Kegagalan: Kurangilah Kecepatan!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Kita sering merasa sudah berbuat tetapi masih juga belum berhasil. Sudah berusaha siang dan malam tanpa henti. Bekerja tidak kenal waktu. Pengorbanan yang begitu banyak belum juga membuahkan. Sampai pengorbanan-pengorbanan tersebut membawa pada kegagalan-kegagalan. Kegagalan apa lagi yang harus kita terima agar kita berhasil.

Bahwa untuk berbuat tersebut kita sudah membuat rencana-rencana, planing. Jika ada masalah A maka solusinya A’. Kalau muncul B jalan keluarnya B’. Itu sebagian kecil dari gambaran-gambaran bahwa untuk mencapai tujuan kita sudah berbuat serapi mungkin. Rencana itulah yang membimbing kita dalam proses perjalanan.


Tentunya kita sangat senang apabila rencana tersebut berjalan dengan lancar. Artinya meskipun ada hambatan, gangguan kita mampu menyelesaikan sesuai rencana. Beberapa hal rencana kita dapat berjalan dengan baik. Masalah-masalah mampu kita selesaikan dengan planing kita.

Hanya masalahnya adalah ketika kita merasa bahwa rencana dapat berjalan dengan baik, kita merasa diri tenang, nyaman, menikmati kemampuan kita. Sehingga tahapan-tahapan dalam mencapai tujuan satu persatu dapat kita lalui sesuai perhitungan waktu kita bahkan ada yang lebih cepat.

Tapi tiba-tiba ada gangguan. Gangguan yang datang begitu saja. Gangguan yang membuat kita tersentak. Kita jatuh. Dan gagal. Entah apa yang menyebabkan kejatuhan, kegagalan itu. Kejatuhan, kegagalan inilah yang mengganggu rencana kita.

Gangguan semacam ini memang datang seperti angin berhembus, datang dan pergi semaunya sendiri. KIta tidak mampu memperkirakan. Meskipun tahapan-tahapan rencana mampu kita lalui dengan baik dan cepat . Toh gangguan ini tidak mungkin dihindari.

Jika demikian yang terjadi adanya bahwa kita pun menghadapi kegagalan karena hal-hal yang tiba-tiba karena merasa baik, enak dan cepat bahkan terlena maka rupanya kita perlu mengurangi kecepatan berproses kita. Perlu mengatur kecepatan yang pas sehingga kita tidak terlalu cepat sampai atau juga tidak terlalu lambat pencapainya.

Perlunya mengurangi waktu berproses kita adalah kesempatan kita untuk selalu berhati-hati. Hati-hati tentunya mengandung unsur selalu “melihat-lihat” keadaan, kondisi, situasi di sekitar kita. Dalam berproses pun kita berada pada keadaan tertentu, baik keadaan luar terutama keadaan diri sendiri. Keadaan diri inilah yang selalu dan selalu dilihat.

Tentunya yang perlu dilihat utamanya adalah emosi, pikiran, konsentrasi, dan kejernihan hati. Unsur-unsur inilah yang perlu dilihat, diamati agar selalu kita upayakan terfokus pada satu titik.Sedangkan keadaan di luar kita sulit kita kontrol bahkan arahkan sesuai kemauan kita.

Nyatalah bahwa bukan saja kita telah berusaha ini dan itu semaksimal mungkin tetapi usaha kita untuk mengurangi kecepatan dalam berproses. Mengurangi kecepatan itu merupakan usaha mewaspadai keadaan diri. Mewaspadai diri inilah yang selalu mengarahkan pada keberhasilan yang lebih tinggi bukan pencapaian tujuan saja.

Jadi kegagalan merupakan saat yang tepat untuk lebih berhati-hati.
Jadi kegagalan merupakan saat yang tepat untuk sadar mengurangi kecepatan.

* * * *

Malang, 16 Oktober 2003

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."