Selayaknya Patut Bersyukur

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Pilihan mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri cukup meningkat di Bekasi belakangan ini. Setiap minggu, hampir selalu ada warga yang bunuh diri, entah dengan cara gantung diri, minum racun serangga, dan lain-lain. Berbagai persoalan seperti masalah keluarga, ekonomi atau hal-hal sepele lainnya seringkali dijakan alasan untuk memilih mati dengan cara yang tidak wajar (Kompas, 26 September 2004).

Tampaknya fenomena di atas tidak hanya di kota tertentu saja tetapi hampir merata di tanah air tercinta. Bahkan secara universal kecenderungan -untuk menyelesaikan perosalan dengan cara instans (baca:bunuh diri)-meningkat. Setiap manusia diberi kesempatan untuk hidup. Dan setiap kehidupan disertai kosekuensi. Artinya agar bertahan hidup manusia perlu berjuang.
Hal tersebut dinyatakan sejak manusia pertama Adam dan Hawa melanggar perjanjian bersama Allah dengan makan buah apel. Akibat dari pelanggaran tersebut ialah “ manusia harus bekerja keras, agar hidup”. Sehingga sampai saat ini manusia harus berjuang mati-matian agar hidup.

Tetapi Allah tidak tinggal diam. Allah masih tetap menyertai selama perjuangan manusia agar hidup. Bukti Allah menyertai manusia dengan jalan “sampai saat ini Allah masih tetap memberi kesempatan hidup”. Hidup dengan segala kesehatan yang baik sehingga mansia dapat mengisi dan melalui hidup dengan baik pula. Dengan kesehatan yang prima Allah mengehendaki manusia berjuang dengan sekuat tenaga agar bertahan hidup. Kesempatan hidup adalah suatu yang mahal ingat, artis Sukma Ayu agar dikatan hidup secara medis perlu alat bantu yang harganya selangit.

Sehingga kalau saat ini kita sehat sungguh belas kasih Allah kepada kita-manusia sangat-sangat besar. Belas kasih Allah yang demikian besar jika hanya dibalas dengan minum serangga, gantung diri, dan lain-lain sangat tidak seimbang. Yang Allah kehendaki dengan kesehatan yang prima adalah tetaplah berjuang agar tetap hidup dan satu lagi, bersyukur, berterima kasih atas segalanya yang Allah masih berikan kepada kita. Terlebih bersyukur atas berkat kepada orang-orang yang kita jumpai menyelamatkan kita, tidak melukai kita, tidak membuat kita celaka.

Untuk itu sangat disayangkan ketika kita menghadapi persoalan hidup jalan keluarnya minum obat serangga. Ada anggapan dengan minum serangga persoalan selesai. Jika ada persoalan ingatlah bahwa ini peringatan bagi kita agar makin banyak bersyukur atas segala hal. Sekali menambah ucapan syukur atas segala hal. Allah adalah memberkati ciptaanNya tetapi manusia lebih sering egois-merasa bisa segala hal.

Dengan fenomena diatas mengingattkan kita semua bahwa manusia lemah, manusia tidak ada apa-apanya, meski kaya-miskin, pandai-bodoh, kulit hitam-putih, hidup mancung –pesek. Semua sama lemahnya. Dan semua patut bersyukur karena masih di beri saat ini.

Resapkan “Ya, Tuhan, apakah manusia itu sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya ? Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat “ Mazmur 144:3-4

Malang, 290904

Koko
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."