Sapaan Yang Menyadarkan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)

April 2005 yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Nias yang baru saja porak poranda akibat gempa. Kerusakan luar biasa dengan mudah ditemui di berbagai tempat di pulau tersebut.
Dalam kesempatan kunjungan itu, saya menyaksikan sebuah bangunan rusak di Kelurahan Ilir - Gunung Sitoli. Seseorang mengajak saya mengunjungi tempat tersebut. Banyak bangunan yang sudah miring dan retak bahkan luluh lantak. Di kelurahan ini, saya mendengar berita ada lima orang yang tewas dalam satu rumah akibat hantaman reruntuhan ketika peristiwa naas itu terjadi. Dan, di atas reruntuhan itu saya sempat berdiri.

Dalam kondisi demikian, dengan keadaan sadar saya meneteskan air mata, seolah Tuhan sedang menyapa, dalam keadaan tidak terduga manusia akan menghadap Tuhan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Dalam doanya, Musa abdi Allah menyampaikan ayat Firman Tuhan di atas. Mengapa harus menghitung hari? Bukankah itu pekerjaan orang yang menganggur? Dengan bijaksana Musa mengatakan supaya kita beroleh hati yang bijaksana. Artinya, kita harus menyadari kapan saja seseorang harus siap menghadap Tuhannya. Karena itu, kita membutuhkan persiapan iman yang mantap setiap harinya, seolah Tuhan sudah siap menjemput kita. Siap?

Tanpa undangan resmi Tuhan akan memanggil pulang umat-Nya.

Surakarta, 22 Agustus 2005

Manati I. Zega
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."