• PDF

Mengapa Tidak Berbuah?

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 28 April 2009 00:31
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 8338 kali
Yesus adalah guru agung yang sangat bijaksana dan sederhana dalam setiap pengajaran yang hendak
disampaikan-Nya. Yesus tidak bertele-tele dan sangat simple dalam setiap pengajaranNya, dengan harapan para pendengar dapat menangkap beritaNya dengan jelas. Yesus tidak pernah berbicara yang tinggi-tinggi dan sulit dipahami oleh murid-muridNya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat para murid-muridNya berasal dari kalangan yang kurang berpendidikan.

Salah satu hal yang kita akan pelajari bersama saat ini adalah seperti yang tertulis dalam Injil Matius 21:18-22, yakni tentang pohon Ara dan pengajaran yang Yesus sampaikan di sana.

Buah Ara (Focus Carica) dalam bahasa Ibrani disebut dengan nama "tena",  dalam bahasa Yunani dinamakan sukon, suke. Pohon atau buah ini merupakan tumbuhan asli di Asia Kecil dan Siria. Tingginya bisa mencapai 12 meter. Pada umumnya, Pohon Ara sangat subur di tanah yang berbatu-batu. Buahnya, biasanya mendahului daunnya, dan buah itu biasanya tidak kelihatan dengan jelas. Proses pembuahannya dilakukan dengan bantuan serangga kecil bersayap empat.

Menurut Pemahaman Alkitab Setiap Hari, INJIL LUKAS, karangan WILLIAM BARCLAY, pohon Ara, kalau di Indonesia mungkin bisa disamakan dengan Pohon Beringin. Adapun ciri-ciri dari pohon ara tersebut sebagai berikut :
o. Pohonnya mudah dipanjat dan  Batangnya pendek, cabangnya lebar pada sisi-sisinya, yang bercabang ke segala arah.
o. Naungannya sangat meneduhkan.
o. Pohon Ara yang sehat biasanya akan memberikan buah selama kurang lebih 10 bulan setelah ditanam.

Berdasarkan ayat-ayat Firman Tuhan di atas, disebutkan bahwa dalam perjalananNya meninggalkan Betania kembali ke kota, bersama dengan kedua belas muridNya, Yesus merasa lapar. Lalu, Yesus melihat pohon Ara yang sudah berdaun. Kemudian Dia mendekatinya dengan harapan akan mendapatkan buah Ara. Namun, begitu melihat dari dekat Yesus tidak mendapatkan buah apapun dari pohon Ara itu.

Apa yang terjadi berikutnya, Yesus mengutuk pohon Ara tersebut. Dan ketika dilihat esok hari, maka pohon Ara tersebut sudah kering sampai ke akar-akarnya. Mengapa Yesus mengutuk pohon Ara tersebut? Karena Yesus tidak menemukan buahnya. Mengapakah tidak berbuah?

Pertama, Karena Belum Musimnya.
Alasan belum musimnya, merupakan alasan alamiah yang sangat logis. Tetapi di dalam ayat Firman Tuhan di atas, dikatakan meskipun ada alasan musim namun Tuhan Yesus juga tetap mengutuk pohon Ara tersebut. Menurut W. CORSWANT, dalam bukunya A Dictionary of Life In Bible Times (1960), pohon Ara memberi tiga macam buah secara berurutan. Atau, katakanlah musim buah Ara sebagai berikut :
1. Buah Ara Musim Kemarau,  buah yang paling akhir merupakan tuaian pertama dari bulan Agustus sampai musim dingin.

2. Buah Ara Musim Dingin, atau sering juga disebut buah Ara hijau. Biasanya, buah Ara ini tidak cukup waktu untuk masak sebelum musim dingin tiba, tetapi dia tetap berada di dahannya dan menjadi kemerah-merahan pada hari-hari pertama musim semi. Buah ini tetap tinggal kecil dan mudah gugur ditiup angin. Yang tidak gugur, masak pada musim panas, sekitar bulan Juni atau bulan berikutnya.

3. Buah Ara Bungaran, buah Ara yang masak sebelum musim kemarau. Buah Ara ini biasanya paling digemari karena segar dan enak.

Mengapakah Tuhan Yesus tidak peduli dengan alasan belum musim ini? Apakah Yesus melakukan itu karena DIA seorang yang emosional? Tentunya bukan, karena Yesus adalah Tuhan yang memiliki penguasaan diri yang sangat tinggi. "Self Controlnya" sangatlah tinggi. Apakah Yesus mengutuk pohon
Ara tersebut karena Dia lapar? Tentunya itu juga bukan alasan logis. Mengapa? Karena Alkitab mencatat bahwa Yesus berulangkali melakukan mukjizat. Yesus bisa memerintahkan pohon Ara tersebut berbuah dan langsung ada buahnya.

Lalu, alasan apakah yang paling pokok? Yesus yang adalah guru agung hendak mengajarkan kepada para murid yang bersama-sama DIA saat itu, sesuatu yang sangat penting dan harus mendapat perhatian. "Berbuah bukanlah, pilihan melainkan keharusan. Berbuah bukan pula tergantung musim, melainkan buah yang tinggal tetap ." Artinya, kapan saja Pemilik pohon Ara tersebut membutuhkan Dia harus menemukan buah.

Ketika Yesus berbicara tentang pokok Anggur, Yesus terus terang mengatakan: "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yohanes 15:2)". Melalui ayat ini, kita jelas mengetahui bahwa berbuah bukanlah tergantung musim, melainkan melintasi musim.

