Virus Sabda Allah ? Ya ... !

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Saat kita mengoperasikan komputer memakai disket. Di layar tertera tulisan disket anda terserang virus. Maka segeralah kita menngunakan sebuah antivirus untuk membunuh virus tersebut. Demikian pula dengan kita. Coba ada tidak virus dalam diri kita. Mari kita scan terlebih dahulu diri kita ada atau tidak virusnya.

Pemberi Firman 
Kita ini sangat tergantung dengan siapa yang berbicara. Kalau yang berbicara pas dengan hati kita maka yang disampaikan perlu diperhatikan dan dipercaya.
Tetapi jika yang menyampaikan tidak pas dalam hati kita maka kita tidak perlu mendengar bahkan menghindar. Pertimbangan pas, itu bisa karena jenjang pendidikan, profesinya, jabatan dalam masyarakat, status sosial dan pengaruhnya dalam masyarakat. Itulah yang menjadi pertimbangan kita untuk menilai layak tidak orang ini didengar. 

Demikian pula, kita saat di Gereja, siapa yang menyampaikan firman… wah ngantuk kalau yang ini.. Ah ... tidak enak ini khotbahnya.. Dan masih banyak yang lain. Kalau ini yang terjadi maka firman Bapa tidak akan masuk dalam diri kita. Kita menolak masuknya firman Bapa dalam kehidupan kita. Bukankah Bapa mampu berfirman melalui siapa saja. Bapa tidak membatasi hanya ini saja yang membawa firman. 

Materi
Masih ditambah lagi dengan materi yang disampaikan tidak mengena dalam hati dan diri kita. Materi tidak pas maka tidak perlu didengarkan. Biarlah orang lain saja yang mendengarkan. Saya tidak perlu firman yang itu saya perlu firman yang enak-enak saja. Butuh saya firman yang seperti ini. Bukan yang itu. Malas mendengarkan. Itulah karena kita tidak menyadari bahwa firman itu tidak mengenal cocok dengan si A untuk si B tidak cocok. Tidak demikian firman itu. Firman itu universal. 

Semua orang dalam kondisi apa pun dalam dirinya maka firman itu perlu diperhatikan. Firman mampu menembus batas-batas pemisaha kita. Kalu firman itu mampu menembus sekat-sekat manusiawi itulah kuasaNya firman dalam kehidupan kita. Keyakinan dan kepercayan itulah yang menembusnya. Kalau kita membatasi bahwa firman ini tidak cocok untuk diri saya, maka kita telah menutup firman berkarya dalam diri kita. Itulah virus yang ke dua.

Angan-Angan
Sering kita mengatakan saat mendengarkan firman, saya tidak mengerti yang dikhotbahkan. Bicara apa itu.. Sulit dimengerti. Kondisi yang seperti itu lebih dikarenakan kita cenderung ingin mendengarkan kotbah yang sesuai dengan angan-angan kita. Kalau khotbahnya sesuai dengan angan-angan kita maka kita dengan mudah mengatakan khotbahnya bagus. Saya suka dengan khotbahnya. Dan masih banyak lagi puji-pujian disampaikan. 

Tetapi kalau khotbahnya bertentangan dengan angan-angan kita maka merasa sulit menerima bahkan menolaknya, bukan seperti itu khotbah seharusnya. Itulah angan-angan yang membuat kita menjadi tidak menerima pencerahan dari khotbah. Sehingga jika kita mendengarkan khotbah atau firman lepaskanlah angan-angan diri kita. Angan-angan tinggalkan saja di rumah. Demikian juga mendengarkan firman Bapa yang perlu dirasakan. Kemudian mohon agar Roh Allah bekerja menerangi akal budi kita untuk mampu mencerna maksud Bapa. 

Tidak logis
Yang lebih parah lagi kita sering menyangsikan firman Bapa, benar-tidak firman ini. Bagaimana bisa percaya, orang lapar disuruh mendengarkan sabda Allah. Orang lapar ya.. yang dibutuhkan makan nasi bukan makan firman. Itulah kita lebih percaya yang nampak dari pada yang tidak nampak. Yang tidak riil itu lebih sering tidak dipercaya, tetapi dengan dukun kita percaya. Itulah firman Bapa kita melihat tidak riil kalau hanya dengan logika manusia, tetapi kalau pikiran kita diterangi oleh Roh Allah maka dengan yakin kita mengatakan Bapa ada di sini, saat ini. Amin. 

Itulah virus-virus yang menggerogoti dan merusak kepercayaan dan keyakinan kita pada sabda Allah. Kalau komputer ada virus maka komputer itu harus ada antivirusnya. Dengan ada antivirus, komputer bisa kita selamatkan. Antivirus kita adalah, membuka diri agar Roh Allah bekerja dalam diri kita sehingga virus Sabda Allah tidak merusak diri kita. Amin.

Malang, 14 Agustus 2003

Koko

 

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."