• PDF

Pikul Salib Dengan Sukacita

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 28 April 2009 00:42
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 2951 kali
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku”. (Matius 10:38).

Salib bukanlah kata yang asing bagi orang Kristen. Bahkan, salib merupakan lambang identitas Kristen. Berbicara tentang salib, berikut ini sebuah cerita yang menarik. Ceritanya demikian. Ada seorang musafir yang hendak melakukan perjalanan ke tanah yang dijanjikan. Ia memikul salib tuannya, suatu beban yang diterimanya dengan sukacita. Karena terlalu lelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya ia pun beristirahat. Di bawah teriknya matahari, ia melihat seorang penebang kayu sedang menebang sebatang pohon. “Sahabat,” kata musafir itu dengan sopan, “bolehkah saya meminjam kapak Anda untuk memendekkan salib ini. Rasanya makin lama, makin berat saja.” 

“Oh... Tentu saja,” kata pemotong kayu itu. Lalu, musafir itu memangkas salibnya dan Ia pun melanjutkan perjalanan. Salibnya lebih pendek dan bebannya juga lebih ringan. 

Setelah melewati perjalanan yang melelahkan tersebut, akhirnya tanah yang dijanjikan telah berada di depan mata. Ketika ia mendekat, ia melihat ada jurang yang begitu dalam yang memisahkannya dengan kemuliaan di hadapannya. Ia mencoba menggunakan salibnya sebagai jembatan untuk menyeberangi jurang tersebut. Tapi apa mau dikata, ternyata salib itu kurang panjang sebanyak
bagian yang telah dipangkasnya. Ia sangat menyesal, air matanya menetesi pipinya, dan ia pun terbangun dan ternyata itu hanyalah sebuah mimpi. Ia kembali memeluk salib yang dibawanya itu erat-erat. Salib itu masih berat seperti semula, tetapi bebannya lebih ringan. 

Alkitab memberitahukan kita dengan sangat jelas “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku”. (Matius 10:38). Salib bukanlah beban tetapi sukacita. Dibalik salib ada
kemuliaan.


Surakarta, 24 Februari 2007.


--Manati I. Zega--
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
John  - Pikul Salib Dengan Sukacita     |110.138.135.xxx |29-03-2012 17:57:09
Artikel yang memotivasi. Terima kasih!
John  - Salibku, Salibmu, Salib-Nya     |110.138.135.xxx |29-03-2012 17:59:39
Memang masing-masing kita memiliki salib. Karena itu kita bertanggungjawab
memikulnya. Tidak bisa dipikul oleh orang lain. Dengan mata iman yang tertuju
kepada Yesus, kita percaya bahwa kita bisa pikul salib kita karena ada kekuatan
dari Yesus bagi kita - Filipi 4:13. Amin
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."