Menyerah [4]

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Berdoa merupakan bentuk menyerahkan diri kepada Allah yang sudah dipahami secara luas. Tetapi mengapa mesti berdoa? Adakah penjelasan rasional tentang doa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah? Sangat mungkin berdoa selama ini hanya diyakini sebagai pola keyakinan yang turun-temurun, atau tuntutan sosial. Bukan berdasar pengalaman berelasi dengan Allah.

Berdoa merupakan salah satu aktivitas dari sekian banyak aktivitas yang mesti disiapkan. Dalam segala hal yang hendak saya dan Anda lakukan berdoa itu mesti. Bangun tidur, mau makan, setelah makan, mau berangkat kerja, hendak bekerja, masuk lingkungan pekerjaan, masuk lingkungan baru, berhadapan, menemui seseorang, selama perjalan dari rumah ke tempat kerja, dari tempat kerja ke rumah, selama berkendaraan berdoa, mesti.

Ada pengalaman menarik dan saya sangat berbahagia mendapat pengalaman ini. Dan, saya merasa perlu membagikan kepada Anda. Pengalaman tetang berdoa.

Dengan berdoa, maka secara langsung saya menggeser fokus perhatian. Seperti jika ingin sesuatu bergeser kepada Allah. Jika ada masalah lalu berdoa menggeser perhatian kita kepada Allah. Jadi kita tidak hanya terfokus pada apa yang menjadi perhatian. Selain itu, juga menggeser dari urusan duniawi ke arah Ilahi Allah. Kedua, dari proses menggeser, maka ada celah meskipun sedikit. Dari celah itulah kita memberikan peluang, kesempatan kepada Allah agar masuk dalam diri kita. Celah inilah yang dipakai sebagai jalan masuknya Allah dalam diri kita. Yang sebelumnya tetutup oleh keegoisan manusiawi kita, dengan memberika celah maka Roh Allah dapat masuk. Ketiga, dengan masuk dalam diri kita, maka Roh Allah bekerja. Kita menyerahkan Allah bekerja sesuai dengan rencana Allah bagi kita. Allah tentu punya rencana baik bagi kita tugas kita adalah memberikan peluang kesempatan untuk itu. Kita mempercayakan rencana dan cara kerja Allah bagi kita. Kita tidak perlu mencampuri rencana dan cara kerja Allah.

Allah bekerja dengan cara yang tidak pernah dapat kita duga dan perkirakan. Sehingga ada pembagian tugas antara kita dengan Allah. Tugas kita menggeser fokus untuk kerja Allah dalam diri agar secara leluasa berkarya.

Terima kasih Allah Bapa untuk pengalaman yang diberikan kepada Allah bagi diriku. Terima kasih atas kesempatan untuk membagikan pengalaman indah tentang doa. Terima kasih Allah Bapa.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."