• PDF

Ramalan Cemerlang Hidup Redup

Penilaian Pengunjung: / 4
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 28 April 2009 00:51
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 2451 kali

Ramalan makin jaya. Mendapat tempat di hati gersang. Memecahkan masalah hidup pun tak lepas dari ramalan. Katanya, 90% ramalan tepat karena dapat dipelajari. Benarkah? Ada apa di balik tepatnya ramalan?

Akhir-akhir ini, ramalan nasib mendapat tempat yang luas di hati masyarakat. Bahkan tambah subur, bak jamur di musim penghujan. Suburnya ramalan banyak faktor penyebabnya. Faktor tersebut misalnya, peran media yang memberi tempat luas bagi ramalan itu. Bahkan, ada media massa yang menyediakan rubrik khusus untuk ramalan. Ruang konsultasi dan sejenisnya. Demikian juga TV yang terus mengiklankan ramalan melalui SMS. Akibatnya, ramalan menembus jauh ke dalam hidup manusia modern. Hebatnya lagi, ramalan dijadikan solusi mistis saat menghadapi masalah serius. Perhatikan saja kasus pembunuhan

berantai yang dilakukan Very Idam Henyansyah alias Ryan. Pencarian para korban dilakukan menggunakan jasa paranormal.

Sebenarnya masalah ramal-meramal bukan hal baru. Dalam setiap budaya, termasuk budaya kuno, kegiatan seperti itu sudah berlangsung. Yang ada sekarang adalah ramalan dengan tampilan baru. Ramalan dengan bungkusan modern. Ramalan dengan motif bisnis. Ramalan dengan motif bisnis itu seperti apa? Sebut saja, ramalan SMS. Ramalan seperti ini jelas bermotifkan bisnis. Melalui SMS tersebut, operator diuntungkan. Peramal pun mendapatkan bagiannya. Pengirim SMS hanya dimanfaatkan. Dalam wawancara sebuah stasiun TV swasta, Deddy Corbuzier mentalis kenamaan negeri ini mengatakan tarif ramalan tidaklah murah. Menurutnya, ada yang harus membayar lima puluh juta rupiah sekali datang (Silet RCTI, 27/8). Wow...luar biasa! Sebuah angka spektakuler. Sekali datang bisa membiayai berdirinya sebuah gedung gereja sederhana di pedesaan.

Meskipun biaya mahal, tetap saja ramalan banyak peminatnya. Apa yang menarik dari sebuah ramalan? Menurut para praktisi, 90% ramalan punya ketepatan. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Bukankah ini hanya sebuah iklan belaka? Entahlah! Andaikan saja hal ini benar, pertanyaannya, apakah yang membuat ramalan itu tepat? Ada sebagian orang berkata bahwa ramalan dapat dipelajari. Kalau ya, bisakah hal itu dibuktikan secara ilmiah? Salah satu ciri penting sesuatu hal yang dapat dipelajari adalah dapat dibuktikan secara ilmiah. Atau, di balik ketepatan ramalan tersebut ada kekuatan lain yang sedang bermain. Kekuatan kuasa gelap yang sedang bekerja.

Secara umum, ada lima jenis ramalan. Kelimanya adalah:

1.  Radiasthesia, yakni ramalan dengan menggunakan cabang kayu atau bandulan.

2.  Astrologi, yakni ramalan dengan menggunakan tata letak bintang.

3.  Palmistry, yakni ramalan yang didasarkan atas gambar telapak tangan.

4.  Ramal dengan kartu (tarot)

5.  Psychometric clairvoyance, yakni ramalan oleh ahli nujum—tenung.

Di antara kelima jenis ramalan di atas, astrologi dan palmistry terpopuler di Indonesia. Apabila kita menilik sejarah, astrologi misalnya, awalnya berasal dari Mesopotamia, daratan di antara sungai Tigris dan Efrat. Sebuah daerah asal orang-orang Babel kuno. Daerah itu sekarang terletak di daerah Irak bagian tenggara. Pada zaman itu, orang-orang Babel menganggap astrologi sebagai agama yang paling populer. Orang-orang Babel sangat ahli dalam bidang sihir dan pembacaan mantra-mantra. Bagi mereka yang memraktikkan hal ini akan mendapat kekudukan sebagai imam atau tokoh masyarakat yang disegani.

Jika kita berkata bahwa astrologi dapat dipelajari, sementara di daerah asalnya ramalan ini erat dengan sihir dan mantra. Kini, apa yang dipelajari? Karena itu, perlu dikritisi kekuatan lain di balik tepatnya ramalan. Tentu saja didasarkan pada firman Tuhan.

 

Yogyakarta, 8 September 2008



-Manati I. Zega-


Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
andri bayu gumilang  - jodo   |125.164.246.xxx |11-08-2009 22:55:06
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."