• PDF

Pengibar Bendera

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 06 Agustus 2010 15:40
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 4732 kali

Kepada Sang Merah Putih HORMAT grakkk!!!

Itulah kalimat yang terucap ketika hendak memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih.

Tahun ini Kemerdekaan Indonesia memasuki tahun ke 65. Jika dihitung secara sederhana, berapa kali Anda dan saya memberi penghormatan bendera merah putih maka ketemunya 65 kali, itu bila hanya setiap tanggal 17 Agustus saja.  Ternyata ada hal menarik dari pengibaran bendera merah putih saat ditarik, dalam wilayah keimanan terhadap Allah.

Pengibar bendera menaikkan bendera merah putih ke atas, sedangkan peserta upacara memberikan hormat sambil melihat bendera naik secara perlahan pada tiang bendera. Melihat bendera naik ke atas artinya memberi penghormatan kepada para pejuang perebut kemerdekaan.

Momen pengibaran bendera tepat juga ditempatkan pada saat berelasi dengan Allah. Relasi Anda dan saya dengan Allah tepat juga dimengertikan melalui media bendera merah putih. Bendera merah putih merupakan “sesuatu yang bernilai, berharga” maka perlu dijunjung tinggi dan dijiwai dengan sungguh. Bahkan diupayakan secara terus menerus.

Merah putih ditempatkan di posisi atas demikian pula Allah. Hendaknya Allah Anda dan saya tempatkan di posisi lebih tinggi. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah posisikanlah di atas. Perkara-perkara-Nya Allah hendaklah dinaikkan dari waktu ke waktu. Perkara-Nya Allah setiap saat Anda dan saya naikkan ke atas. Anda dan sayalah “Pengibar Bendera Allah.”

Dalam Kolose 3:2 dituliskan “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” Inilah Bendera-Nya Allah. Kalau Anda dan saya masih mengurusi hal-hal duniawi maka bendera yang dibawa adalah keduniawian bahkan penyembahan kepada berhala. Anda dan saya butuh hal-hal duniawi untuk menyambung hidup, seperti bekerja. Namun seiring dengan menjalankan pekerjaan sisi menaikkan Bendera-Nya Allah perlu dilakukan pula.

Ketika Anda dan saya bekerja serta “Menaikkan Bendera-Nya Allah” rasakanlah karya-karya Allah. Anda dan saya menemukan campur tangan Allah setiap saat. Bukan hanya bantuan saat kesulitan tetapi dorongan untuk selalu “menaikkan Bendera Allah” setiap saat pula. Maka Allah pasti “tersenyum” bahagia.

Yang dikehendaki Allah kepada Anda dan saya, sebagai Pengibar bendera-Nya Allah di bumi. Artinya Anda dan saya tetap hidup di bumi tetapi terus mengurusi perkara-perkara-Nya Allah.

Dengan demikian Anda dan saya selain sebagai Pengibar Bendera juga menjadi Bendera-Nya Allah. Melalui momen ini, ingatlah bahwa menaikkan dan memberi penghormatan bendera merah putih, bukan lagi setahun sekali. Tetapi ternyata setiap saat Anda dan saya perlu melakukan kehendak-Nya. Amin.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."