• PDF

Mengolah Kegagalan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 17:26
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 1162 kali
Kalau boleh diibaratkan kegagalan adalah sampah, maka bumi ini tidak mampu menampung sampah kegagalan. Karena selama manusia hidup pasti mengalami kegagalan dan itu dialami oleh setiap orang. Setiap saat manusia jatuh, setiap detik manusia menangis karena gagal.

Kegagalan ibarat sampah yang ada di keranjang sampah, seperti kertas, plastik, bungkus, kulit pisang dan lain-lain. Sampah akan menimbulkan masalah jika dibiarkan begitu saja, seperti pandang tidak sedap, berserakan. Namun sampah jika diolah mampu berguna melebihi keadaan awalnya. Seperti sampah kertas. Kalau sampah kertas tersebut diolah lagi, maka kertas hasil olahan menjadi kertas daur ulang yang dapat kita lihat menjadi bentuk baru, undangan, buku tulis, frame dan sebagainya.


Itulah perlunya mengolah sampah kegagalan. Kegagalan jangalah dibiarkan tergeletak berserakan di lantai. Jangan disimpan di laci almari. Janganlah digantung dibalik pintu. Jangan ditumpuk seperti buku. Karena jika dibiarkan begitu saja akan menimbulkan masalah baru yang lebih rumit.

Dengan kita mau meluangkan waktu beberapa saat maka sampah kegagalan akan berubah menjadi sesuatu yang jauh melebihi kegagalan itu sendiri. Kita akan dibuat terkejut ternyata kegagalan itu perlu disikapi dengan tidak dibuang, dilihat, diambil dan diolah.

Kegagalan yang telah diolah diternyata jauh lebih bermanfaat dari kegagalan itu sendiri. Orang berhasil adalah orang yang mampu mengolah kegegalan-kegagalan itu. Mengolah kegagalan yang pasti menghancurkan, meremukkan, melembutkan sampai tidak menjadi bentuk kegagalan. Karena tahap awal yang penting mengolah kegagalan, kemaun, keberanian, menghancurkan kegagalan itu.

Setelah hancur maka dengan mudah kita membentuk menjadi barang baru, tetapi jika masih berbentuk kegagalan maka akan sulit membuat bentuk baru. Ingat keberhasilan adalah berhasil menghancurkan kegagalan, mengolah kegagalan.

Sekarang, lakukan mengambil dan mengumpulkan sampah-sampah kegagalan dan jangan dibiarkan berserakan ada dimana-mana. Tetapi olahlah sampah-sampah kegagalan dengan memasrahkan diri agar dibimbing oleh DIA. Yakinlah bahwa olahhanNya membawa pada keberhasilan. 

* * * *

Malang, 06 November 2003

Koko

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."