• PDF

Belum Tentu Saya Seberani Dia

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 17:28
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 1152 kali
Ajarilah kami, bahasa cintamu, agar kami dekat padaMu, Ya Tuhanku ... untaian kalimat itu tidaklah asing bagi pendengaran kita selaku umat Kristiani.

Kalimat itu merupakan sebuah lagu yang sering kita nyanyikan bagi di Gereja maupun dalam persekutuan. Dalam Gereja maupun persekutuan dengan ruangan yang sejuk bersih. Pakaian rapi beraroma segar wewangian, tetapi saya sangat terkejut mendengar lagu itu.

Lagu itu dinyanyikan oleh seorang anak muda dengan berkaos oblong, bertuliskan "san slik". Lusuh. Kusam. Beraroma kurang sedap. Dalam ruangan yang mayoritas bukan orang Kristiani. Dengan gagahnya dia melantumkan lagu itu dengan penuh percaya diri. Para pendengarnya rata-rata saudara kita yang berpakaian berjilbab. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian sebagai lagu pertama. Lagu pertama habis, dilanjutkan lagu "bagai rajawali terbang tinggi melintasi bumi."

Pemuda penyanyi itu rambut gondrong. Nyanyi seorang diri. Tidak seperti penyanyi lainnya sebelum pemuda lusuh ini datang. Kedua lagu itu dinyanyian pada saat yang "tepat" menurut saya. karena dia lantumkan pada saat bersamaan berbuka puasa.

Pengalaman itu merupakan pengalaman pertama dan istimewa selama perjalanan saya menggunakan kendaraan umum, bis. Pengalaman itu saya peroleh saat saya mengadakan perjalanan dari Jember ke Malang (12-11-2003). Dia penyanyi yang masih enak didengar daripada yang sudah saya dengar sebelumnya maupun sesudahnya. Tanpa bermaksud memuji sesama saudara tetapi memang suaranya lebih menyaman masuk ke telinga. Sedang penyanyi sebelumnya menyanyi hanya yang penting bernyanyi dan cenderung asal-asalan.

Menurut saya, dia secara nyata telah menjadi rajawali yang terbang melintasi bis dengan pendengar bukan laut (seiman) tapi benar-benar air tawar yang ia beri rasa Kristus. Dalam hati kecil saya saat mendengar berkata "belum tentu saya seberani dia" bernyanyi di atas bis dengan lagu-lagu Kristiani.

Allah telah memberikan talenta kepada dia dan kepada kita dan dia telah menggarmi bumi dengan pujian meski di ruang yang pengap, penuh aroma keringat penumpang bis. Bagaimana dengan saya sendiri dan kita? Beranikah kita menggarami bumi dengan talenta yang Allah telah berikan kepada kita di air tawar? Allah sangat berkenan dengan penggaraman di air tawar. Saya yakin dan percaya Allah berkatilah pengamen yang menyanyi di atas bis dengan lagu pujianMu. Dan berkatilah kami agar kami mampu menggarami air tawar. Haleluya. Amin.    

* * * *

Malang, 20 November 2003

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."