Kegagalan: Arahkan Frekuensi Anda!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Kegagalan-kegagalan yang saya terima seakan tiada hentinya. Usaha roti hancur. Kuliah tidak selesai. Membuka usaha percetakan gagal juga. Melamar pekerjaan tidak ada jawaban. Dicarikan pekerjaan teman ternyata hanya omong kosong. Itulah sebagian kecil dari gugatan kita kepada Allah.

Apa yang sebenarnya dimaui oleh Allah dengan diri kita ? Saya ke Gereja atau tidak seperti sama saja. Tidak ada perubahan. Tidak menerima berkat. Sampai-sampai malas ke Gereja. Karena merasa kurang lega dengan usaha-usaha yang konvensional maka memakai cara yang sedang tren, modern.


Cara yang ditawarkan iklan di media cetak, yaitu ke paranormal, dukun. Ternyata hasilnya berlangsung hanya sesaat saja. Tetapi setelah itu akan menimbulkan masalah-masalah yang bertubi-tubi. Pulang ke rumah orang tua, tidak ada hujan tidak ada mendung, marah-marah. Setelah itu ada saja kejadian yang diluar kebiasaan sebelumnya yang cenderung menggelisahkan.

Itulah akibat dari kita memindahkan frekuensi kita dengan Allah ke frekuensi allah lain. Memang allah lain mampu “mengobati” tetapi tidaklah kekal, tidak abadi. Tetapi dengan kita mengarahkan kembali kepada Allah kita maka ada hal-hal yang sangat mendukung pencapaian kegagalan.

Hal yang kita terima dari mengarahkan frekuensi kepada Allah bahwa: kita akan dididik untuk semakin menjadi lebih peka menemukan frekuensinya Allah. Karena frekuensinya Allah sangat sensitif, bergeser sedikit dari frekuensi Allah maka akan kabur gambarnya.

Kita dididik semakin tenang hati. Kalau saat ini kita mengakui sudah tenang maka akan menjadi lebih tenang. Dengan ketenangan mengolah diri kita melawan diri kita sendiri. Karena diri kita cenderung untuk tergesa-gesa, tidak sabar. Dan hati inginnya emosi, atau gejolak hati.

Kita dididik untuk memahami bahwa manusia itu sombong. Kalau kita sekali berusaha langsung berhasil maka manusia akan merasa mampu, sanggup berusaha sendiri tanpa bantuan orang lain, tanpa campur tangan Allah. Kalau manusia sombong manusia masuk jurang kedosaan yaitu ingin mengalahkan Allah. Rupanya Allah tidak mau manusia masuk ke dalam dosa kedua kalinya.

Kita dididik untuk menyiapkan pondasi ketiga hal tersebut dengan baik dan kuat. Karena dengan kita memiliki pondasi tersebut maka kita akan menemui keberhasilan tidak hanya dalam hitungan tangan saja tetapi setiap saat kita mencapai keberhasilan. 

Amien. 

* * * *

Malang, 23 Oktober 2003

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."