• PDF

The Lord who Multiplies

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 28 April 2009 00:51
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 2326 kali

Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan." (2 Raj. 4:42)


Istilah krisis semakin akrab di telinga kita. Penghujung tahun 2008, krisis keuangan global berkumandang demikian kerasnya. Dampaknya pun masih terasa, bahkan menusuk demikian tajam. Lihat saja! Banyak perusahaan gulung tikar. Bahkan akhir November 2008, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) melalui Ibu Myra Maria Hanartani mengatakan, akibat krisis keuangan global, sekitar 40.846 tenaga kerja di negeri ini di-PHK. Sebuah angka spektakuler yang tidak main-main. Ya, krisis sedang melanda dunia dan Ibu Pertiwi.

Pada zaman Alkitab pun demikian. Krisis pernah melanda Gilgal. Pada saat itu seluruh negeri tersebut dilanda kelaparan. Orang percaya dan bukan mengalami hal yang sama. Teriakan akibat kelaparan terdengar di mana-mana. Namun, tidak ada yang mampu menolong. Tua-muda, besar-kecil, semua mengalami krisis. Saat itu, ada seseorang yang membawa dua puluh roti jelai dan gandum kepada Elisa, abdi Allah. Lalu, ia menyuruh bujangnya untuk membagikannya kepada seratus orang rombongan nabi. Bujang itu pun kebingungan. Kebingungannya sangat beralasan. Maklum, bahan yang ia punya hanyalah dari seseorang yang dari Baal-Salisa itu. Baal-Salisa adalah a place in Ephraim near Gilgal (sebuah tempat di Efraim dekat Gilgal). Selain itu, ia juga punya arti lain. Baal-Salisa berarti the Lord who Multiplies yang artinya Allah yang melipatgandakan. Dan, pelipatgandaan itu terbukti. Ketika makanan itu disajikan kepada para rombongan nabi, mereka makan puas, bahkan sisa (2 Raj. 4:43). Sebuah karya Tuhan yang luar biasa!

Baal-Salisa, Allah yang melipatgandakan. Dia melipatgandakan berkat bagi anak-anak-Nya. Asal kita menaruh percaya kepada-Nya, tidak ada jalan yang tertutup. Tuhan mampu mengadakan mukjizat. Jikalau engkau yakin kepada Tuhan, jangan pernah berkata mustahil. Jikalau engkau meyakini kuasa-Nya, jangan pernah berkata terlalu sulit. Tugas kita adalah mempercayakan hidup. Tugas-Nya adalah memberkati dan menaungi kita dalam anugerah kasih-Nya. Anda percaya? Kalau ya, pelipatgandaan itu sedang terjadi atasmu.

Jangan Katakan Tidak Mungkin Jika Engkau Mempercayai-Nya.

 

Yogyakarta, 28 November 2008

 

Manati I. Zega

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."