Hidup itu … Disusunkan!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Kita tentu tahu permainan bongkar pasang. Suatu permainan berupa balok-balok yang dapat kita susun menjadi suatu bentuk sesuai dengan contoh gambar yang telah tersedia. Atau juga suatu gambar yang telah dipola dengan potongan kecil-kecil yang dapat dibongkar dan kemudian didudun kembali menjadi bentuk gambar yang semula.

Demikian pula hidup kita ini terdiri dari potongan-potongan dengan berbagai macam bentuknya. Baik potongan masa lalu dengan berbagai macam suka duka. Potongan saat ini, dengan penuh optimis atau bahkan potongan hari esok yang penuh harapan, impian. Namun kita sendiri tidak pernah tahu bagaimana kita memasang potongan-potongan tersebut. Dimana kita perlu meletakkan potongan masa lalu. Pun, potongan masa akan datang. Kita sendiri tidak tahu sudah sampai dimana kita memasang potongan-potongan hidup kita sampai saat ini.


Bahkan kita sendiri kita tidak tahu sudah seperti apa bentuk dari potongan-potongan yang telah kita pasang sampai saat ini ? Apakah sudah secitra denganNya ? Pertanyaan itulah ukurannya.

Hidup ini adalah potongan-potongan maka dapat diilustrasikan sebagai gambar untuh dari tubuh manusia yang terpotong-potong. Mulai Dari potongan kepala, potongan badan, potongan tangan dan potongan kaki. 

Sekarang kalau gambar itu kita bongkar potongan bagian mana yang lebih dulu kita pasangkan. Sangat mungkin potongan pertama yang kita pasang adalah potongan kepala atau bahkan potongan tangan. Dengan alasan kita manusia hidup perlu berpikir untuk memenuhi kebutuhan hidup. Potongan tangan dengan alasan manusia hidup harus bekerja agar dapat makan. Menurut kita hidup membutuhkan pemikiran dan kerja sehingga yang lebih dahulu kita pasang adalah kepala dan tangan.

Tentu kita menjawab demikian karena kita sendiri tidak tahu potongan bagianmana yang benar-benar kita butuhkan dan mana yang harusnya dipasang terlebih dahulu menurut citraNya. Bukankah kita diciptakan agar secitra dengan Allah ?

Potongan hidup kita yang disusun oleh Allah adalah bagian yang tidak terperhatikan tetapi sangat penting yaitu kaki. Kaki adalah bagian yang disepelkan tetapi jika kaki ini sakit sedikit saja maka badan ini rasanya tidak menyenangkan. Tetapi kaki juga tidak terperhatikan secara layak. Bagiannya dibawah. Tetapi kaki ini adalah gambaran dari iman. Kaki adalah pijakan, iman adalah tumpuan berdirinya keseluruhan badan kita. Dapat dibayangkan bagaimana jika kaki kita tidak mampu untuk berdiri tegak. 

Demikian pula iman kalau tidak mampu berdiri tegak seperti apa bentuk dari tubuh kita. Allah meletakkan iman kepada kita untuk yang pertama kali sebagai pondasi untuk menyusun bagian-bagian yang lainnya. Tetapi kita lebih baik memasang kepala untuk berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan hidup atau kita pasang tangan. Hanya dengan tangan kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita. Itulah kita manusia tetapi kita terabaikan oleh pola pikir kita bahwa tanpa iman pikiran kita dan usaha keras tangan kita akan sia-sia. Allah setiap saat menyusunkan potongan hidup kita agar secitra denganNya tetapi kita lebih baik menyusun menurut pola pikir kita. 

Kita sangat enggan disusunkan. Kita merasa mampu dan tahu dengan pikiran kita bagiamana hidup kita. Kita hari ini merasa tahu kejadiannya yang akan kita alamai hari ini. Kita merasa benar perkiraan dan prediksi tentang kejadian yang akan datang. 

Bahwa Allah tiada henti-hentinya menyusunkan hidup kita agar serupa denganNya, tetapi kita masih belum yakin bahwa gambar yang secitra denganNya membawa damai sejahtera bagi hidup kita.

Pahamilah dengan kita meletakkan iman pada yang pertama dan utama maka yang lainnya akan ditambahkan bagai kita olehNya. Pertanyaannya adalah, masihkah kita enggan disusun agar secitra denganNya ? 

* * * *

Malang, 18 September 2003

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."