Konseling Seekor Babi Pada Seekor Sapi

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu (Yoh 15:16)

Konseling ini bermula karena kandang antara babi dengan sapi bersebelahan alias berdekatan. Ceritanya, sang Babi mau curhat kepada Sapi. Dalam percakapan itu, Babi mengatakan mengeluarkan keluhannya : "Pi, ternyata hidupku ini sangat tertekan". Semua manusia di dunia ini membenci dan menghinaku dengan luar biasa. Kadang-kadang manusialah yang bikin ulah, tetapi akulah yang disebut-sebut dan dihina. Coba saja, ketika suami isteri bertengkar di rumah mereka masing-masing. Sesungguhnya, aku tidak mengerti apa-apa, tetapi suami selalu berkata : dasar babi kamu! Mengapa tidak pernah disebut dasar sapi kamu. Yang lain lagi, orang selalu berburu bangsaku, misalnya berburu babi hutan. Tidak pernah ada yang berburu sapi. Enakan kamu Pi kata babi. Apa sich yang kurang dari saya ini? Aku dengan rela memberikan sesuatu yang baik bagi manusia. Aku merelakan hidupku, dagingku kepada manusia supaya mereka mendapatkan lauk pauk yang enak. Tetapi, tetap saja mereka menghina diriku dan bangsaku.

Dengan penuh pengendalian diri dan dengan sangat berhati-hati, sapi pun memuji perbuatan babi. "Bi, kata Sapi". Engkau memang memberikan dagingmu kepada manusia, itu sebuah hal yang sangat baik, mulia dan terpuji. Tetapi masalahnya, engkau memberikan yang terbaik ketika engkau sudah mati. Tetapi, coba aku kata sapi. Ketika aku masih hidup, masih muda, segar dan sehat aku sudah memberikan yang terbaik. Aku dengan rela hati membajak, menggendong tuanku bahkan susuku pun kuberikan dengan cuma-cuma agar manusia sehat. Mereka dapat memakan makanan 4 sehat, 5 sempurna. Tentu saja aku disayangi. Bahkan untuk menyembelihku pun tuanku tidak tega. Sejak itu, sadarlah babi bahwa ternyata apa yang diperbuatnya tersebut belum seberapa, jika dibandingkan dengan sapi yang mati-matian melakukan sesuatu agar tuannya beruntung.

Apa yang hendak disampaikan melalui ilustrasi ini? Bahwa berbuah tidaklah pada waktu tertentu saja, atau musim tertentu saja. Tetapi buah yang dikehendaki Tuhan harus terjadi sepanjang hidup kita.


Solo, 23 Pebruari 2005


Manati I. Zega

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."