• PDF

Kisah Kasih Seekor Kadal

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 28 April 2009 00:29
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 1605 kali
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"
-- Yohanes 15:13

Ini sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di Jepang beberapa tahun silam. Ceritanya begini. Ada seorang yang hendak merenovasi sebuah rumah. Seperti lazimnya di Jepang, sebuah rumah memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.

Ketika rumah mulai dirubuhkan untuk keperluan renovasi, ternyata di sana ada seekor kadal yang terperangkap di antara ruang kosong tersebut. Kadal tersebut kakinya melekat pada sebuah paku. Tukang yang sedang mengerjakan bangunan itu merasa kasihan dengan kadal sial yang satu ini. Akhirnya, dia mulai menyelidiki, kira-kira berapa lamakah kadal tersebut ada di tempat tersebut.

Ternyata, paku itu sudah ada di tempat tersebut sejak sepuluh tahun lalu ketika rumah pertama kali didirikan. Lalu, mulailah timbul pertanyaan di dalam pikirannya. Bagaimana mungkin selama sepuluh tahun dapat bertahan hidup di tempat pengap, gelap dengan kondisi kaki terperangkap?

Sementara dia kebingungan memikirkan hal itu. Tiba-tiba, muncullah seekor kadal lain membawa makanan di mulutnya dan memberikannya kepada kadal yang terperangkap itu. Tahulah si tukang bahwa kadal tersebut dapat bertahan di tempat itu selama 10 tahun karena ada kadal lain yang
memberinya makanan dan memperhatikannya. Meskipun dia terperangkap dan tidak berdaya, namun dapat bertahan hidup karena adanya perhatian dan pengorbanan kadal lain itu.

Kadal tahu caranya menyelamatkan sesamanya. Bagaimana memperhatikan temannya. Bagaimana dengan manusia yang merupakan makhluk tertinggi ciptaan Allah yang mulia?

Manusia adalah "Imago Dei", yakni diciptakan segambar dengan Allah. Seiring dengan berkembangnya tekhnologi informasi, akses kita untuk memperoleh informasi sangatlah cepat. Tetapi
aneh bin ajaib, seringkali kedekatan yang ada justru menjauhkan hubungan di antara sesama kita.

Jangan pernah mengabaikan orang - orang yang Anda kasihi dan berada di sekeliling Anda. Perhatian yang tulus di antara kita, membangun serta menguatkan mereka yang lemah dan membutuhkan.

Setuju?

Manati I. Zega

Surakarta, 11 Oktober 2004
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."