• PDF

Luangkan Waktu Untuk Merenung

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 17:53
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
  • Sudah dibaca: 1182 kali
Kehidupan manusia saat ini dapat diibaratkan samudra luas. Manusia mengarungi samudra kehidupan memakai perahu dayung. Samudra luas dengan segala angin sepoi-sepoi dan tapon badai. Tetapi yang dilakukan manusia saat ini adalah mendayung perahu sekuat-kuatnya dan sekaras-kerasnya.

Manusia berusaha mendayung perahu secepat-cepatnya dengan maksud agar sampai ditujuan dengan cepat dan selamat. Manusia mendayung-dan mendayung mengumpulkan harta benda sebanyak-banyak tanpa mengenal lelah. Jika lelah maka pemecahannya adalah minum penambah stamina agar tenaganya tidak loyo sehingga tetap fit. Siang malam manusia tanpa henti mendayung perahu kehidupannya.


Namun apa yang sebenarnya terjadi manusia mendayung perahu kehidupannya ternyata manusia mendayung perahunya hanya berputar-putar tanpa tahu kemana perahu kehidupan itu diarahkan. Kemana tujuan perahu itu hendak berlayar. Pelabuhan mana yang menjadi fokus manusia.

Manusia dengan segala daya dan upaya segala pengorbanan harga diri, bahkan keluarga yang dicintainya terbengkalai. Ditinggal begitu saja dengan alasan mencukupi dan memenuhi kebutuhan hidup namun manusia tidak sadar bahwa selama mendayung perahu itu hanya berputar dan berputar bahkan yang lebih mengerikan perahu itu bergerak semakin lama semakin jauh dari tujuan semula yang hendak dicapai. Bahkan perahu kehidupan itu pecah menabrak karang ditengah samudra kehidupan. Maka sekarang ini banyak keluarga berantakan karena manusia hanya mendayung dan mendayung tanpa mau meluangkan waktu sedikit pun untuk merenung.

Merenung, sudah tepatkan perahu kehidupan saya ini berjalan? Jika melenceng dari arah segera arahkan perahu itu agar tidak semakin melenceng. Jika terjadi angin topan maka manusia semakin berusaha keras mendayung tetapi yang terjadi perahu itu oleng dan penumpang kapal itu terlempar oleh angin. Tetapi dengan diam dan merenung saat angin topan itulah cara yang terbaik menghadapainya.

Allah tidak mau dan tidak berencana menenggelamkan umatNya di tengah samudra kehidupan ketika mengarunginya. Allah berencana umatNya sampai pelabuhan damai sejahtera dalam mengarungi samudra kehidupan. Dan perahu kehidupan itu tetap utuh. Kehendak Allah sangat mungkin terwujud jika umatNya bersedia dan meluangkan waktu untuk merenung sejenak disela-sela mendayung perahu kehidupan. Sekali mari meluangkan waktu untuk merenung sejenak.

Malang, 290704

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."