• PDF

Berdamai

Penilaian Pengunjung: / 12
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 23 April 2010 09:00
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 5378 kali

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku
Filipi 4:13

Ada seorang teman menderita kanker darah. Penderitaan tersebut ditanggung sejak sepuluh tahun lalu. Sepanjang waktu tersebut secara medis tidak boleh lepas dari obat. Beruntungnya tiga perempat waktu itu suplai obat berjalan dengan lancar. Namun sayangnya seperempat waktu belakangan suplai obat tersendat.

Ketersendatan suplai obat karena faktor ekonomi. Makin menipisnya kemampuan ekonomi membuatnya mengalami ketersendatan. Salah satu dampak terasakan yaitu badan terasa ngilu, mudah lelah, tulang terasa patah-patah. Kesulitan mendapatkan obat makin terasa berat ketika waktu tenggat mendapatkan obat makin dekat. Sementara uang untuk menebus obat belum ada.

Yang dapat dibagikan dari pengalaman ini adalah berdamai dengan sakit penyakit. Berdamai diwujudkan sungguh hati menerima sakit penyakit dengan senang hati. Meskipun sakit berat namun hendaklah keberatan sakit tersebut dinikmati setiap saat bahkan setiap tarikan napas. Kebersatuan berdamai terhadap penyakit memampukan untuk menjalani setiap tarikan nafas pula. Lain halnya sakit penyakit tersebut dirasakan. Maka beban beratlah adanya.

Ketika beban berat tersebut terasakan maka munculnya adalah penolakan terhadap sakit penyakit. Penolakan tersebut menghasilkan penolakan terhadap diri. Diri lemah, tidak sehat, tidak seperti orang lain mampu beraktivitas, hidupku tiada berarti bahkan apa rencana Allah terhadap hidupku yang lemah ini. Itulah ekspresi penolakan-penolakan secara eksplisit.

Penolakan secara eksplisit paling ekstrim adalah mengabaikan Allah sebagai Sang Penyelenggara kehidupan. Tindakannya adalah loncat dari lantai 30. Jump!!!

Jika seorang  teman sudah memanggul salib lewat sakit penyakit, disadari atau tidak sudah melaksanakan apa yang tertulis dalam kalimat pembuka yaitu, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Pengalaman berdamai sejatinya adalah wujud keberserahan kepada Allah Sang Penyelenggara Kehidupan. Allah masih memberi ruang dan waktu kepada kita meskipun dalam keterbatasan secara medis. Tetapi Sang Medis adalah Allah bukan dokter.

Secara teknis sulit dijelaskan tetapi dengan berdamai dan keberserahan terhadap Allah maka Allah pasti menunjukkan bagaimana berdamai dalam keberserahan kepada kehadirat Allah.

Bagi siapa pun di antara Anda dan saya, belajar dari pengalaman di atas, berdamai dalam keberserahan adalah berani dan rela meletakkan penderitaan kepada Allah. Penderitaan kita tidak perlu kita bawa kemana. Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih Allah. Amin

 

 

*) Terima Kasih Allah atas perjumpaan dengan teman istimewa ini ead.

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Christine  - Berdamai   |125.163.177.xxx |24-04-2010 21:33:15
Sekalipun saat ini detik ini aku tak kuat untuk menanggung semuanya...sekalipun
saat ini hidup segan mati tak mau...sekalipun saat ini kabut kelam serasa di
sekelilingku tapi biarlah satu hal aku percaya "Segala perkara dapat
kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku
Filipi 4:13"
Pendi Juniaman P  - Berdamai     |118.96.5.xxx |28-04-2010 20:51:03
Hidup harus bisa berdamai dengan segala orang, lingkungan maupun masalah yang
kita hadapi. Semoga kita tetap memiliki hati yang damai.
pendi@filamendo-sakti.com. Salam
maria   |203.130.201.xxx |03-05-2010 15:26:09
trimakasih Allah lwt renungan ini Kau bri ku kekuatan utk mampu hadapi sgala
persoalan hidup.Tq Lord
citra   |203.210.80.xxx |05-05-2010 06:02:32
AKUUU GAK MAUUUUUUUUUU!!!!!

AKU GA MAU TERIMAAAAA!
SendyBeatrix  - Berdamai   |125.160.103.xxx |07-05-2010 02:10:23
Saat ini saya diingatkan untuk berdamai dengan diri sendiri termasuk dengan
semua kelemahanku.. Aku tidak mampu tapi Allah akan menolongku. Makasi ya. GBU
Teo   |202.146.254.xxx |11-05-2010 00:26:35
tanpa adanya pengampunan terhadap diri sendiri, hubungan dengan Allah tidak akan
dapat pulih.
"God wants to heal, do i want to be healed as much as God wants
to heal me?"
Get's  - Renungan simple tapi indah   |125.160.136.xxx |15-05-2010 15:28:46
Semakin kita menolak untuk berdamai..semakin keras usaha kita.. semakin kita
tenggelam dalam kerusakan.

Berdamai dgn penderitaan adalah wujud perdamaian
kita dgn Kristus.. Kita punya Allah yang bisa dipercaya. thx Bro untuk
renungannnya
Anonymous   |64.255.164.xxx |25-05-2010 05:51:01
Thx u/ ceritanya...
setiap orang mempunyai masalah, & satu hal yg pasti, setiap
masalah itu akan teratasi kalau kita percaya & yakin padaNYA yg adalah Tuhan &
juruslamat kita..ok! God blesss..
Aguuuuus  - Rancangan Indah     |125.164.7.xxx |11-06-2010 02:16:53
Thx Oh Lord!one more You strengthen me. Mampu menyelami rancangan indah Tuhan
membuat kita mampu menghadapi pergumulan dan masalah.
irzam   |202.70.54.xxx |18-06-2010 06:54:32
sadar bahwa pa yang mao dilakuin ke depannya....adalah kepercayaan sepenuhnya

betapa terbatasnya kita smua tanpa DIA
kekuatan hidup adalh disaat kita benar2
menyadari bahwa hidup ini adalah anugrah dan menjalni hidup pun karna kasih
karunia...
tx..pap jc...luph poreper....
heberson pakpahan  - re: Berdamai     |219.83.63.xxx |08-07-2010 17:02:45
Christine wrote:
Sekalipun saat ini detik ini aku tak kuat untuk menanggung
semuanya...sekalipun saat ini hidup segan mati tak mau...sekalipun saat ini
kabut kelam serasa di sekelilingku tapi biarlah satu hal aku percaya
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan
kepadaku
Filipi 4:13"
MILA  - TERIMA KASIH   |202.70.54.xxx |13-07-2010 04:06:15
terima kasih krn lwt renungan ini aku diingatkan bhw ada byk sdr yg
menderita lbh drpdku,toh msh ttp semangat d beriman pd Tuhan.aku pun
harus!!
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."