Hidup itu Dicetak!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Dicetak bukan hanya seperti mencetak foto tetapi lebih seperti membuat patung dari gips yang ada cetakkannya. Cetakkannya kemudian diisi dengan gips cair yang dimasukkan dalam cetak tersebut. Tentunya hasilnya adalah patung dengan bentuk seperti cetakkan.

Kita pun juga dicetak seperti cetakkannya. Cetakkan kita tidak lain adalah Yesus sendiri.
Kita dicetak agar secitra denganNya. Kita setiap saat dicetak agar secitra denganNya. Yang kita lalui adalah proses pencairan diri kita. Pencarian diri kita kita adalah mencairkan diri kita kemudian diri kita dituangkan dalam cetakkan yang tiada lain adalah firman Allah. Bagaimana hasilnya adalah seperti saat ini.

Kita sudah seperti cetakkan firman Allah atau belum hari ini. Paling tidak pada malam hiri kita bisa melihat: mulai pagi siang sampai malam sebelum tidur bahkan menjelang tidur seperti apa bentukkan kita sudahkan sedperti cetakkan firman Allah. Kalau saja diri kita masih juga belum mencair agar dapat masuk dalam cetakkan berarti kita perlu mencairkan diri kita. Mencairkan diri kita terhadap firman melalui menerima dan mempercayai firman Allah.

Kalau saja kita sudah mencair dalam arti sudah menerima dan mempercayai firman Allah langkah berikutnya adalah meng-amini dan menuruti firman Allah. Sekarang kita sudah sampai tahap yang mana? Pertama sudah menerima dan mempercayai, kedua meng-amini dan menuruti atau malah kita ternyata… ?

Doa: Bapa terima kasih Bapa masih terus mencairkan diri saya dengan penuh kasih setia tetapi saya mohon ampun karena saya masih belum juga menuruti firman Bapa. Amin.   

* * * *

Malang, 23 Januari 2004

Koko

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."