. Trus, yang lebih enak lagi adalah, banyak penjual bersliweran di sini. Siang-siang kalau mau jajan es atau bakso, tinggal melongok ke balik jendela, dan teriak, "Bakso, Bang!" sambil keplok-keplok alias tepuk tangan. Bahkan kalau tengah malam, penjual yang berteriak "Tee... Padang! Teee ... Padang!" masih saja lewat di depan rumah. Jadi, tak perlu takut kelaparan. Bahkan kalau pagi-pagi perut sudah kemrucuk minta diisi, kita tinggal memanggil para penjual ketoprak dan bubur ayam yang banyak bersliweran. Gampanglah!

Selanjutnya: Sebuah Hutang

Selanjutnya...

Halaman 2 dari 38