Apabila kisah ini kita tarik dalam kehidupan kita masa kini, maka kita menemukan ada banyak orang Kristen yang berbuah ketika musimnya tiba. Berbuah bagi Tuhan ketika diberkati dengan kelimpahan materi. Berbuah ketika segala sesuatunya berjalan lancar, tetapi coba ada masalah dia akan melawan dan menantang TUHAN atau hamba TUHAN yang sungguh-sungguh membimbing hidup rohaninya.

Tentang berbuah, Tuhan Yesus mengatakan: bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu (Yoh 15:16)

Kedua, Kurangnya Iman dan Doa.
Dalam kisah Yesus mengutuk pohon Ara, Yesus tidak sekedar pamer kuasa atau istilah kerennya show of force. Karena tanpa pamerpun Yesus tetap Tuhan yang penuh kuasa adanya dan telah terbukti. Tetapi, mengapakah Yesus melakukan itu? Karena Yesus hendak menyampaikan pengajaran penting bagi murid-muridNya yang saat itu bersama Dia. Yesus memakai hal tersebut sebagai ilustrasi, sebagai gambaran atau contoh nyata untuk menerangkan dengan jelas tentang pentingnya iman dan doa yang sungguh-sungguh, agar dapat berbuah di dalam anugerah-Nya.

Iman berasal dari kata Ibrani aman. Kata ini berarti berpegang teguh. Memegang teguh apa? Memegang teguh Allah dan Firman-Nya. Itu sebabnya, sebelum Yesus menjelaskan tentang pentingnya iman, Markus dengan urapan Roh Kudus menuliskan pernyataan Yesus yang mengatakan: "Yesus menjawab, "Percayalah kepada Allah (Markus 11:22)" Artinya, Yesus hendak mengatakan berpegang teguh dahulu kepada Allah, baru engkau melihat karyaNya. Baru engkau melihat keajaiban kasihNya. Baru engkau melihat mukjizatNya.

Kata aman yang berarti memegang teguh ini, saya gambarkan seperti seseorang yang memanjat pohon yang tinggi. Kalau ingin hidup, tidak ada pilihan lain selain memegang erat pohon yang dipanjatnya tersebut. Tetapi, begitu dia melepaskannya, yang terjadi adalah sediakan peti dan galilah kuburan. Maksudnya orang itu akan mati. Orang yang tidak beriman kepada Allah, siapapun dia, bersiap-siaplah menggali kuburan sendiri. Mengapa? Karena sepanjang perjalanan hidupnya, dia tidak akan mendapatkan apa-apa di dalam hidupnya.

Yesus menghubungkan bahwa iman dan doa merupakan dua hal penting dalam kehidupan Kristen. Injil Matius 21:22 mengatakan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya". Ayat ini menjelaskan bahwa doa yang penuh iman akan membuahkan hasil. Yakobus mengatakan : Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16b).

Yesus tidak omong kosong tentang hal itu. Yesus membuktikan bahwa pohon Ara yang dikutukNya langsung kering sampai ke akar-akarnya. Luar biasa bukan? Dan, Yesus menjanjikan bahwa para muridNyapun dapat melakukan hal yang lebih besar daripada itu. Asal mereka percaya. Doa dan iman adalah sarana bagi kita untuk berbuah di dalam Tuhan dan mengerti kehendakNya dalam hidup kita.
Hanya orang yang dekat dengan Tuhan, yang mempunyai  persekutuan dengan Tuhan, mempunyai hubungan yang pribadi dengan Tuhan, itulah yang mengerti kehendak dan isi hati Tuhan dalam hidupnya.

Marilah kita berbuah bagi TUHAN demi kerajaanNya. Puji TUHAN.

Manati I. Zega.

Surakarta, 03 November 2004
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Raymon Pandapotan  - tanggapan ....   |114.79.51.xxx |08-10-2011 16:20:11
Syallom.
terima kasih Tuhan telah memampukan Saudara untuk memberitakan
eksposisi firman-Nya ini.
aku pernah mendengar dan membaca injil Matius 21:18-22
dan Yakobus 5:16b, namun hampir selalu itu hilang begitu saja waktu aku
menghadapi cobaan dan tantangan.
aku membaca firman-Nya dan menjadi semangat
ingin melayani-Nya, namun semangat itu hilang ketika ada kenikmatan lain yang
kuperoleh dan bahkan yang lebih buruk lagi, motivasi ku menyimpang.
aku sangat
bersyukur kepada Tuhan apabila Saudara mau mendoakan ku agar senantiasa
diperbaharui dan disegarkan Tuhan setiap waktu.
terima kasih.
Tuhan memberkati.
Debrian Ruhut  - Menanggapi Saudara Raymon     |125.166.209.xxx |12-01-2012 07:08:02
Sebenarnya yang diminta Tuhan adalah penyerahan diri kita secara total. Bukan
kita yang karena merasa "mampu" tapi Tuhan sendirilah yang memberikan
kita kemampuan. Hanya, Percayalah. Kekuatiran lebih sering menguasai kita,
terkadang juga Iblis mengintimidasi kita akan dosa-dosa kita, sehingga kita
merasa "Tidak Layak" untuk melayani. Hal itu harus kita buang dari
pemikiran kita. Kita yakini sebagai orang beriman bahwa segala dosa kita sudah
di tebus satu kali untuk dosa-dosa kita.

Tuhan Yesus Memberkati Saudara Raymon.

Salam.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."