Hargailah Kegagalan!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Dimana pun dan kapan pun, setiap orang pernah gagal. Tidak terkecuali presiden atau konglomerat sekalipun. Karena setiap usaha manusia yang dilakukan tidak langsung mencapai sasaran seperti yang diharapkan. Bill Gates konglomerat komputer mengawali usahanya tidak langsung seperti yang kita lihat saat ini. Setiap manusia memang berusaha dan terus berusaha untuk mencapai sasarannya. Tapi dalam perjalanan tidak semuanya melanjutkan perjalanannya.

Karena tidak sedikit yang putus asa. Putus asa adalah orang yang berhenti di tengah perjalanan untuk mencapai tujuan. Merasa bahwa memang tidak mampu, terlalu berat, terlalu sulit untuk dicapai. Selain itu juga karena tidak mau berusaha lagi. Prinsip yang dipegang, coba-gagal-berhenti. Akibat yang ditimbulkan adalah trauma.

Beberapa orang yang gagal mengalami trauma berusaha. Trauma sudah tidak mau mencoba mengulangi lagi. Seakan-akan gagal adalah akhir dari kehidupan. Pemikiran semacam itu tidak lepas dari penilaian masyarakat seorang yang gagal berarti tidak sukses. Sekali gagal selamanya gagal. Inilah pola pikir yang sangat tidak membangun tetapi malah mematikan semangat untuk hidup.

Patutlah dimengertikan dan dipahami bahwa keberhasilan, kesuksesan bukanlah sekedar dapat mencapaian cita-cita, harapan, keinginan tetapi kita mencapai kesuksesan bila berani menghargai kegagalan. Kita bersedia melihat segala perih payah yang telah kita perbuat untuk mencapai cita-cita, harapan dan keinginan.

Menghargai kegagalan: jika kita menghormati usaha, tetesan keringat, waktu, pikiran, keteguhan hati maka kita benar-benar memaknai sekecil apa pun usaha dalam rangka pencapaian cita-cita, harapan, keinginan. Dengan memaknai setiap usaha akan tetap melekat dalam diri kita sebagai modal yang tidak ternilai.

Menghargai kegagalan juga berarti mengakui setiap langkah sesederhanapun merupakan usaha maksimal yang dapat diperbuat. Tindakkan yang kita perbuat benar-benar dilakukan dengan kesungguhanhati, tidak main-main, atau hanya sekedar iseng saja. Bertindak dengan kesungguhanhati membawa orang pada mampu merasakan kenikmatan usaha kita.

Menghargai kegagalan kita menikmati saat-saat berproses menuju harapan, cita-cita, dengan penuh liku-likunya, pahit getir. Bahkan berada pada persimpangan jalan antara diteruskan atau berhenti di tengah jalan. Kenikmatan ketika seseorang pada titik dilema itulah hal yang paling nikmat. Kita masuk dalam suatu pusaran angin yang sangat kencang.

Dengan angin yang sangat kencang membuat kita terdiam untuk merasakan angin kebimbangan yang sangat luar biasa. Begitu nikmatanya merasakan pusaran angin sampailah pada titik angin itu sudah tidak terasa lagi. Dan perjalanan mencapai tujuan dilanjutan.

Seseorang menghargai kegagalan, orang itu mensyukuri diberi kesempatan dan kemampuan untuk terlibat dalam berproses menuju cita-cita, harapan. Dengan mensyukuri keterlibatan kita berarti kita sudah meletakkan batu pondasi untuk mencapai kesuksesan.

Hanya melalui kita berani menghargai kegagalan, kita menerima medali emas keberhasilan. Keberanian itulah yang mempersiapan diri kita untuk menerima keberhasilan-keberhasilan berikutnya.

Karena bagi Allah tidak ada kegagalan dari segala usaha dan jerih payah manusia yang tidak dilandasi dengan ucapan syukur. Dengan syukur kita berdoa dan Allah mempersiapakan dan memproses diri kita untuk sampai pada cita-cita, harapan yang jauh lebih mulia menurut kehendakNya.

* * * *

Malang, 09 Oktober 2003

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."