Karya Allah Melebihi Rasional Manusia

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
Setiap saat manusia tidak lepas dari pergumulan. Entah manusia baik entah manusia jahat. Kelas sosial tinggi maupun rendah. Golongan kulit hitam , golongan kulit putih. Dan manusia berusaha keras melepaskan diri dari pergumulan hidup, ada yang ke dukun, para normal bahkan berdoa terus menerus. Tetapi ada juga manusia yang menerima pergumulan itu “hanya” tenang-tenang saja. Mana yang benar ?

Bahkan manusia bertanya, apa yang dilakukan Allah ketika manusia mengalami pergumulan ? Apa hanya diam saja ? Apa Allah cuek kepada manusia ? Apa Allah menegakan manusia ciptaanNya ? itulah kalimat- kalimat yang ada dalam pikiran manusia tentang Allah. Seakan-akan manusia mengalami pergumulan seorang diri dan Allah enak-enakan duduk-duduk santai.

Bahwa Allah Maha Kuasa, Allah mampu bekerja tanpa sepengetahuan manusia. Dan karya Allah tidak dapat diduga oleh manusia dan karyanya tidak rasional tetapi melebihi rasional manusia. Untuk itu meski dalam pergumulan Allah tetap bekerja tetapi manusia tidak dapat “melihat” karya Allah karena mata pikiran dan mata hati manusia tertutupi oleh amarah dan kemarahan manusia terhadap Allah. Sehingga penilaian manusia “ Allah tidak membantu”.

Ada beberapa alasan : pertama, dalam karyanya Allah tidak berkeja seorang diri, tetapi perlu mitra sebagai rekan kerjanya yaitu manusia di bumi. Bisa jadi mitra Allah belum siap untuk melaksanaakan misi Allah di dunia untuk membantu pergumulan kita. Sehingga kita mesti sabar menanti kesiapan rekan Allah melaksanaakan misi penyelamatan tersebut. Kedua, rahasia hidup di tangan Allah, segala sesuatu hanya Allah yang tahu. Itu hak prerogratif Allah. Bahkan alasan mengapa terjadi, hanya Allah saja tahu. Kita tidak berhak bertanya mengapa terjadi. Yang menjadi hak kita adalah tetap menjalani pergumulan hidup dengan tekun memanggul salib. Ketiga, Allah melihat pergumulan manusia sebagai media interaksi antara manusia dengan Allah agar manusia benar-benar siap menjadi murid-muridNya. Sehingga manusia perlu dilatih dan dididik menurut kurikulumNya Allah.

Jadi saat kita menerima pergumulan hendaknya pikiran-pikiran yang negatif tentang Allah segera dikurangi dan dialihkan bahwa Allah tidak akan menegakan kita. Dan Allah tetap berkarya dan menyertai kita tetapi kita tidak akan pernah dapat melihat Allah jika haya dengan rasional manusia. Karena rasional manusia terbatas dan karya penyelamatan Allah melebihi rasional manusia. Yakinlah saat mengalami pergumulan Allah tetap menyertai dan arahkan mata hati dan mata pikiran kita tertuju pada Allah Sang Juru Selamat, yakinlah bahwa Allah tidak akan menegakan kita tergeletak. Tinggal bagaimana kita menyikapi pergumulan.

“Sebab Tuhan, Allahmu memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memberkati perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini, keempat puluh tahun ini Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak akan kekurangan apapun” (Ulangan 2:7)

Malang, 081004

Koko

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."