• PDF

SEKS: Anugerah Atau Kutuk?

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 28 April 2009 00:40
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 2128 kali
Acara SERGAP Siang yang disiarkan stasiun TV Swasta Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), 15 April 2004 menyatakan “Akibat VCD Porno, Pemuda Perkosa Teman Kerja”. Acara tersebut memberi laporan tentang seorang yang bernama Husen. Husen bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan musik di Jakarta Utara. 

Acara SERGAP itu juga membeberkan, akibat perbuatannya lelaki berusia 22 tahun itu harus mendekam di tahanan Mapolsek Koja-Jakarta Utara. Mengapa harus mendekam? Ternyata, Husen telah memperkosa Wati, rekan kerjanya yakni sesama karyawan di perusaahan tersebut.

Perbuatan tersangka terbongkar setelah korban, gadis ingusan yang masih berusia 13 tahun itu, mengadu kepada pamannya. Korban mengaku telah beberapa kali dicabuli tersangka selama satu minggu terakhir. Mengapakah tersangka tega melakukan perbuatan bejat itu? Dari mulutnya, terungkap pengakuan bahwa dirinya memperkosa korban karena tergoda setelah menonton VCD
porno bersama korban di tempatnya bekerja, Jalan Toar Tugu, Jakarta Utara. 

Segala alasan logis dilontarkan tersangka. Dia berdalih tidak mempunyai uang untuk membayar Wanita Tuna Susila (WTS), akhirnya memaksa Wati untuk melayani nafsu setannya sampai lima kali. Hukumpun tetap dijalankan. Akibat perbuatannya, Husen diancam dengan Pasal 285 KUHP tentang perbuatan asusila. 

Kisah di atas merupakan salah satu dari sekian banyak kasus serupa yang pernah terjadi dan melanda negeri kita. Derasnya arus pornografi telah merusak pemikiran banyak orang. Anda adalah apa yang Anda baca, apa yang Anda lihat, demikian kata-kata bijak yang pernah diungkapkan J. Drost, dari Universitas Atmajaya Jakarta. Anda melihat hal-hal yang porno maka hal itu akan terekspresikan keluar yang dinyatakan dalam perbuatan Anda. Namun, Anda melihat yang baik dan
membangun, juga akan keluar dalam realita hidup keseharian Anda.

Seks, Tuhan ciptakan demikian indahnya. Namun, seringkali manusia menggunakannya tidak seperti yang dipikirkan Allah tatkala menciptakan seks tersebut. Kita perlu waspada dan berhati-hati berkaitan dengan dosa seks semacam ini. Seks, atau lebih tepatnya perzinahan dapat melanda siapa saja, termasuk hamba Tuhan sekalipun.

Dalam rubrik konsultasi PROBLEM ANDA di Majalah Rohani Populer BAHANA, edisi April 2006 Vol. 180, “Zinah dengan HAMBA TUHAN” sungguh mengagetkan saya. Berikut petikannya. Syalom, saya pengurus pemuda gereja, pemain musik, pengajar Sekolah Minggu dan tinggal di gereja. Tetapi, saya sering melakukan perzinaan dengan istri hamba Tuhan di tempat saya melayani dan ini sudah berlangsung selama 2 tahun. Saya sudah bosan hidup dengan semua ini karena setiap ada kesempatan kami selalu melakukan hubungan itu. Saya sudah berdoa supaya Tuhan mengambil nyawa saya saja karena saya tidak mampu mengalahkan semua ini. Tolong beri jalan keluar supaya saya tidak putus asa dan meninggalkan-Nya. Sebenarnya, saya sering baca firman Tuhan, tetapi entah kenapa, saya sangat mencintai istri hamba Tuhan tersebut. Saya tahu ini dosa, tapi sangat sulit untuk putus dan melupakannya. Dia pun sangat memerhatikan saya dengan selalu menanggung beban ekonomi. Dia pun sadar bahwa dia mengkhianati suaminya tetapi kami saling mencintai. Setiap saya memutuskan hubungan kami, saya tidak tega melihat air matanya. Inilah kenyataan yang ada, SEKS dalam pelayanan gerejapun masih sering terjadi. Berulangkali kasus serupa disampaikan kepada saya. Tetapi, sekali lagi inilah fakta yang ada.

Selain itu, Harian Jawa Pos RADAR SOLO, Kamis 20 April 2006 juga memberikan laporan yang mengejutkan. Disebutkan pengadaan finding machine condom (FMC) alias mesin kondom otomatis di Solo ternyata dipandang sangat relevan. Pasalnya, angka penderita HIV/AIDS di Solo terbilang tinggi. Bahkan, untuk kasus gigolo yang rentan HIV/AIDS, Solo menempati peringkat tertinggi di Indonesia.

Temuan itu disampaikan Direktur Global Foundation Kota Solo Anwar Fauzi, menyikapi santernya wacana kontradiksi seputar pengadaan mesin kondom di Solo. "ATM kondom (bahasa populer FMC) ini harus disikapi bukan sebagai bentuk legalisasi praktik prostitusi. Tapi, sebagai langkah preventif menyikapi tingginya angka penderita AIDS ini," jelasnya kepada Jawa Pos RADAR SOLO.

Di Solo, lanjut Anwar, medio Desember 2005 sampai Maret 2006 sudah ada 171 visitor (pengunjung) yang melakukan pemeriksaan di klinik HIV/AIDS, yang dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Solo.

Bagaima kita meresponi kasus demi kasus perzinahan yang terjadi di sekitar kehidupan kita? Bahkan mungkin sedang melanda Anda dan keluarga. Perselingkuhan nampaknya terjadi dibanyak keluarga, termasuk keluarga Kristen. Tuhan Yesus berkata: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Matius 5:28)” Bahkan dengan sangat tegas Rasul Paulus menuliskan sikap Allah terhadap mereka yang melakukan perbuatan amoral, termasuk perzinahan. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”. (I Korintus 6:9-10)

Tuhan pasti memberi kekuatan untuk mengatasinya apabila kita hidup berpaut kepadaNya. Seks akan
menjadi anugerah yang luar biasa apabila dilakukan dalam jalur kehendak Allah, tetapi akan menjadi liar dan kutuk ketika dilakukan diluar kehendakNya. Biarlah Tuhan dimuliakan melalui kesucian hidup kita dalam hal seks yang memang Tuhan anugerahkan bagi kita. Bukankah begitu?


Surakarta, 15 Juni 2006


Manati I. Zega
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."