Bukan Karena Permintaan, Tapi Pemberian

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Pada waktu kecil Anda pasti pernah meminta sesuatu kepada orang tua. Sekarang pun, begitu dewasa masih juga tetap meminta. Tapi masalah permintaan itu belum tentu dipenuhi.

Apakah Anda pernah diberi tanpa Anda memintanya? Dengan cepat Anda menjawab tidak pernah. Anda pernah diberi roti tanpa perlu Anda meminta. Anda pernah diberi minum tapi Anda tidak ingat hal itu.pemberian yang berarti lagi Anda diberi kehidupan namun Anda tidak menyadari.

Anda bertanya, kehidupan yang bagaimana? Tentu hal yang wajar-wajar saja kalau saya atau Anda dapat bernafas sampai saat ini. Apa yang istimewa dari kehidupan ini ? Bukankah yang istimewa dari kehidupan ini Anda masih diberi hidup. Anda tidak perlu membeli hidup seperti Anda membeli kerupuk di toko sebelah rumah Anda ? Seperti Anda diberi panas oleh sinar matahari. Apakah Anda pernah memintanya ? Tidak. Anda hanya menerima saja. Bahkan matahari dengan penuh setianya memberikan sinarnya kepada Anda hingga sekarang.

Apa jadinya jika matahari menghentikan pemberian panasnya kepada manusia termasuk Anda? Beberapa hari tidak ada matahari yang ada hujan begitu susahnya karena cucian beberapa hari tidak kering. Baju sampai bau karena dijemur tidak sampai kering.

Begitu pun Allah. Allah memberikan hidup kepada Anda tanpa perlu Anda memintanya. Anda hidup sampai saat ini karena apa? Karena diberi Allah. Memang Allah yang mempunyai dan memegang hdiup manusia. Apakah Anda ada di dunia Anda memintanya?

Siapa yang menghadirkan Anda di dunia? Kedua orang tua, betul. Tapi kedua orang tua sebagai mitra Allah. Tapi otoritasnya ada pada Allah. Anda itu awalnya dari setetes cairan sampai saat ini bisa membaca, memang Allah yang mengalirkan, Allah menyinarkan kasih setiaNya kepada Anda bukan hanya sampai hari ini tapi untuk besok, besok dan besok lagi entah sampai berapa puluh kali akan memberinya.

Allah mengalirkan, Allah menyinarkan dengan penuh ketulusan, kesungguhan, dan ketaatan dalam musuNya. Demikian juga Anda syukurilah hidup ini dengan penuh ketulusan, artinya bahwa Anda secara berbesar hati, ikhlas mengakui kehidupan ini memang pemberian Allah bukan karena permintaan Anda sendiri.

Syukurilah kidup ini dengan penuh kesungguhan, artinya Anda secara bulat meyakini memang benar Allah yang mengalirkan hidup ini. Syukurilah hidup ini dengan penuh ketaatan, artinya Anda tetap setia pada keyakinan mengarahkan hiidup Anda kepada Allah Sang Sumber Hidup.

Patutlah Anda bersyukur bahwa ternyata hidup ini benar-benar berasal dari pemberian Allah. Mulailah hari ini mensyukuri hdup ini dengan ketulusan, kesungguhan dan ketaatan.

Bacaan Mazmur 106:1
“Haleluya. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! Bahwasanya untukselama-lamanya kasih setiaNya.”

Malang, 180604

Koko

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."