• PDF

Memperoleh BERKAT, Jika Merasa “Ini” TitipanNya!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 17:43
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 1148 kali
Sinar matahari selalu memberikan sinarnya kepada yang lain. Matahari tidak mendekap erat sinarnya. Tetapi matahari dengan senag hati memberikan sinarnya. Seperti itulah berbelas kasih, karena yang dipunyai sebetulnya bukan mutlak milik diri sendiri melainkan titipan saja.

Yang ada pada diri kita sejatinya hanyalah titipan saja dari Allah. Tetapi kita lebih sering mengklain bahwa yang ada pada diriku merupakan hasil keringat bekerja. Orang lain tidak berhak ikut menikmati, merasakan bahkan memiliki sebagian kecil saja. Memang sejak manusia masuk dalam dosa manusia tidak bisa bersenang-senang untuk mendapatkan uang tetapi manusia perlu bekerja keras dan bekerja keras agar memperoleh uang.


Tetapi bukan berarti yang saya punyai saat ini harus digengam erat-erat hingga tidak lepas dari diri sendiri. Apa yang terjadi jika matahari mendekap erat sinarnya hanya untuk dirinya sendiri ? Dunia pasti gelap gulita tidak ada kehidupan. Namun matahari dengan penuh belas kasih memberikan sebagian kecil sinarnya bagi isi dunia. Sehingga segala makhluk yang memenuhi bumi dapat beraktifitas.

Sekali lagi, yang kita punyai merupakan titipan untuk itu berikanlah (bagikan) dengan penuh belas kasih kepada orang lain maka kita tidak akan mengalami kehampaan. Tetapi jika kita mendekap erat yang ada maka kepunyaan kita merupakan kehampaan dan sia-sia. 

Apalah artinya kepunyaan kita hanya untuk diri sendiri. Tidak akan habis sekiranya sebagian dari punya kita, orang lain boleh menikmati. Toh kita sudah merasakan yang pertama dibandingkan orang lain yang belum memiliki. Dan yang terpenting suatu saat kita dimintai pertanggungjawaban oleh Hakim Agung tentang “titipanNya” kepada kita, akankah kita menjawab “Saya yang berhak orang lain tidak berhak ?”. Apakah itu jawaban yang tepat kepada Hakim Agung ? Tidak selayaknya anak Allah bertindak demikian. Anak yakin Allah selalu memberikan selama anakNya juga mau memberika kepada orang lain. 

Janganlah berkecil hati untuk memberikan sebagian kecil “milikku” kepada orang lain, karena pemberian kita saat ini merupakan kepunyaan kita dimasa depan. Tetapi jika menggenggam erat saat ini merupakan kesia-siaan di esok hari. Renungkan ini “ berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan “(Matius 5:7) 

* * * *

Malang, 04 Maret 2004

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."