• PDF

Injil: Kumpulan Cerita, Pengalaman atau …?

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 16:18
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 5136 kali
Dongeng merupakan cerita dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Apa yang dapat kita ambil dari cerita bahwa kita tahu telah atau pernah terjadi sesuatu hal. Contohnya cerita perang Diponegoro, cerita Kancil yang cerdik, atau bahkan cerita tentang peristiwa pesawat terbang jatuh dan lain-lain.  Jadi kapasitasnya kita hanya tahu saja atau ingin tahu. Kalau pengalaman seseorang bagaimana. Karena setiap orang pasti mempunyai pengalaman.

Pengalaman merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang dialami seseorang.
Seseorang ini pernah mengalami, merasakan  sendiri peristiwa, kejadian. Contoh pengalaman pendakian ke Gunung Semeru, pengalaman menjalani operasi. Seseorang ini bukan dari orang lain tetapi mengalami sendiri. Jadi pengalaman ini memberikan bekal jika hendak mendaki ke Gunung Semeru tanyalah kepada orang yang sudah berpengalaman. Pengalaman seseorang yang memang benar-benar berpengalaman tentu akan menjadi acuan bagi orang lain yang mau membaca pengalaman seseorang tersebut. Contoh kumpulan pengalaman-pengalaman, seperti Injil.

Injil jika dimaknai sebagai pengalaman beberapa orang maka Injil itu hanya sekedar kumpulan pengalaman-pengalaman seperti Matius, Paulus Yohanes dan lain-lain, terlebih lagi Injil dimaknai hanya cerita yang katanya, Kisah Para Rasul, Ayub, Kejadian, Ulangan dan lain-lain. Injil yang hanya rentetan cerita dan setumpuk  pengalaman orang-orang pada masa lampau yang dibukukan dan dibagi-bagikan kepada orang -yang minat dan ingin tahu cerita-selebihnya tidak.

Dengan Injil dimaknai hanya sebagai kumpulan cerita atau setumpuk pengalaman orang maka pembaca akan menguji bahkan mempertanyakan benar- tidak cerita tersebut atau bahkan tidak sampai diuji. Jadi Injil dibaca dan sudah.

Sisi lain dari Injil bahwa Injil merupakan janji kesetiaan kasih dan kuasa Allah kepada manusia yang mau menerima Allah. Janji Allah ini sudah dibayar lunas melalui Yesus Kristus yang disalib dengan cucuran air mata darah sampai wafat di kayu salib dan dengan kuasa Allah Yesus bangkit. Janji Allah kepada manusia luar biasa, bukan dengan meterai Rp 6.000,- atau dengan dihadapan saksi yang bisa di suap dengan beberapa gebok uang tapi darah sampai kematian.

Janji kesetiaan kasih dan kuasa Allah tidak ada yang bisa menandingi. Dengan membaca Injil setiap saat, berarti kita membaca janji kesetiaan dan kuasa Allah kepada kita (pembaca) sehingga semakin sering kita membaca Injil semakin dekatlah kita dengan janji kesetiaan kasih dan kuasa Allah.

Allah tidak pernah bermain-main dengan janji kesetiaan kasih dan kuasaNya  kepada manusia (umatNya) dan itu sudah dibuktikan. Sekarang, apakah kita umatNya mau mengimbangi janji dengan semakin membaca Injil atau …?

Janti, 270603

*) Penulis, Kukuh Widyat dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."