Kukuh Widyat

Penulis mempunyai nama kecil KOKO. Nama itu dipakai saat penulis masih suka bermain layang-layang, main sepak bola, naik sepeda, berenang, main tenis meja dan lain-lain. Penulis di lahirkan di kota Malang tanggal 3 Agustus 1972. Masa kecil Penulis dihabiskan di kota Malang sampai dewasa hingga saat ini.

Pendidikan Penulis mulai taman kanak-kanak hingga SMA di Sekolah Katolik Santa Maria tahun 1993. Memasuki masa perkuliahan juga di Unika Widya Karya Malang, menempuh studi Ilmu Hukum, lulus 1998. Saat ini Penulis masih menempuh studi Pasca Sarjana dan mengambil program Akta IV.

Perjalanan organisasi diawali ketika masa kecil membentuk club sepeda dengan nama USA. Perjalanan hidup sampai masa studi di perguruan tinggi membawa dalam organisasi mahasiswa fakultas Ilmu Hukum, Ketua Unit Kegiatan Pers, membentuk kelompok studi “TERANG” dan Sekretaris Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi. Dan kelompok-kelompok kategorial lainnya.

Waktu kecil saya Penulis suka membaca. Yang paling suka melihat gambar. Masuk SMA mulai suka membaca novel, novel pertama yang Penulis suka Shidney Sheldon. Sampai saat ini suka membaca buku apa saja. Sampailah Penulis menemukan, saat Penulis melihat segala sesuatu yang ada disekitar, saat itulah Penulis juga membaca.

Suka menulis ketika SMU di buku harian. Saat itu tidak tahu akan dikemanakan, yang jelas menulis di buku harian sampai hari ini. Mulai perguruan tinggi membuat tabloid sendiri dengan nama “TEROPONG”. Pernah menjadi staf redaksi Majalah SULUH tingkat lingkungan gereja.

Tahun 1999 memutuskan hidup berkeluarga dengan Corelia Dyah Lukita Sari. Dikaruniai putra, Eugene Mario Widiatmoko tahun 2000.

Tahun 1996 Penulis dengan teman-teman membentuk kelompok studi TERANG dengan moto “Berpikir Global, Bertindak Lokal”. Moto itulah yang hingga saat ini Penulis berusaha memakainya. Penulis nama lengkapnya Engelbertus Kukuh Widyatmoko, tinggal di Jalan Janti Barat C dalam 3 Malang 65148 telp 0341-801780. Serta di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Pekerjaan Penulis adalah mendekat pada Allah Bapa, dan menjadi PEMULUNG…

* * * *

Nama Kolom: PEMULUNG
Moto: Berpikir Global, Bertindak Lokal

Dasar Pikiran
Suatu pagi saya ada dalam kendaraan, menunggu Bapak untuk saya antar. Saat itu saya membaca firman, lupa saya isinya. Tetapi saat saya melihat kaca spion, saya melihat ada seorang yang membawa karung untuk mengais-ais mengambil sampah. Dia itu setiap hari berjalan dengan membawa karung mengambil barang-barang yang tidak terpakai dibawa pulang diolah. Kemudian dijual lagi.

Saya banyak mendapatkan inspirasi tulisan dari yang ada di pinggir jalan, cerita teman-teman, mendengarkan, membaca buku atau membaca sobekan kertas, yang sifatnya tidak terpakai dan membaca keadaan sekitar kehidupan. Atau lebih jelasnya itu yang segala sesuatu yang tercecer di sepanjang jalan hidup. Saya ambil, saya kumpulkan saya olah saya transfer dalam bentuk tulisan.

Menurut saya proses yang saya alami ternyata tidak jauh dari orang yang setiap pagi mengambil sampah. Saya berusaha mengumpulkan segala sesuatu yang tercecer di jalan-jalan hidup. Rupanya tepat, saya beri nama Kolom PEMULUNG.

Yang pasti Penulis tetap menulis sebagai Pemulung ... yang “Berpikir Global, Bertindak Lokal”.

  • PDF
  • Cetak

Menyerah [2]

  • Senin, 27 April 2009 22:23
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
Dalam satu tayangan di televisi, menampilkan orang terkuat di dunia dengan mengangkat beban, menarik truk. Bahkan menarik pesawat terbang. Itulah gambaran orang terkuat di dunia.

Bagaimana dengan kekuatan Yesus? Yesus sungguh hebat. Kuat. Dahsyat. Bahkan luar biasa. Kata-kata tersebut belumlah cukup menggambar kekuatan, keperkasaan Yesus memanggul salib, berjalan, dan masih dicambuk.

Apa yang istimewa dari Yesus dibandingkan manusia terkuat di dunia dalam tayangan televisi? Yesus sama seperti Anda dan saya. Manusia biasa.

Selanjutnya: Menyerah [2]

  • PDF
  • Cetak

Menyerah [1]

  • Senin, 27 April 2009 22:23
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
Bukan jamannya menyerah. Itulah kalimat yang sering Anda dan saya dengar. Karena saat ini jamannya persaingan, kompetisi. Kompetisi yang kian ketat. Sehingga tidak ada tempat bagi orang yang menyerah. Jika menyerah, maka terlindas.

Menyerah menggambarkan orang yang berhenti berjuang. Berjuang untuk sukses, berhasil, jangan sampai gagal. Maka orang menggunakan segala kemampuan dan kekuatannya untuk terus dan terus berjuang agar jangan sampai menyerah. Menyerah sebelum berperang adalah tabu.

Selanjutnya: Menyerah [1]

  • PDF
  • Cetak

Dijumpai *)

  • Senin, 27 April 2009 22:22
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
Yohanes 21:1-14

Yesus menampakkan diri secara fisik kepada para murid, itu terjadi jaman para rasul.

Tetapi, masih berlangsungkah penampakan Yesus sampai hari ini?

Di jaman moderen, bagaimana dan seperti apa Yesus menampakkan diri?

Selanjutnya: Dijumpai *)

  • PDF
  • Cetak

Sehat *)

  • Senin, 27 April 2009 22:22
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
Markus 5:21-43

Pendarahan dua belas tahun. Sungguh dapat dibayangkan bagaimana kondisi fisik perempuan tersebut. Demikian pula diri Anda dan saya yang termasuk sehat, apakah tidak mengalami pendarahan dalam air lain? Pendarahan yang Anda dan saya alami sangat mungkin tidak nampak tetapi sangat menyakitkan.

Apa yang dapat Anda dan saya pelajari dari perempuan sakit pendarahan tersebut di jaman kapitalis ini?

Selanjutnya: Sehat *)

  • PDF
  • Cetak

Ngobrol

  • Senin, 27 April 2009 22:19
  • Ditulis oleh Kukuh Widyat
Lukas 24:35-48

Keraguan akan kebangkitan Yesus Kristus terjadi sejak jaman para rasul. Keraguan terus berjalan sampai saat ini. Terlebih kecanggihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan berkembang pesat.

Kebebasan memilih yang diberikan Allah kepada manusia sangat memungkinkan manusia ragu-ragu terhadap kebangkitan Yesus Kristus. Kebebasan yang dianugerahkan kepada manusia agar kita sungguh-sungguh mengimani dan percaya secara pribadi bahwa Yesus Kristus memang bangkit dari kematian. Agar kita secara personal merasakan dan mempunyai pengalaman iman terhadap kebangkitan Yesus Kristus setiap saat.

Yang dikehendaki Allah agar kita secara pribadi-pribadi menjadi saksi.

Selanjutnya: Ngobrol

Selanjutnya...

Halaman 6 dari 40