Dapur [1]

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 

Dapur adalah bagian rumah yang vital. Dari dapurlah kebutuhan hidup terpenuhi. Dari dapur pula, kelangsungan kehidupan melalui makanan tersajikan. Di dapurlah diolah berbagai macam jenis bahan mentah. Dirajam, dipanasi, dan berbagai macam aktivitas memasak. Akhirnya, makanan siap dimakan. Dan, sungguh lezat... Puji Tuhan Yesus.

Dalam kehidupan ini, kehidupan kita diolah, dimasak. Dimasak oleh siapa? Oleh Allah Bapa. Bagaimana Allah memasak kita?

Pertanyaan tersebut muncul... kita kan manusia. Bukankah yang dimasak hanya bahan-bahan makanan, seperti sayuran, daging dan bumbu-bumbu lainnya.

Allah mengolah dan memasak kita juga di dapur. Hanya dapur-Nya Allah Bapa, ialah Dapur Kehidupan. Kehidupan dengan berbagai macam kesengsaraan, kesulitan, cobaan. Melalui peristiwa-peristiwa itulah Allah memproses diri kita agar menjadi makanan yang lezat.

Agar matang butuh pemanas. Pemanas gunanya mematikan kuman-kuman manusiawi kita. Agar bumbu Allah sungguh merasuk dalam diri. Kalau menurut Allah rasa masakan kurang pas, maka Allah punya otoritas untuk mengolah lagi dengan menambah sedikit bumbu penderitaan. Agar lebih sipp. Jika potongan daging masih keras, maka panas api ditambah agar kedagingan kita bertambah lunak dan mudah dikunyah. Sehingga dagingnya enak dimakan oleh siapa pun.

Maka setelah semua olahan usai, diri kita siap dihidangkan kepada siapa pun. Sehingga keberadaan diri kita berkenan kepada Allah dan pasti siap menjadi berkat bagi siapa pun yang menikmati. Itulah masakan mak nyussss... versi Dapur Allah. Haleluya, Amin.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."