• PDF

Hidup itu Diatur…!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 17:31
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 1120 kali
Sudah menjadi pemandangan sehari kendaraan di jalan raya seakan melaju dengan semaunya sendiri. Berebutan, ingin berjalan lebih dahulu dibandingkan yang lain. Seakan masing-masing ingin didahulukan. Meskipun itu sudah ada rambu-rambu lalu lintas. Kesemrawutan di jalan raya karena pengendara tidak mau diatur.

Demikian juga kita. Kalau kita tidak mau diatur maka jalan hidup kita seakan semrawut. Berjalan berlawan dengan kehendakNya. Bisa jadi perjalan hidup kita sudah berlawan dengan kehendakNya.
Kita merasa lebih bisa mengatur arah mana hidup kita berjalan. Kita merasa bisa karena kita merasa lebih berhak terhadap hidup kita saat ini. Tiada yang lebih berhak mengatur hidup “saya” selain diri saya sendiri.  Hidup saya, yang mengatur saya sendiri. Saya bukan anak kecil lagi, saya ini sudah dewasa maka sudah tidak perklu diatur-atur seperti anak kecil.

Apa yang dapat kita banggakan dengan keberadaan kita saat ini ? Keberadaan karena merasa mampu berjalan sendiri ? Keadaan dimana saya tidak perlu diatur ? Apa hasilnya dengan kita berjalan dengan kemaun sendiri ? dengan berjalan sendiri maka kita seakan menjadi manusia bebas, bebas kesana kemari. Bahkan benar-benar bebas tanpa campur TANGANNya.   Biarkan pertanyaan-pertanyaan diatas dijawab oleh pleh hati kita bukan pikiran dan logika kita.

Coba dengarkan jawaban hati kita. Bisa jadi hati Anda tidak sependapat dengan kebebasan anda selama ini. Hati kita seringkali menjawab “Saya perlu Diatur olehNya” tetapi pikiran dan logika sering menutup suara itu bahkan kita tidak mendengarkan suara itu. Dengan diatur olehNya maka perjalan hidup kita berjalan dengan lancar tidak akan terjadi kemacetan bahkan terjebak ditengah-tengah roda kehidupan bahkan suara bising klakson bergantian.

Masihkan kita tidak mendengarkan suara hati “Bahagianya diatur oleh Nya ?”

Doa: Bapa saya mohon ampun karena saya masih belum juga mau diatur oleh kasih Bapa. Sehingga sampai saat ini saya masih juga berjalan menurut kehendakku sendiri. Terima kasih Bapa atas kasih Bapa. Amin

* * * *

Malang, 03 Januari 2004

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."